Menikah Karena Terpaksa

Menikah Karena Terpaksa
Part 25


__ADS_3

Diruang kerjanya, Yudha segera mengecek cctv tersembunyi yang sudah di pasang sekian lama, tanpa ada yang mengetahui nya.


Dengan seksama, Yudha memperhatikan layar monitor di laptopnya. Yudha merasa geram dengan tingkah laku Tina mama tiri nya,


"terlalu banyak yang ikut campur dalam urusan rumah tangga ku," geram Yudha menggenggam tangan nya menahan emosi.


"sudah saatnya aku harus bertindak,"


"aku harus menjauhkan Yura dari si rubah betina Dinda dan manusia serigala Tina,".


Yudha merasa geram dan emosi ketika melihat layar monitor cctv nya, sebenarnya sudah lama Yudha mengetahui rencana jahat Tina yang bersih keras untuk menjodohkannya dengan Dinda, agar bisa menguasai seluruh harta keluarga Raditya.


Namun hanya mengawasi dari jarak jauh saja, dan sepertinya Yura juga bisa mengatasinya. tapi untuk kali ini sudah keterlaluan sekali, dengan berniat untuk memisahkan Yudha dan Yura dengan alasan keturunan.


"memang nya kenapa kalau Yura belum hamil, dan aku juga tidak terlalu memaksakan itu,,


"tenang lah sayang, mas akan membawamu pergi jauh dari mereka," Yudha berkata pada dirinya sendiri.


setelah dirasa cukup mengetahui apa penyebab istri kecilnya menangis Yudha kembali masuk kedalam kamar nya.

__ADS_1


Dilihat wajah sedih istrinya yang sedang terlelap, lama Yudha menatap wajah Yura, dan mendaratkan kecupan singkat di dahi, pipi dan bibir Yura, kemudian ikut tidur di samping Yura dan memeluknya.


Karena lelah menangis, Yura tak menyadari sejak kapan suaminya masuk kedalam kamar, merasa ada sesuatu yang memeluk erat tubuhnya, Yura perlahan membuka matanya, dengan tersenyum melihat wajah suaminya yang sudah tertidur pulas, Yura menyentuh wajah suaminya dan tersenyum,


"aku terlalu lama menangis dan merasa lelah, sampai ketiduran, hingga tak kusadari mas Yudha sudah ada disini," ucap Yura dalam hati.


Melihat waktu yang menunjukkan pukul dua dini hari, Yura tidur kembali, sejenak Yura melupakan ucapan sang mertua yang sangat menjengkelkan bagi Yura.


keesokan harinya, Yura berencana untuk pergi ke rumah orangtuanya, karena sudah lama tidak bertemu dengan ayah dan ibunya, juga kedua kakaknya.


setelah menyiapkan semua keperluan suaminya, Yura keluar kamar dan turun menuju dapur membuat sarapan untuk suaminya,


oleh sebab itu, Yura selalu menyempatkan waktu untuk memasak makanan kesukaan suaminya.


Yudha terbangun ketika tidak menemukan istrinya di kamar, segera Yudha bangun dan memakai pakaian nya yang sudah disiapkan oleh Yura. dan segera menyusul istrinya di dapur.


"istri mas lagi masak apa nih, harum banget," ucap Yudha sambil memeluk Yura dan menghirup ceruk leher Yura.


"astaghfirullah,, ya ampun mas, ngagetin aja sih" protes Yura yang merasa terkejut , dan kembali melanjutkan aktivitasnya.

__ADS_1


"mas,,ihh,, awas dong,,aku lagi sibuk ni," protes Yura, karena Yudha semakin mengeratkan pelukannya.


"kangen sayang,," ucap Yudha tanpa dosa.


"kangen dari Hongkong,,tiap hari jumpa juga" sewot Yura.


Yudha terkekeh geli melihat Yura kesal, terlihat semakin menggemaskan.


"mas Uda dong,,ga malu apa dilihat sama bibi," protes Yura sambil menunjuk si bibi yang sedang membantu membuat sarapan.


"bibi ma tidak lihat kok non," ucap bibi tersenyum.


"tuh kan,,bibi aja ga merasa terganggu juga" bela Yudha.


"au ah" kesal Yura.


"iya,,iya,,jangan ngambek gitu dong sayang.


"iya nih mas duduk sekarang,," perlahan melepaskan pelukannya dan duduk di kursi makan.

__ADS_1


Yudha terus menatap Yura, istrinya itu sangat cekatan, tak berlangsung lama, sarapan pagi sudah tersusun rapi di atas meja makan, dan mereka sarapan bersama dengan semua penghuni rumah.


__ADS_2