Menikah Karena Terpaksa

Menikah Karena Terpaksa
Part 33


__ADS_3

Yudha sampai di rumah sakit tepat pukul 12 malam, suasana lorong rumah sakit yang sepi, membuat bulu kuduk berdiri, tapi tidak bagi Yudha, baginya sudah biasa,


Yudha membuka pintu kamar tempat Raya di rawat, hanya ada Tina saja yang sedang tertidur di sofa, sedangkan papa nya tidak ada,


Yudha kembali menutup pintu dengan pelan, saat membalikan badannya, Rony sudah ada dibelakang hingga membuat Yudha terkejut.


"ya ampun papa!! ngagetin aja" Yudha mengelus dadanya karena terkejut.


"kenapa! kamu takut?" Rony menaikkan sebelah alisnya.


"bukan pa,,hanya terkejut saja" jelas Yudha.


"bagaimana kondisi Raya pa?"


"kemarilah,," Rony membawa Yudha menuju taman rumah sakit.


Yudha mengikuti kemana ayahnya membawanya.


sampai di taman, mereka duduk disebuah bangku kosong, suasana kembali diam dengan pikiran masing-masing.


"ada apa pa?" Yudha mengawali percakapan nya karena menatap sang papa yang terlihat lesu dibawah lampu yang temaram.

__ADS_1


"hemm,, Rony membuang nafasnya kasar,,


"Raya bukan anak papa."


"Tina telah membohongi papa selama ini, papa sangat menyayangi Raya, apa yang harus papa lakukan yud?" Rony tampak lesu dan sedih.


"maksud papa?" Yudha kembali menatap papa nya.


"Raya bukan adik mu" menatap Yudha mengangguk kan kepala nya,,


"papa yakin?" Yudha masih belum percaya, karena dia juga sangat menyayangi Raya sebagai adiknya.


Rony memberikan secarik kertas hasil tes DNA siang tadi kepada Yudha.


"lalu siapa ayahnya Raya pa?" Yudha bertanya sambil membuang wajahnya kesamping menyembunyikan kesedihannya.


"papa juga tidak tahu yud, begitu rapi Tina menyembunyikan fakta ini, kebohongan sebesar ini, papa seperti pecundang yang mudah untuk di bohongi." Rony menahan emosi nya.


"Yudha akan cari tau pa" berdiri dan berlalu meninggalkan papa nya yang masih duduk di taman dengan perasaan campur aduk.


Yudha kembali ke mobilnya, dengan kuat Yudha meremat setir mobil dan menelungkup wajahnya,,

__ADS_1


" bodoh,,bodoh,, sudah terlanjur menyayanginya tapi apa?"


"dia bukan adik ku,,brengsek,!!" Yudha berteriak penuh emosi,


Yudha menghidupkan mesin mobilnya dan melaju cepat meninggalkan rumah sakit, rasa kecewa dan sakit hati tengah menguasai dirinya hingga tak berniat untuk menjenguk Raya yang masih terbaring lemah di brangkar rumah sakit.


Yudha menghubungi Deni asistennya, setelah selesai bicara di telepon, Yudha segera mengarahkan mobilnya menuju apartemen Deni.


Tak butuh waktu lama Yudha sudah berada di apartemen Deni, Deni yang memang sudah menunggu bos nya sejak menerima telepon tadi segera menyambut kedatangan bos nya itu.


"tuan" sapa Deni yang baru membuka kan pintu untuk Yudha.


Yudha hanya mengangguk kan kepala tanpa menjawab sapaan Deni, dan segera merebahkan tubuhnya yang lelah, lelah hati dan pikiran tepatnya.


bagaimana tidak lelah, belum juga selesai persoalan Yura, sudah ditambah lagi dengan masalah Raya uang ternyata bukan adik kandungnya.


Kecewa,,tentu saja Yudha kecewa, dan merasa bodoh karena telah dibohongi oleh ibu tirinya Tina.


Belasan tahun menyayangi orang lain yang tidak memiliki ikatan darah sedikit pun dengan dirinya.


" Tuan," panggil Deni pelan dan hati-hati karena melihat sang bos tengah memejamkan matanya.

__ADS_1


Yudha membuka perlahan matanya melihat Deni memberikan segelas teh hangat yang diletakkan di atas meja.


Yudha membetulkan posisi duduknya dan menikmati segelas teh hangat, yang mungkin bisa membuat dirinya sedikit rileks.


__ADS_2