Menikah Karena Terpaksa

Menikah Karena Terpaksa
Part 50


__ADS_3

Satu bulan lamanya Yudha berlibur bersama istrinya, sampailah mereka tiba waktunya untuk pulang, rasanya satu bulan masih belum cukup untuk menggantikan waktu yang hilang 1 tahun yang lalu, karena kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya.


Tapi jika terus-terusan libur, kasihan dengan Deni yang sudah begitu banyak berkorban untuk nya, mengabaikan kebahagiaan nya sendiri, sudah waktunya, dia mengambil alih tanggung jawab sepenuhnya terhadap perusahaan yang selama ini diwakilkan oleh Deni.


"sayang,,ayo,"


"tunggu sebentar,,"


"cepatlah,,"


"hemmmm,," menghembuskan nafasnya pelan,


"kenapa?" memandang wajah kesal Yura,


"tunggu sebentar,,perutku Ra,,,,,huek,,huek,," langsung berlari menuju kamar mandi memuntahkan semua isi perut nya yang baru diisi oleh sarapan pagi tadi.


"sayang kenapa?" mengejar Yura dan memijat lembut tengkuk leher Yura,


"kamu sakit" tanya nya khawatir,


Yura hanya menggeleng sebagai jawaban, karena masih sibuk memuntahkan isi perutnya,


Keringan dingin mengucur di kening Yura, sejenak menyenderkan kepalanya di dinding, setelah selesai muntah,


"sayang, kamu pucat sekali, ayo kita kedokter" ucapnya semakin khawatir, melihat sang istri terkulai lemas setelah muntah-muntah,


Yudha menggendong Yura ala bridal style membawa Yura ketempat tidur, dan membaringkan nya dengan hati-hati,


segera dia menelepon dokter Antonio sahabat nya sekaligus dokter pribadi keluarga Raditya.


"ada apa?" jawab Antonio malas,


"hei,,kamu mau aku pecat" kesal nya


"ck,,kau selalu mengancam, tidak kasihan kah kau sedikitpun dengan ku"


"kenapa?" tanya nya datar


"huff,,aku sedang galau, kenapa aku selalu kalah,"


"hei,,bisa tidak langsung saja ucapkan maksud mu"

__ADS_1


"ck,,iya iya,, suster nila menolak ku, dia malah dengan terbuka mengatakan kalau dia tertarik dengan Deni, asisten mu"


"menyebalkan sekali, cukup dengan mu saja aku kalah bersaing, kenapa harus dengan asisten sialan mu itu" kesalnya menggebu,


"hahahaha,,"


"lalu aku harus apa?"


"tidak ada, aku hanya kesal"


"ck,,apakah Deni tau tentang hal ini?"


"sepertinya tidak, tapi saat aku tanya apakah dia ada tertarik dengan nilla, dan dia menjawab acuh, bahwa tidak tertarik sama sekali"


"baguslah,,cepat kau datangi saja orang tua nya jika kau sudah memantapkan pilihanmu"


"ya kau benar, kenapa tidak kepikiran kesana ya?"


"dasar bodoh, cepatlah kemari, istri ku sangat lemah saat ini"


"tadi dia muntah-muntah"


"ck,,mang dasar,, Yudha,," menggeleng kan kepalanya dan bergegas menuju ke tempat Yudha,


Tak berselang lama, Antonio sudah sampai di villa tempat Yudha berlibur, karena lokasi nya yang tidak begitu jauh dari rumah Antonio.


"kau baru sampai, cepatlah"


Antonio memutar bola matanya malas, melihat kebucinan Yudha yang selalu berlebihan jika berhubungan dengan Yura,


Sampai dikamar, Antonio mulai mengeluarkan peralatan medisnya, ketika Antonio ingin memeriksa mendadak Yudha menghentikan gerakannya,


"tunggu,,"


"apalagi?"


"kenapa kau yang memeriksa, kemana sustermu itu?"


"ck,,kau yang menyuruhku cepat datang, mana sempat aku terpikir kesana" Antonio menggelengkan kepalanya kesal,


"cepat kau hubungi sustermu, jangan sentuh istriku"

__ADS_1


"ck,,iya tunggu sebentar" pasrah Antonio, malas berdebat karena suasana hati nya masih belum baik.


Antonio segera menghubungi dokter Clara, yang bekerja di rumah sakit yang sama dengannya. dan dia menyuruh dokter Clara agar cepat datang,


Sambil menunggu dokter Clara datang, Yudha memijat lembut kaki Yura, rasanya dia tidak tega melihat istrinya yang kemarin masih terlihat baik-baik saja, namun pagi ini terlihat pucat dan lemas,


Yudha berharap Yura baik-baik saja, terlepas setahun dia tidak menjaganya, jika mengingat itu, Yudha merasa sangat sedih,


Dokter Clara sudah tiba di villa, dan segera memeriksa Yura, senyum mengembang di bibir dokter Clara,


"selamat ya tuan, nona Clara positif hamil"


"apa!!! istriku hamil!!" Yudha merasa terkejut dan juga senang,


"benarkah istriku hamil dokter?" tanya Yudha tak percaya sambil memeluk Antonio sesaat,


"selamat ya bro, bentar lagi aku punya ponakan" Antonio ikut merasa senang


"nona Yura hanya butuh istirahat, dan ini resep obat anti mual nya dan vitamin, berikan kepada nona Yura jika sudah bangun",


"dan jangan lupa bawa nona Yura periksa ke dokter saja biar lebih jelasnya, karena saya hanya dokter umum" ucapnya sopan.


"terimakasih dokter"


"sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu" pamitnya pada Yudha dan Antonio , kemudian keluar dari kamar Yura dan kembali kerumah sakit.


Yudha segera memberitahu kabar bahagia ini kepada seluruh keluarga Yura, setelah itu dia juga menghubungi Deni, menanyakan bagaimana keadaan Tina disana, setelah mendengar keadaan Tina yang dinyatakan gila,dan di rawat di RS jiwa, Marko yang mendekam di penjara karena terbukti membunuh Ronny, sedang kan Raya karena tidak terlibat sama sekali dengan pembunuhan Ronny, di bebaskan dan dikirim keluar negeri untuk melanjutkan pendidikannya, yang dibiayai oleh Yudha, karena bagaimanapun Raya pernah menjadi bagian dari keluarganya, meskipun sekarang sudah terbukti kalau Raya bukan adik kandungnya.


Yudha merasa lega, dengan kehadiran calon bayi di dalam rahim Yura, telah merubah keputusan Yudha yang semula ingin membalas dendam dan menghancurkan mereka, tapi tanpa membalas nya pun, mereka sudah mendapatkan ganjaran dari perbuatannya.


Setelah Yura bangun dari tidurnya, dan mendengar kabar bahagia, Yudha memutuskan akan terus tinggal di villa yang jauh dari keramaian kota, melengkapi villa nya dengan fasilitas lengkap yang dibutuhkan selama Yura hamil dan melahirkan,


Kebahagiaan Yudha dan Yura semakin lengkap dengan kelahiran bayi mereka yang ternyata kembar, Mereka bersyukur atas karunia yang telah Allah berikan,


Mereka pernah kehilangan calon anaknya, dan kini sudah diganti langsung dua sekaligus, sungguh nikmat mana lagi yang kau dustakan.


"_____SEKIAN_____TAMAT___


Terimakasih semuanya ๐Ÿค—, mungkin ada yang bertanya kok cuma segini cerita nya, Mohan maaf sebelumnya,, author lagi banyak urusan, terlebih lagi masuk ajaran baru sekolah, dan si kakak masuk sekolah baru di SMP, jadi waktu tenaga dan fikiran masih terfokus ke sana dulu, menghalunya di pending dulu, hehehe๐Ÿ˜


Terimakasih atas like nya, komen nya dan juga dukungan nya, author sangat berterimakasih sekali๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿค—, salam kenal dan salam hangat dari author untuk semua pembaca yang telah mampir di novel author yang masih banyak kekurangan nya๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2