
Sementara di desa, Yura mengurung diri di kamar, perasaannya gelisah yang tak kunjung hilang dari saat Yudha berpamitan dengan nya.
"Sebenarnya ada apa ini, mengapa perasaan ku sangat gelisah dan takut" Yura berucap sendiri.
"semoga saja mas Yudha baik-baik saja" mencoba menghubungi Yudha, namun berkali-kali Yura menghubungi nya tetap tidak bisa, Yura semakin gelisah.
Yura berdiri di depan jendela kamar nya yang menghadap ke arah luasnya hamparan sawah, sejenak Yura merasa teralihkan perhatiannya dengan pemandangan di sawah itu, angin berhembus kencang membuat rambutnya juga bergerak bebas hingga daun jendela yang terbuka kembali tertutup dengan Suara yang keras.
Brakkkk,,,,
bunyi keras daun jendela yang tertutup karena hembusan angin yang kencang membuyarkan lamunannya.
"astaghfirullah,," Yura berteriak cukup keras.
Azka yang mendengar teriakkan Yura segera berlari menuju kamar adiknya.
tok,,tok,,
" dek,,dek,,kamu kenapa"? Azka mengetuk pintu kamar Yura berkali kali
__ADS_1
"Yura ga apa-apa bang" sahut Yura dari dalam kamar.
"kamu yakin dek" tanya Azka khawatir.
"iya bang, aku ga apa-apa kok" jawab Yura lagi.
"ya Uda kalau kamu ga apa-apa, nanti kalau kamu butuh sesuatu panggil Abang aja ya dek," ucap Azka lagi dari depan pintu kamar Yura.
"iya bang," sahut Yura lagi.
Azka meninggalkan kamar Yura dengan perasaan khawatir. saat melewati ruang keluarga, Azka melihat berita yang sedang tayang di TV, kecelakaan tunggal mobil mewah yang masuk kedalam jurang.
cuplikan video yang berputar terlihat mobil mewah terjun bebas masuk kedalam jurang, Azka merasa familiar dengan mobil itu, tapi milik siapa, Azka masih berfikir keras siapa pemilik mobil mewah itu.
Dengan perasaan campur aduk Azka mencoba menghubungi Yudha, namun berulang kali hanya suara operator yang menjawab, kekhawatiran Azka semakin menjadi saat teringat adiknya mungkin belum mendengar kabar tentang Yudha, dengan segera Azka mematikan TV yang masih membahas kecelakaan itu.
Azka tak kehabisan akal, dia segera menghubungi Deni asisten Yudha. namun sama saja seperti saat menghubungi Yudha, hanya operator yang menjawab panggilannya.
"sebenarnya apa yang terjadi dengan mu Yudha, kenapa nomormu tidak bisa dihubungi begitu juga dengan asisten mu" bergumam sendiri
__ADS_1
Deni yang masih berada di lokasi kejadian, sengaja mematikan handphone nya dan milik Yudha.
untuk sementara Deni menyembunyikan fakta tentang Yudha yang masih belum ada titik terang dimana Yudha berada.
semakin masuk kedalam hutan mereka mencari Yudha, hingga salah satu bawahannya tak sengaja memijak tangan seseorang yang berbaring lemah tak sadarkan diri dengan luka cukup parah di sekujur tubuhnya.
"tuan muda,," ucapnya panik saat melihat kebawah kakinya,
segera ia menghubungi Deni untuk memberi tahu keadaan Yudha yang sudah ditemukan,
Namun nomor Deni tak juga bisa dihubungi, dengan sangat hati-hati ia memindahkan Yudha ketempat yang lebih aman dan menyenderkan punggung Yudha di sebuah pohon besar, dan segera mencari pertolongan.
"tunggulah sebentar tuan, aku akan mencari pertolongan," setelah memastikan Yudha dengan aman, bawahan tersebut segera berlari mencari temannya yang juga ikut mencari tuan muda,
Dengan jarak yang tidak begitu jauh, dia berhasil menemukan salah satu rekannya.
"Amar, aku sudah menemukan tuan muda, cepatlah kau temui pak Deni asisten tuan, aku akan menemani tuan disana" tunjuknya pada sebuah pohon besar.
"Alhamdulillah,,tuan sudah ditemukan, baiklah aku akan memberi tahu kabar baik ini kepada pak Deni"
__ADS_1
"terimakasih Jon, kau jagalah tuan dengan baik, aku akan segera kembali," pergi meninggalkan Joni dan berlari menuju dimana Deni berada.
Sementara Joni kembali menemani tuannya yang masih terbaring lemah,