Menikah Karena Terpaksa

Menikah Karena Terpaksa
part 20


__ADS_3

Disepanjang jalan, mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing.


hingga sampai di sebuah minimarket,,


"mas berhenti di minimarket bentar ya,,pinta Yura sambil menepuk pelan punggung Yudha.


Yudha membelokkan motornya di minimarket, dan mematikan mesin motornya.


"mas ikut masuk?," tanya Yura memastikan.


"ga,,mas tunggu di sini saja," tolak Yudha.


"ya Uda, aku masuk dulu ya mas," pamit Yura dan berjalan masuk kedalam minimarket.


Tak butuh waktu lama, Yura sudah selesai membeli apa yang dia cari.setelah selesai membayar, Yura kembali menemui Yudha di parkiran.


"yuk mas," Yura menghampiri Yudha.


"sudah selesai,,ada lagi yang mau dicari,?" tanya Yudha lagi.


"emm,,Yura mau ke panti asuhan,, boleh?" ijin Yura.


"ngapain kesana?" tanya Yudha heran.


"udah lama Yura ga kesana mas,,setelah nikah sama mas Yudha, Yura ga pernah sekalipun jenguk in mereka, boleh ya mas,,?" mohon Yura.


"ya Uda ayo,, alamat nya dimana,?"


"ga jauh kok mas, dari sini,,


"terus aja, nanti ada persimpangan, belok kanan,,pas didepan toko bunga, nama panti asuhan nya Cinta Kasih," jelas Yura.


Yudha mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban.


mereka kembali menaiki motornya, dengan kecepatan sedang motor melaju jalanan kota yang senggang, tapi sebelum sampai, Yura mendadak memukul pelan punggung Yudha,


"mas,,mas,,singgah ke pasar bentar boleh,?" pinta Yura tiba-tiba.


"kamu ngagetin aja sih," ketus Yudha. yang memberhentikan motornya.


"maaf," Yura nyengir tak berdosa.


"mau ngapain ke pasar?" tanya Yudha heran.


"ya mau belanja lah mas, kan ga mungkin ke pasar mau bab," jawab Yura asal.


"auw,, sakit mas," rintih Yura sambil mengelus-elus dahi nya yang di sentil Yudha.


"makannya kalau ngomong itu yang bener, suami tanya baik-baik, jawab nya asal," kesal Yudha.


"iya maaf," Yura mengaku salah.


Yudha menghidupkan kembali mesin motornya, dan perlahan melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


sampai di pasar Yura langsung turun dari motor, dan berjalan menuju toko sembako.


"assalamualaikum,," sapa Yura ramah kepada pemilik toko.

__ADS_1


"wa'alaikumussalam,,eh ada Yura,,mari sini dek, mau beli apa? jawab pemilik toko yang bernama Mina.


"Bu Mina, Yura mau beli beras dan semua perlengkapan dapur ya,," pinta Yura sambil menyerahkan kertas catatan berisi jumlah barang yang di beli.


"iya, tunggu sebentar ya,," pemilik toko memanggil karyawan nya untuk membantu mempersiapkan barang-barang yang di beli Yura.


sambil menunggu, Yura kembali menghampiri suaminya.


"mas,,Yura haus, beli minum dulu dong?" pinta Yura.


"ya Uda, tunggu bentar mas belikan minum, pamit Yudha pergi membeli minuman untuk Yura juga untuk dirinya sendiri.


Yudha sudah kembali membawa dua botol air mineral dan dua bungkus cemilan. dan menyodorkan nya kepada Yura.


"makasih mas," Yura menerimanya dengan senyuman yang manis.


"Hem," Yudha mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban.


"ini dek, barang-barangnya,," ucap pemilik toko meletakkan beberapa kantong plastik dan juga kardus yang berisi barang sembako.


"berapa buk semuanya?" tanya Yura


"totalan semua nya 5juta dek, jawab Bu Mina pemilik toko.


"ini buk uang nya, terimakasih ya buk," Yura memberikan uang kepada Bu Mina untuk membayar sembako yang sudah di beli nya.


Yudha yang melihat banyak barang yang di beli Yura hanya menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan jalan pikiran istrinya.


membeli banyak barang, tanpa tau bagaimana nanti membawanya.


"kamu belanja begitu bnyak barang,,lalu bawa nya bagaimana? tanya Yudha heran.


"terus gimana dong mas?" tanya Yura bingung.


"hufhg,, Yudha menghela nafas.


"ya Uda tunggu bentar, mas telpon Deni, suruh jemput bawa mobil.


Yudha kembali pokus pada handphone nya dan kemudian menghubungi Deni,


setelah itu, Yudha menghampiri Yura dan mengajak nya duduk sambil menunggu,


Tiga puluh menit kemudian Deni sudah tiba di pasar, dan memasukkan semua barang belanjaan Yura, Deni merasa heran dengan sang nona muda, mengapa belanja begitu banyak, namun tak berani bertanya.


"semua sudah saya masuk kan ke dalam mobil tuan, " ucap Deni sopan.


"hemm,,Yudha hanya berdehem sebagai jawaban.


Yudha kembali naik diatas motor nya dengan Yura yang berada di belakang boncengan nya.


"sudah,?" tanya Yudha setelah melihat Yura selesai memakai helm nya.


"sudah mas," jawab Yura.


Yudha menghidupkan mesin motornya dan perlahan melajukan motornya dan di ikuti oleh mobil yg dikemudikan oleh Deni di belakang nya.


Tak membutuhkan waktu lama, mereka sudah tiba di panti asuhan cinta kasih.

__ADS_1


seorang anak kecil memperhatikan siapa orang yang baru turun dari motor dan membuka helmnya,


"kak Yura!!" teriak Sindi anak kecil yang melihat nya tadi.dan langsung berlari menuju Yura dan memeluknya.


"hai Sindi,, assalamualaikum,," sapa Yura menyambut pelukan Sindi.


"wa'alaikumussalam," ,jawab Sindi antusias.


"ayok kak masuk,' Sindi menarik Yura masuk kedalam rumah.


"ayo,," balas Yura yang juga antusias.


Melihat senyum di wajah Yura, membuat Yudha menghangat. sisi lain dari istri kecilnya.


"perasaan apa ini?," Yudha berkata dalam hati.


Yudha kembali mengikuti Yura masuk kedalam rumah, sementara Deni masih menunggu di luar.


"ibu,,ibu,,!!" teriak Sindi memanggil Bu Santi ketika sudah masuk di rumah.


"ada apa Sindi?" gemas Bu Santi ketika mendengar teriakkan Sindi dan bergegas menemuinya.


"lihat Bu,,siapa yang datang," antusias Sindi saat melihat Santi sudah di ruang tamu.


"Yura,," kaget Santi.


"assalamualaikum Bu,," sapa Yura tersenyum dan mencium punggung tangan santi.dan di ikuti oleh Yudha.


"wa'alaikumussalam," jawab Santi yang masih memandang Yudha penuh tanya.


"kenalin Bu, ini mas Yudha, suami Yura" memperkenalkan Yudha saat melihat wajah Bu Santi penuh tanya ketika melihat Yudha.


"loh, kamu sudah menikah Yura,,?" tanya Bu Santi terkejut.


"iya Bu, maaf ya Bu, Yura ga undang undang, soalnya nikahnya juga mendadak juga ga pakai resepsi," jelas Yura.


"iya ga apa apa,"


"mari silahkan duduk," Santi mempersilahkan tamu nya duduk.


"tunggu sebentar ya Bu, Yura keluar sebentar," pamit Yura dan langsung keluar rumah menuju mobil yang terparkir di halaman rumah panti.


"pak, tolong keluarkan semua barang-barang yang ada dalam mobil ya," pinta Yura sopan.


Deni mengangguk kan kepala nya dan kemudian mengeluarkan semua barang yang ada di mobil.


"taruh di mana nona?" tanya Deni.


"bawa masuk kedalam saja pak," Yura meminta Deni untuk membawa masuk semua barang kedalam rumah.


"loh ini ada apa Yura, kok banyak banget?", tanya heran Santi saat melihat begitu banyak barang sembako dirumahnya.


"ini ada sedikit rezeki Bu untuk kebutuhan sehari-hari anak-anak panti, " ucap Yura lembut.


"kenapa harus repot-repot Yura," ucap Santi merasa tidak enak.


"kamu mau datang saja, ibu sudah senang," ucap tulus Santi.

__ADS_1


"ga apa-apa loh Bu, sekali-sekali, tidak merepotkan kok,


"kebetulan Yura lagi dapat rezeki nomplok," senyum Yura sambil melirik Yudha dan tersenyum.


__ADS_2