Menikah Karena Terpaksa

Menikah Karena Terpaksa
Part 31


__ADS_3

Raya buru-buru berangkat sekolah, hingga tak menyadari sebuah mobil melaju kencang, hingga kecelakaan tak dapat dielakkan, Raya terpental cukup jauh dari lokasi kejadian, sedangkan seseorang yang berada di dalam mobil merasa syok, karena baru saja menabrak seorang pelajar.


Belum hilang rasa syok dan terkejutnya, sudah ditambah lagi oleh berisiknya kaca mobil yang diketuk, entah berapa orang yang memaksa membuka mobil agar sang pengemudi segera keluar dari mobilnya.


Hingga polisi datang mengamankan pengemudi mobil, jika tidak entah apa yang akan terjadi oleh sopir tersebut.


Raya segera dilarikan ke RS terdekat untuk mendapatkan pertolongan,


keluarga yang mendapat kabar buruk dari polisi segera melancur ke rumah sakit,


Rony tampak syok mendengar putri semata wayangnya mengalami kejadian tragis yang hampir merenggut nyawanya.


Sementara Tina yang masih memadu kasih dengan selingkuhannya, juga sangat terkejut, putri yang sangat disayangi mengalami kecelakaan tragis,


" ada apa?" tanya Tarno melihat kepanikan Tina yang baru menerima telepon.


"Ra,,Raya,,anak ku mengalami kecelakaan,"


"aku harus segera kesana," ucap Tina syok.


"baiklah, aku akan mengantarmu" tawar Tarno yang juga ikut khawatir.


"ti,,tidak,,tidak,,kau disini saja, aku tidak ingin ada yang tau. Tina bergegas memakai bajunya, setelah rapi kemudian mengambil tas nya diatas nakas,


Tarno tampak kecewa dengan kepergian Tina, Tarno sudah jatuh cinta kepada wanita yang baru saja meninggalkan nya, selain urusan ranjang, Tarno juga menaruh hati karena kecantikan Tina yang terjaga meski usia tak lagi muda jika dibandingkan dengan istrinya.


sampainya dirumah sakit, Tina segera memarkirkan mobilnya dan berlari menyusuri lorong rumah sakit menuju UGD dengan perasaan cemas.


"pa,, bagaimana keadaan Raya?" tanya Tina kepada Rony yang juga sedang menunggu dokter selesai memeriksa putrinya.

__ADS_1


"dari mana saja kamu?" bentak Rony, tatapan Rony sengit melihat istrinya juga tidak dirumah saat Rony baru sampai dari perjalanan bisnis nya dan langsung menuju rumah sakit tanpa mengganti bajunya dahulu.


"maafkan mama pa, mama tadi pergi menjenguk Lola yang juga sakit," alibi Tina menutupi kebohongannya.


"ahhh,,sudahlah" ucap Rony frustasi.


Tak lama kemudian, seorang suster keluar dari ruangan pemeriksaan,


"keluarga pasien nona Raya?"


"ya suster, saya papa nya" jawab cepat Rony.


"mohon maaf pak, pasien sedang membutuhkan donor darah, karena pasien kehilangan cukup banyak darah saat kecelakaan terjadi." jelas suster.


"ambil darah saya saja suster," mohon Rony.


"baik, mari pak silahkan melakukan pemeriksaan dahulu untuk mengetahui golongan darah bapak cocok atau tidak dengan pasien." suster membawa Rony kedalam ruangan leb untuk melakukan pemeriksaan.


"bagaimana ini, jika papa tau golongan Raya berbeda dengannya, apa yang harus aku lakukan" cemas Tina bermonolog sendiri.


Tina mondar-mandir karena merasa takut juga gugup menunggu hasil pemeriksaan Rony.


Dari kejauhan tampak Rony berjalan dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.


Setelah mendengar penjelasan suster bahwasanya golongan darah nya dengan Raya putrinya ternyata tidak cocok.


Melihat Rony berjalan semakin mendekat membuat Tina semakin takut karena raut wajah Rony yang berubah dingin.


"pa, bagaimana?" tanya Tina mencoba menyembunyikan rasa gugupnya.

__ADS_1


"Siapa Raya sebenarnya?" tanya Rony penuh penekanan sambil mencengkram kuat lengan Tina.


"auww,,sakit pa" rintih Tina menahan sakit akibat cengkraman kuat tangan Rony.


"maksud papa apa?" Tina berkilah.


"jangan menipuku Tina,"


"kau tau apa yang akan aku lakukan jika kau berbohong kepada ku" ancam Rony penuh penekanan.


"maksud papa apa, mama ga ngerti" Tina masih berkilah.


"kenapa golongan darahku berbeda dengan Raya" bentak Rony.


"hah,,apa pa, kok bisa"? Tina pura-pura terkejut.


"kau jangan menipuku Tina,"


"Yudha dan aku memiliki golongan darah yang sama, sedangkan raya berbeda",


" sedangkan golongan darah Raya juga tidak sama dengan golongan darah mu." ucap Rony panjang lebar menahan emosi.


"mama juga tidak tahu pa",


"kita tanya dokternya saja lah biar lebih jelas," Tina mencoba memberikan alasan.


"ikut aku" Rony menyeret Tina menemui dokter yang merawat Raya.


"jika sampai terbukti kau menipuku,"

__ADS_1


"aku tidak akan mengampuni mu" ancam Rony tegas.


Tina pasrah saat Rony membawanya menemui dokter, dia bingung alasan apalagi yang akan dia katakan untuk membuat Rony tidak memperpanjang masalah itu.


__ADS_2