
Dengan mengantongi izin dari suaminya, Yura mengendarai motor sport Yudha menuju kediaman orang tuanya,
Yura ingin memberikan kejutan untuk orang tuanya dengan datang secara tiba-tiba, tanpa memberi tahu dahulu. tak lupa Yura singgah membeli beberapa cemilan yang menjadi makanan favorit orang tuanya.
Namun saat dalam perjalan, Yura merasa ada yang tengah membuntutinya, melirik kaca spion depan, namun tak terlihat tanda-tanda nya sang penguntit, sehingga Yura kembali santai mengendarai motor nya.
Naas ketika sampai di persimpangan jalan, tiba-tiba sebuah truk dengan kecepatan tinggi, melaju kearah Yura, Yura yang terkejut hingga membuatnya panik seketika, dan kecelakaan tak dapat dielakkan, Yura terlempar cukup jauh dari tempat kejadian, motor yang dikendarai Yura rusak parah, sementara supir truk berhasil melarikan diri,
Orang-orang yang melihat kejadian naas tersebut segera memberikan pertolongan kepada korban, Yura segera dilarikan ke RS terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Tas Yura yang masih menggantung di bahunya, segera diperiksa oleh petugas kepolisian guna untuk mencari informasi keluarga korban. dan memberi tahu keluarga nya.
Sementara Yudha yang sedang rapat, merasakan kegelisahan yang membuatnya tak nyaman, dan tak fokus mendengar persentase salah satu karyawan nya.
Handphone Yudha berbunyi memecahkan rapat, karena tak fokus Yudha lupa untuk menonaktifkan handphone nya.
Yudha melirik sekilas handphone nya, sebelum men silent handphone nya, tertera nama Yura istrinya, tanpa buang waktu, Yudha segera mengangkat panggilan telepon nya.
"*assalamualaikum,,sayang, mas lagi rapat, nanti mas hubungi lagi".
"selamat siang,,maaf dengan suami nona Yura,," suara bariton laki-laki.
Yudha mengerut kan alisnya, ketika mendengar suara laki-laki
"siapa ini, kenapa handphone istri saya ada padamu?" tanya Yudha penasaran.
__ADS_1
"maaf pak, ini benar suami nona Yura?" tanya polisi lagi.
"ya benar, saya suaminya,"
"maaf pak, istri bapak mengalami kecelakaan, dan sekarang sedang dirumah sakit Cinta Bunda".
"apa!!!" dunia seakan runtuh mendengar istrinya mengalami kecelakaan, handphone Yudha terjatuh setelah mendengar kabar duka, luruh sudah tubuh Yudha merosot kelantai karena kaki yang tak mampu lagi berpijak.
Semua bayang bayang istrinya berputar di kepala nya.
senyumnya, tawanya,, bawel dan cerewet nya, seakan menghilang dengan kabar yang Yudha terima hari ini.
" halo,,halo pak,,bapak masih disana". panggil polisi berulang kali.
Menyadari telepon masih tersambung, Yudha segera mengambil handphone nya kembali,
Dengan langkah cepat Yudha kembali keruang rapat dan menutup rapat untuk sementara waktu.
"semuanya,,mohon maaf sebelumnya,,rapat hari ini saya tunda dulu,
"saya masih ada urusan penting," ucap Yudha tegas dan meninggalkan ruang rapat tanpa menjelaskan apa pun.
Yudha bergegas ke ruangannya, menyambar jasnya dan kunci mobil dengan cepat, berharap agar segera sampai ke rumah sakit.
Beruntung di jam ini, jalanan tidak begitu macet, sehingga tak membutuhkan waktu lama, Yudha sudah sampai di rumah sakit, setelah memarkirkan mobilnya, Yudha segera berlari menyusuri lorong rumah sakit, tempat yang pertama di tujuh adalah di UGD.
__ADS_1
Terlihat seorang pria berseragam polisi tengah duduk dengan seorang wanita yang masih tersisah bercak darah di baju dan hijab nya, dan sekilas terlihat tengah memegang tas Yura yang di pakai siang ini.
"pak, bagaimana keadaan istri saya" tanya Yudha khawatir setelah menghampiri polisi tersebut.
"bapak suami nona Yura?" tanya polisi memastikan.
"ya, saya suaminya pak," jelas Yudha.
"nona Yura masih di tangani oleh dokter,,
"bagaimana kronologi kecelakaan nya pak,?"
"kami masih mendalami kasus ini pak, rekan saya sedang melakukan penyelidikan di TKP.
"tapi sepertinya, ini bukan murni kecelakaan,,tapi seperti sebuah kesengajaan." ucap polisi lagi.
"saya ingin kasus ini di selidiki pak, saya ingin pelaku nya tertangkap," geram Yudha,
sepertinya Yudha mulai curiga dengan ibu tirinya dan Dinda, namun Yudha belum mempunyai bukti yang kuat untuk bisa menyeret mereka berdua.
"pak bolehkah saya juga ikut menyelidiki kasus ini? tanya Yudha kepada polisi itu.
"sepertinya tidak perlu pak, saya dan rekan kerja juga anggota kepolisian yang lain akan berkerja semampu kami untuk bisa menemukan pelaku, dan segera menangkap nya.
"baiklah pak,,saya serah kan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwajib, Yudha akhirnya menyerahkan kasus kecelakaan istrinya kepada kepolisian,
__ADS_1
Tapi bukan Yudha namanya jika hanya menunggu dan berpangku tangan menunggu polisi berhasil menangkap pelakunya,
Yudha akan melakukan penyelidikan secara diam-diam, tanpa diketahui oleh polisi ataupun keluarga yang lain.