Menikah Karena Terpaksa

Menikah Karena Terpaksa
Part 45


__ADS_3

Dikantor, Ronny termenung, masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Leon, asisten nya, sepertinya tidak ada salahnya jika ia mengikuti saran Leon untuk mengawasi Tina dari jauh,


Ronny menghubungi seseorang yang ahli didalam intai mengintai, sahabat lamanya yang sudah lama tidak bertemu,


Setelah sepakat dengan sahabat nya yang bersedia membantu nya, Ronny kembali bekerja,


Tidak membutuhkan waktu yang lama, sore harinya, sahabat nya yang bernama Bobi sudah memberinya laporan yang membuatnya merasa sangat syhok dan bodoh,


"kurang aja, jadi selama ini dia sudah membohongiku" geram Ronny meremat handphone yang digenggamnya.


"aku akan membuat perhitungan dengan.mu, dasar wanita j*l*Ng" geram Ronny lagi penuh emosi.


Ronny segera menyelesaikan pekerjaan nya, Ingan rasanya dia cepat-cepat pulang, untuk memberikan pelajaran kepada Tina, terlebih ingin rasanya dia mencekik Tina hingga meregang nyawa,


Malam harinya, Ronny tiba dirumah nya, tampak Tina dengan senyum sumringah nya menghampiri Ronny yang baru masuk kedalam rumah,


"papa sudah pulang, mama hari ini masak spesial loh untuk papa" ucapnya sambil bergelayut manja di lengan Ronny,


Ingin rasanya Ronny menghempaskan tangan Tina yang sangat menjijikkan bagi Ronny sekarang, tapi demi untuk mengumpulkan semua bukti-bukti agar dengan mudahnya ia menghancurkan balik Tina, semua rasa jijik itu, Ronny tahan.


"papa capek ma,,mau istirahat," tolak Ronny halus, yang sudah menahan dirinya agar tidak meluapkan emosi nya yang sudah berada di ubun-ubun,


"ya Uda, papa mandi aja dulu biar seger, nanti mama antar kekamar aja makan malamnya" ucap Tina lembut, berusaha menarik simpati Ronny.


Sayang nya Ronny sudah terlanjur tau kebusukan Tina yang selama ini di tutupin oleh Tina, sehingga sikap Tina yang manis tak terlihat lagi Dimata Ronny, malah terlihat sangat menjijikkan bagi nya.


Setelah melihat Ronny sudah berjalan menuju kamar nya, Tina segera menyiapkan makanan untuk suaminya, berharap malam ini Tina bisa menaklukkan kembali suaminya yang sebelumnya tidak pernah bisa menolak pesonanya di atas ranjang.


ceklek,,pintu kamar di buka oleh Tina, tapi sejenak menghentikan langkahnya karena melihat Ronny yang sudah tertidur pulas di ranjangnya,


"oh,,ya ampun,,apa selelah itu dia, sehingga melewatkan makan malamnya,


"dan apa ini,,gagal dong rencana ku" racaunya pada dirinya sendiri.


Tina meletakkan nampan berisi makan malam Ronny diatas meja, dengan hati-hati Tina menyentuh bahu Ronny, berniat untuk membangun kan nya,


"pa,,papa,,bangun pa,,makan malam dulu" Tina menggoyang goyangkan bahu Ronny pelan,


"aku lelah Tina,,bisa tidak, jangan menganggu ku tidur," kesal Ronny yang merasa terganggu dengan suara berisik Tina yang terus memanggil-manggil namanya,


"tapi papa belum makan malam"


"ah,,aku tidak perduli, aku lelah" menepis kasar tangan Tina yang masih menyentuh bahu nya.

__ADS_1


Tina akhirnya menyerah, dan beranjak dari duduknya meninggalkan Rony serta membawa nampan yang berisi makan malam, untuk dikembalikan ke dapur.


Setelah memastikan Tina sudah pergi dari kamarnya, Ronny segera bangun dan menelepon Leon, untuk menjalankan misi nya,


Tak lama terdengar suara mobil keluar dari garasi , segera Ronny beranjak bangun, mengintip untuk memastikan siapa yang keluar, ternyata Tina istrinya,


"Hem,,mau kemana wanita itu malam-malam begini"


"aku harus mengikuti nya" Ronny bermonolog sendiri, dan bergegas mengambil kunci mobil untuk mengikuti Tina, tak lupa pula ia menghubungi Leon agar segera menyusul nya,


Ronny mengikuti Tina hingga sampai di sebuah vila yang sederhana, Ronny mengerutkan keningnya, sepertinya tidak asing dengan bangunan villa yang masih sederhana itu,


Ronny menghubungi Leon kembali, dan meng Sherlock lokasi nya agar Leon segera sampai


Tak berselang lama, Leon sudah sampai dan bertemu dengan Ronny,


Sementara, didalam villa itu, Tina memadu kasih dengan Marko mantan kekasihnya, bagaimana tidak, saat tadi dirumah dia meminum pil perangsang untuk nya dan satu lagi untuk Ronny berharap dapat melakukan penyatuan kepada suaminya, tapi ternyata Ronny malah tertidur, Tina yang sudah terlanjur minum, membutuhkan fatner untuk pelepasan syahwat nya yang terlanjur memuncak.


Bersamaan dengan itu, Ronny dan Leon masuk dengan cara mendobrak pintu kamar dengan kasar, dan apa yang dilihatnya,,sangat membuatnya jijik dan muak, bagaimana tidak jijik, Tina yang kala itu sedang bugil bersama Marko mantan kekasihnya yang berada diatasnya memegang kendali permainan kuda-kudaan.


Tina sangat syhok dan terkejut, dengan cepat menarik selimut menutupi tubuh polosnya,


"masih punya rasa malu?!" senyum Ronny penuh penghinaan, menatap tajam kearah Tina,


"mulai hari ini, kau bukan istriku lagi, aku menceraikan mu" tegas Ronny dan berlalu meninggalkan kamar yang berisi manusia yang menjijikkan.


"pa,,papa,,tunggu pa,,mama bisa jelaskan,," Tina berlari mengejar Ronny, namun terhalang oleh Leon,


" minggir kau,,aku tidak ada urusannya dengan mu" geram Tina,


"maaf nyonya, urusan anda dengan tuan Ronny sudah selesai" tegas nya,


"minggir,," Tina berusaha mendorong Leon agar menyingkir menghalangi jalan nya mengejar Ronny.


Seakan tak bergeming sedikitpun, Leon masih menahan Tina dengan membuang mukanya kearah lain, karena selimut Tina sedikit melorot dan menampakkan dua buah gunung kembarnya yang menonjol,


"pakailah baju mu nyonya" tegasnya dan meninggalkan Tina yang masih mematung karena ucapan Leon yang menohok, karena sibuk mengejar Ronny, Tina sampai tidak sadar bahwa dia hanya memakai selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


Sementara Marko, merasa senang, karena sebentar lagi, dia akan kembali memiliki Tina seutuhnya,


"Marko, apa yang kau lakukan, cepat pakai bajumu, bantu aku untuk menjelaskan kepada Ronny,"


"kau saja, aku sudang bahagia,,jangan ganggu kebahagiaan ku"

__ADS_1


"apa maksudmu,,jangan bilang kau bahagia karena Ronny akan menceraikan aku? kau gila" sampai kapanpun aku tidak ingin bercerai dari Ronny,," kesalnya sambil memakai bajunya dengan cepat,


Tina berlari menuju halaman, berharap masih sempat mengejar Ronny, tapi ketika sampai di halaman, ternyata Ronny masih duduk dengan santai bersama asistennya,


Tina berlari dan bersimpuh dipangkuan Ronny,


"pa,,hiks,,hiks,, maafkan mama pa,,mama salah, mama khilaf"


"aku tidak akan pernah memaafkan mu"


"pulanglah,,kemasi barang-barang mu," ucap nya datar,,


"ga pa,,mama ga mau,," hiks hiks,,Tina menangis histeris,


Sementara, Marko berjalan santai tanpa rasa bersalah sedikitpun, menghampiri Tina dan menariknya ke dalam pelukannya nya, melihat itu, Ronny merasa semakin muak dan jijik, dan tanpa aba-aba Ronny memberikan bogem mentah tepat di wajah Marko,


Bugh,,bugh,,bugh,,


"ini untuk pecundang seperti mu" cih,,Ronny meludahi wajah Marko yang masih berbaring di tanah karena mendapat serangan dari Ronny yang mendadak,


Sementara Tina semakin menangis histeris melihat Marko yang babak belur dihajar Ronny,


"sudah pa,sudah,,jangan di pukul lagi," racau Tina memeluk Ronny, agar tidak lagi memukul Marko.


"kau membelanya,,cih" Ronny menatap jijik ke arah Tina dan mendorong kasar tubuh Tina, sehingga Tina terjengkang dan terjatuh ke lantai.


Melihat itu, Marko tidak tinggal diam, segera dia menarik pelatuk senjatanya mengarahkan ke arah Ronny, melihat itu, dengan cepat Leon mendorong tubuh Ronny,,


dor,,,


" tuan awas,,," teriak Leon bersamaan dengan suara letusan senjata,,


Leon tergeletak bersimbah dara, peluru itu telah mengenai perutnya, melihat itu, Ronny bangun segera menghampiri Marko untuk kembali menghajarnya, namun belum sempat Ronny menjangkau Marko, suara tembakan beruntun terjadi lagi,


dor,,dor,, peluru menembus jantung Ronny, Ronny ambruk seketika dengan tubuh berlumuran darah, Tina semakin menangis histeris,,


"papa,,,,hiks,,hiks,,," memeluk Ronny yang sudah tak berdaya,


"ak,,ak,,aku,,membencimu," Suara Ronny terbata-bata


"kau bu,,bukan,,is,,istriku ,,la,,lagi,," Ronny menghembuskan nafas terakhirnya,


"papa,,,!!!? eriak Tina histeris,,

__ADS_1


"kau,,kau membunuh nya,,!!!" teriak Tina menatap tajam kearah Marko,


__ADS_2