
Yudha dan Yura sampai di lantai 15 dimana letak ruangannya berada,,
"kenapa masih cemberut Hem,, tanya Yudha saat baru keluar dari lift, dan berjalan menuju ruangan nya,
"hufh,,Yura mendengus kasar,,
"itu bukan jawaban Yura,,kesal Yudha.
"tunggu,,,Yura menghentikan langkahnya,,
"ada apa? tanya Yudha bingung,
" mas disini dulu, biar aku yang jalan duluan, pinta Yura.
"kamu mau apa? tanya Yudha semakin penasaran, tapi Yudha menuruti keinginan Yura,
itu sekertaris nya mas kan, tunjuk Yura pada seorang wanita yang sedang duduk dimeja yang sedang fokus pada komputer nya.
Yudha mengangguk kan kepala nya.
"ya sudah, mas disini dulu,,
Yura berjalan lebih dulu dan menghampiri sekertaris yudha
sementara Yudha hanya mengamati apa yang akan dilakukan istri kecilnya.
"permisi Mbak,,sapa Yura pada wanita yang sedang fokus menatap komputer nya.
"ya,,ada yang bisa saya bantu nona? tanya Lisa sopan, Lisa adalah nama sekertaris yudha. mendongakkan kepalanya menatap Yura lembut.
"mas Yudha nya ada mbak? tanya Yura sopan.
"maaf sebelumnya,,kalau boleh tahu nama nona siapa?
"saya Yura mbak,
"saya mau bertemu mas Yudha,,
"oo,,maaf nona Yura,,pak Yudha sedang tidak ada di ruangannya,
"beliau pergi menjemput istrinya di lobi,
"mohon tunggu sebentar, mungkin tidak lama lagi akan datang,,jelas Lisa panjang lebar.
"baiklah kalau begitu,,saya tunggu saja disini,,lanjut Yura
"mari Nona,, silahkan duduk,,Lisa mempersilahkan Yura duduk di sofa bersebelahan dengan ruangan Yudha,
"mau minum apa nona? tawar Lisa.
"tidak usah, terimakasih,,ucap yura tulus.
__ADS_1
"baik,, kalau begitu, saya tinggal dulu, masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan,,pamit Lisa.
"ya terimakasih banyak mbak, maaf merepotkan mbak nya,
"tidak masalah nona,,Lisa berjalan meninggalkan Yura berjalan menuju meja kerjanya.
Yura menatap Yudha dengan memberikan kedua jempol tangan nya sebagai penilaian atas keramahan Lisa.
Yudha, dengan menggelengkan kepalanya menatap Yura dan berjalan menuju ruangan nya.
melihat Yudha, Lisa langsung berdiri dan memberi tahu keberadaan Yura yang sedang mencarinya.
"maaf pak,,ada tamu mencari bapak,,hormat Lisa.
Yudha hanya mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban dan menghampiri Yura.
"bagaimana,,sudah puas wawancara nya Hem,,
"puas sekali,, hehehe tawa Yura
"ada-ada saja kau ini,,ucap Yudha yang masih merasa aneh dengan sikap Yura.
"loh pak,, maksudnya bagaimana ya?
"siapa yang di wawancara?, tanya Lisa bingung.
"ya kamu lah yang diwawancarai oleh istri saya, jawab Yudha cepat.
"nona Yura istri bapak,,ucap Lisa terkejut.
"tidak apa-apa buk, hanya saja saya masih bingung, balas Lisa cepat.
"daaa Mbak Lisa,, terimakasih banyak ya Uda baik sama aku,,tulus Yura meninggalkan Lisa masuk ke dalam ruangan Yudha,
"ahh ternyata itu nona Yura istri pak Yudha, untung saja ga bikin malu,,lega Lisa.
"coba ceritakan semua sama mas kejadian di lobi tadi,,Yudha bertanya lagi sambil duduk menatap Yura.
"ga ah,,males bahas itu,,elak Yura.
"kenapa,,hemm,,
"merusak mood mas,,ketus Yura,
"oo ya satu lagi,,pokoknya itu karyawan yang bertugas di meja resepsionis,,harusnya lebih ramah dari sekertaris nya mas lah,Yura mulai kesal.
"hanya karena melihat penampilan yang biasa aja,,terus seenaknya mereka menghina,,Yura ga suka, protes yura.
"terus maunya nyonya Yudha bagaimana,,tanya Yudha bercanda,,
"apaan sih ga lucu,,ketus Yudha,
__ADS_1
"yang mau melawak siapa?? bela Yudha
"ya Uda nanti mas kasih SP buat mereka,,Uda dong jangan cemberut gitu,,,ga manis rayu Yudha,
"mana duitnya,,Yura to the points,,
kemudian Yudha berjalan menuju meja kerjanya, dan menarik laci meja dan mengeluarkan beberapa ikat uang pecahan berwarna merah sebanyak 20 ikat.
"segini cukup,,tanya Yudha santai,,
"Masya Allah,,banyak banget mas,,pekik Yura tak percaya.
"emang kamu mau belanja di mana sih,,pakai uang tunai, tanya Yudha penasaran.
"aku cuma pengen belanja di supermarket dan di pasar,, antusias Yura.
"kalau belanja di supermarket kan bisa pakai ATM,,
"iya sih,,tapi habis itu aku pengen belanja di pasar,,Yura antusias.
"kan ga mungkin belanja pakai ATM mas,,sewot Yura.
"mas kan cuma tanya, kok malah sewot sih,,
"hehehe ga sewot loh mas ganteng,,rayu Yura,
"ya Uda aku pamit ya,,Yura menarik punggung tangan suaminya dan mencium dengan hikmat.
"kamu sama siapa? tanya Yudha lagi memastikan,,
"sama Sule lah mas,,
"ya Uda hati-hati di jalan, jangan ngebut,,pesan Yudha,
"siap pak bos,, pamit Yura sambil memberi hormat kepada suaminya seperti seorang siswa SMA,
"saatnya menghabiskan uang suami,,semangat Yura,,
Yudha yang mendengar suara yura hanya memandang lucu ,dan tersenyum, setelah Yura keluar dari ruangannya dengan cepat Yudha menghubungi Deni untuk segera menyuruh anggota nya untuk melindungi Yura secara sembunyi sembunyi tanpa sepengetahuan dari Yura sendiri.
"baik tuan,,patuh Deni,
"saya akan melakukan apa yang tuan pinta,,
"lakukan tugasmu, aku sangat khawatir, sebab Yura mengendarai motor nya sendiri.
"nona naik motor tuan, tanya Deni terkejut.
"ya motor ku yang berada di garasi sudah jarang ku pakai, jelas Yudha,
"keren ya nona Yura,, antusias Deni.
__ADS_1
"jaga dia untukku,,tegas Yudha dan menutup Panggilan telepon nya.
"aku jadi penasaran,, seperti apa nona Yura naik motor sport, ucap Deni dalam hati.