
Dengan hati kesal Tina masuk kedalam kamar nya,
"sebanyak itu Yudha memberikan mahar,,apa sih istimewanya gadis itu,,gerutu Tina.
"masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Dinda,,Tina masih tak terima mendengar mahar yang di berikan Yudha untuk Yura sangat banyak sekali untuk ukuran gadis biasa seperti Yura,
Dan yang lebih menjengkelkan adalah suaminya yang tampak biasa saja ketika Yudha menyebutkan semua mahar saat akad nikah berlangsung.
"ada apa dengan papa Rony, mengapa tak keberatan sama sekali dengan mahar itu,,ahh Tina masih sangat jengkel.
sementara di kamar Yudha Yura sedang duduk dipinggir tempat tidur Yudha yang berukuran besar, dan yang pastinya lebih besar dari tempat tidur nya yang dirumah.
"Sekaya apa suami ku,,kamarnya saja seluas ini,, apalagi rumahnya,,gumam Yura tak percaya.
ceklek,,suara pintu terbuka, tampak Yudha masuk menghampiri Yura yang sedang menunduk kan kepala nya dalam,
"hei, suamimu ada didepan mu bukan dilantai,,sarkas yudha.
Yura langsung mendongakkan kepalanya dan mendengus kan kasar nafasnya.
"kenapa Hem,,apa kau menyesal menikah dengan ku, tanya Yudha pelan.
"kenapa kau membohongi ku, hah,,
"bohong apa maksud mu, tanya Yudha bingung.
"soal mahar itu,,aku kan mintanya hanya satu juta, tapi apa,, kenapa kamu malah memberi ku begitu banyak sesuai dengan ucapan ku yang pertama saat kau memintaku menyebutkan berapa mahar yang ku pinta.
"itukan hanya akal-akalan ku saja agar kamu membatalkan pernikahan kita.
__ADS_1
"sudahlah,,itu kan sudah menjadi tanggung jawab ku untuk memenuhi permintaan mu,
"dan aku lebih dari sekedar mampu untuk mewujudkannya, lantas dimana salah nya.
"tapi apa kau tahu,,aku menjadi sangat berdosa akan hal itu, ucap Yura sedih.
"hei apa yang membuat mu merasa sangat berdosa?
"bukankah sebaik-baik wanita yang pantas dinikahi adalah yang meminta mahar yang sedikit, dan tidak membebankan pihak suami, dan aku sudah meminta mahar yang begitu banyak hingga membebankan keluarga mu,
"hei,,mengapa menangis,,aku tak merasa terbebani akan hal itu, dan aku mampu,,
"lihat aku, berhenti menangis,,jika kau pinta satu unit rumah mewah dan semua barang-barang mewah sekalipun, aku tentu bisa memberikan nya,, Yudha mencoba menenangkan Yura.
"hah,,apa,,sekaya apa suami ku hingga begitu sombong, harta hanya titipan, jika Dia menghendaki, dalam hitungan detik maka hilang sua harya itu,,dan kau pernah kehilangan sebagian harta itu bukan,,ucapan Yura yang menohok membuat Yudha membeku sesaat.
"maafkan aku, jika aku salah dalam menyampaikan maksud ku.
"bukan maksudku untuk menyombongkan harta ku, hanya saja aku tidak ingin kau terlalu memikirkan mahar yang telah aku berikan untuk mu,
"sekarang itu semua sudah menjadi milikmu, terimalah,,aku sudah sangat rela memberikan mahar itu.
"baiklah,,aku menerimanya,,
"sebenarnya aku juga bukan ahli dalam agama, ilmu ku itu sangat cetek banget,,dan soal mahar itu yang aku keberatan sebenarnya aku pernah membacanya saja, sehingga membuatku merasa berdosa jika menyulitkan suami, itu saja sih.
"sama lah,,aku juga tidak begitu ahli dalam agama, tapi bukan berarti aku tidak tau apa kewajiban ku sebagai suami mu,,
"ya,,kita sama sama belajar untuk bisa membina rumah tangga ini,
__ADS_1
"emm,,aku setuju dengan ucapan mu,,
"sudah malam tidur lah,,
"terimakasih,,kau tidak meminta hak mu kan malam ini?
"tidak,,aku tidak akan memaksamu,,jika kau belum siap.
"aku akan meminta hak ku saat kita sudah siap dan bisa menerima satu sama lain.
"hemm,,istri kecilku sudah dewasa ternyata,,
"tidur lah,,, meninggalkan Yura dan masuk ke kamar mandi membersihkan diri.
"kau meledek ku,,teriak Yura,,
"ternyata dia tidak seburuk yang aku pikirkan,,gumam Yura.
Yura langsung merebahkan tubuhnya di kasur, terasa nyaman sekali,,katapun mulai terpejam hingga terkejut ketika merasa ada pergerakan dikasur, spontan Yura langsung terbangun.
"hei,,kau sedang apa?
"tidurlah apa lagi,,
"aku memang tidak meminta hak ku tapi bukan berarti kita tidur terpisah, aku suami mu dan kau istri ku tidak ada larangan untuk kita berbagi tempat tidur.
"sudahlah,,aku lelah dan ngantuk,,cepat tidur,,
ragu ragu Yura kembali merebahkan tubuhnya, karena memang merasa ngantuk dan lelah Yura akhirnya terlelap tidurnya.
__ADS_1