
Dikediaman Raditya, Tina dan suaminya beserta raya putri mereka sedang makan malam bersama.
"kemana Yudha pa?" tanya Tina kepada suaminya karena seharian tidak melihat Yudha hingga makan malam tiba.
"iya, kak Yura juga tidak terlihat," Raya menimpali.
"oo,,itu Yudha sedang melakukan perjalanan bisnis diluar kota, sedangkan Yura menginap di rumah ibu nya," jelas ayah Yudha.
"OOO,,ya sudah ayo makan,,apa yang ditunggu,," Tina langsung mengambil nasi dan lauknya, segera melahap nya karena dia sudah sangat lapar.
Tanpa menaruh curiga sedikitpun, Tina menikmati makan malam nya, dan membayangkan Yura cepat mati dan seluruh harta Rony berpindah ketangannya,
"mama kenapa? dari tadi papa lihat mama senyum senyum sendiri?" tanya Rony.
"hhhh,,,bukan pa,,mama sedang membayangkan menimang cucu," ucap Tina spontan.
"kita tunggu saja kabar baik dari Yudha dan Yura," ucap bijak Rony.
"iya pa" senyum Tina masam.
"MMM,,pa,, bagaimana kalau Yudha menikah lagi?" Tina memberi usul.
"apa maksud mama?"
"bukan apa-apa sih pa, tapi mama pikir Yudha sudah setahun menikah, tapi belum ada tanda-tanda Yura hamil.
"anak itu bukan kita manusia yang menentukan ma, tapi sang pencipta lah yang menentukan,mama jangan terlalu memaksa,, apalagi sampai menekan Yura untuk segera memberikan keturunan", nasehat Rony kepada istrinya.
"ahhh,,papa malah cerama sih," ketus Tina.
"hemmm,,, Rony menghela nafasnya.
"ma,,jodoh, rezeki, keturunan, maut, itu semua sudah diatur oleh yang maha kuasa."
__ADS_1
"seperti maut dan keturunan,,itu semua hanya Allah yang mengetahui kapan terjadinya," ucap Rony bijak.
"Halah,,papa seperti tidak menginginkan cucu saja" sewot Tina.
"papa memang menginginkan cucu ma, tapi papa tidak akan pernah memaksa Yura untuk segera hamil," tegas Rony.
"terserah papa deh,,mama capek" ketus Tina dan beranjak dari duduknya meninggalkan Rony yang masih duduk santai menikmati kopinya.
"mama mau kemana?"
"terserah mama lah,,mama mau jalan-jalan saja, rumah sepi karena tidak ada suara bayi," Tina memprovokasi.
"ya sudah,, hati-hati dijalan," ucap santai Rony.
melihat respon Rony yang santai tidak terpengaruh oleh ucapan nya, Tina segera kembali ke kamarnya mengambil tasnya dan Melawati Rony begitu saja.
Rony hanya menggeleng kan kepalanya, melihat Tina yang kesal.
"sayang lagi dimana?" tanya Tina diujung telepon,
"ketemuan yuk,,aku kangen?" ucap Tina lagi.
"memang suami kamu kemana?"
"jangan bahas dia, aku sedang kesal" sewot Tina.
"baiklah, kita ketemu di tempat biasa".
"oke," Tina memutuskan panggilan telepon nya, dan menghidupkan mesin mobilnya.
Tak berselang lama, mobil Tina memasuki sebuah villa yang terletak di ujung pinggiran kota,
hanya berbeda 10 menit, sebuah mobil juga masuk kedalam kawasan villa.
__ADS_1
"sudah dari tadi?" tanya seseorang kepada Tina, menghampiri Tina dan memeluknya.
"belum lama kok," ucap Tina manja,
"ahhh,,kau sedang merayu ku" colek nya pada hidung Tina.
"kau senang bukan?" genit Tina.
"tentu saja,," langsung menggendong Tina ala bridal style.
"akh,,,kau memang nakal," manja Tina merangkul kan kedua tangannya di leher pria tersebut.
"aku sudah sangat menginginkan mu, cepat buka pintu nya" perintah pria itu.
"kau sangat tidak sabaran Tarno," kesal Tina.
ternyata pria yang bersama Tina adalah juragan Tarno.
malam panas yang pernah mereka lakukan sebelumnya masih berlanjut tanpa memikirkan dosanya hingga sekarang.
"ayolah,,kau juga menginginkan nya bukan",
"ahhh,,tentu saja,,lakukanlah,,buat aku merasa puas dengan pelayanan mu,," ucap Tina parau dengan suara memburu karena sudah dikuasi oleh hasrat.
"aku akan membuatmu kelelahan Hinga tak bisa bangun,," ucap Tarno yang langsung menyerang Tina dengan cumbu dan sentuhan- sentuhan yang memabukkan.
Sementara di desa, rumah nenek sedang ramai kedatangan keluarga paman Roy, adik sepupu ayah.
kedekatan Yura dengan Leo, membuat Yudha merasa cemburu dan terasingkan.
"pest,,pset,,"Yudha berbisik-bisik memanggil Yura, namun karena sedang asik bersenda gurau dengan Leo dan yang lainnya Yura tak mendengar panggilan Yudha.
merasa kesal, karena Yura tak juga mendengar panggilan nya, Yudha memutuskan untuk keluar menghirup udara pagi yang terasa sejuk tapi tidak bagi Yudha yang merasakan kepanasan,
__ADS_1
kepanasan hati maksudnya,,wkwkwk.