
Setelah memastikan keadaan aman, perlahan Amar turun dari mobil, dan berdiri tepat di tepi tebing, kembali Amar bersiul nyaring dan kuat dengan nada yang berbeda, yang mengartikan tanda sudah aman kembali.
Suara siulan amar terdengar oleh Deni dan anggota yang lain, mereka keluar dar tempat persembunyian dan kembali melanjutkan perjalanan menuju mobil Antonio.
Karena kondisi Yudha yang lemah, mereka beristirahat sejenak, Antonio dengan sigap memeriksa kembali kondisi Yudha.
"bagaimana kondisi tuan muda?" tanya Deni khawatir.
"tuan muda sangat lemah, kondisinya sedang tidak baik-baik saja"
"kita harus segera membawa tuan muda kerumah sakit" ucapnya khawatir.
mengetahui kondisi Yudha yang semakin memburuk, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju mobil Antonio,
proses evakuasi cukup dramatis, dimana Deni dan juga anggota nya banyak mengalami kesulitan, dikarenakan Medan yang cukup terjal dan berbelok-belok, untuk sampai keatas tebing dimana mobil Antonio terparkir.
Akhirnya Yudha berhasil dibawa sampai keatas tebing, mereka langsung membawa Yudha menuju rumah sakit keluarga besar Raditya.
Deni, dokter Antonio dan semua anggota yang ikut membantu pencarian Yudha, sepakat untuk menyembunyikan keberadaan Yudha sampai dinyatakan sembuh total.
Hal ini dilakukan agar Deni mudah melakukan penyelidikan siapa sebenarnya dalang yang menyebabkan Yudha mengalami kecelakaan, dugaan Deni, Yudha sengaja di jadikan target pembunuhan.
Tapi belum diketahui siapa dalangnya, sehingga Deni harus lebih hati-hati menjalankan misi mencari pelaku utama pembunuhan tersebut.
__ADS_1
Sampai nya di Rumah Sakit, Yudha di bawa di ruang IGD agar segera ditangani oleh dokter, setelah mendapatkan penanganan di IGD, Yudha dipindahkan ke ruang NICU, guna mendapatkan penanganan yang lebih insentif.
Bersamaan dengan itu, ternyata Rony juga tengah dirawat di RS yang sama dengan Yudha, Rony berada di ruang rawat inap VVIP.
Saat akan menghubungi Rony, Deni sudah lebih dulu di hubungi oleh Leon asisten Rony.
"kau dimana?" tanya Leon memulai percakapan setelah panggilan terhubung.
"aku berada dirumah sakit" jelas Deni.
"rumah saki" beo Leon menautkan alisnya.
"siapa yang sakit, rumah sakit mana?" tanya Leon cepat.
"tuan muda Yudha mengalami kecelakaan, di rumah sakit keluarga Raditya" jelas Deni.
"maksudnya"? tanya Deni yang masih bingung.
"tuan Rony juga berada di rumah sakit yang sama dengan tuan muda" jelas nya lagi.
"aku akan segera menemui mu, kau dimana sekarang?
"baiklah, aku akan menunggumu, aku sedang menunggu tuan muda di depan ruang NICU.
__ADS_1
"oke, aku kesana sekarang", panggilan pun berakhir.
Dengan cepat Leon berjalan menuju ruang NICU dimana Yudha dirawat.
Tak berselang lama, Leon sudah sampai dan bertemu dengan Deni.
"apa yang sebenarnya terjadi dengan tuan muda bro?" tanya Leon khawatir.
"tuan muda mengalami kecelakaan, mobil yang di kendarai tuan Yudha masuk kejurang,"
"aku sudah meretas cctv jalan untuk mengetahui kronologi kejadian saat itu, ternyata itu disengaja, tuan muda menjadi target pembunuhan" jelasnya panjang lebar.
"kurang aja" geram Leon,
"siapa yang berani bermain dengan keluarga Raditya"
"apakah ini ada hubungannya dengan kondisi tuan Rony saat ini" Leon menerka-nerka.
"maksudmu, tuan Rony sakit karena lihat berita TV yang menayangkan kecelakaan maut mobil masuk jurang?" tanya Deni penasaran.
"sepertinya begitu"
"kalau begitu, kita harus merahasiakan kondisi tuan Rony dan tuan muda Yudha," usul Deni kemudian.
__ADS_1
"ya kau benar, untuk sementara kita yang akan menghendel pekerjaan di perusahaan." usul Leon lagi.
Deni manggut-manggut setuju, mereka kemudian menyusun rencana untuk mencari dalang dibalik musibah yang terjadi di dalam keluarga Raditya tersebut.