
Yura yang sudah bersiap siap untuk pergi menemui suami nya dikantor bersenandung riang, pasalnya ini pertama kali nya Yura keluar rumah , setelah beberapa Minggu hidup disangkar emas.
"mau kemana kamu,,panggil Tina ketika melihat Yura keluar kamar dengan memakai gamis lengkap dengan hijab nya.
"mau kekantor mas Yudha ma,,Yura menghentikan langkahnya,
"mau kekantor dengan menggunakan pakaian seperti ini,,hina Tina memperhatikan penampilan Yura dari atas ke bawah,
"apa yang salah ma,, pakaian aku sopan kok,
"sopan sih sopan,,tapi kampungan,,hina Tina lagi.
"terserah lah ma,,aku males debat sama mama,, cuek Yura melenggang pergi meninggalkan Tina yang masih kesal.
sampainya Yura di depan rumah, Yura langsung mencari pak Maman yang berada di pos satpam sedang duduk bersama pak Udin, satpam rumah Yudha.
"Assalamualaikum,,pak Maman,,Yura menghampiri pak Maman,
"wa'alaikumussalam,, jawab pak Maman sopan langsung berdiri.
"nona mau pergi? tanya pak Maman melihat Yura yang sudah berpakaian rapi.
"iya pak,,emm,pak minta kunci motor mas Yudha dong,
"loh kok naik motor non,,biar saya yang mengantarkan nona saja, tawar Maman.
"ga usah pak, saya bawa motor aja,,cegah Yura,
"kenapa non? non Yura bisa bawa motornya? tanya pak Maman ragu.
"bisa dong pak,,ucap Yura tersenyum
"baiklah kalau begitu, saya panasi mesin motornya dulu ,,pak Maman pergi ke garasi mobil untuk mengambil motor dan memanasi sebentar mesin motornya yang sudah lama tak terpakai.
Yura hanya mengangguk kan kepala nya, sambil menunggu pak Maman Yura menghubungi suami nya,
Mas Ganteng,,Yura menekan tombol layar pada handphone nya, panggilan pun tersambung,
"ya ada apa? tanya Yudha diseberang telepon.
"assalamualaikum,mas,,Yura bareng sama Sulis ya,,boleh,,izin Yura.
"wa'alaikumussalam,,iya boleh,,langsung kekantor,,perintah Yudha.
"siap pak bos,,ucap Yura sambil tertawa,,
"nanti kalau sudah sampai hubungi mas ya,,
"ya sudah mas tutup dulu telepon nya,,
"assalamualaikum,,Yudha mengakhiri panggilan nya.
"wa'alaikumussalam,,balas Yura tak tak didengar Yudha karena sambungan telepon sudah terputus.
__ADS_1
"ini non motornya sudah siap,,pak Maman menghampiri Yura dengan motor sport milik Yudha.
"maksih ya pak,,saya pergi dulu,,
Yura naik keatas motor nya,, dengan menggunakan hijab tak membuat Yura kesulitan untuk menggunakan motor, perlahan motor melaju dengan kecepatan sedang menuju jalan kota,
pak Maman dan pak Udin sampai kagum melihat istri dari majikannya itu,
"non Yura keren ya pak,, kagum Udin
"iya,,,saya sempat terkejut waktu non Yura meminta kunci motor tuan Yudha
"saya pikir non Yura minta saya untuk mengantarnya menggunakan motor,,kekeh Maman,
"hahaha,,itukan mau nya pak Maman toh,,ledek Udin
"kalaupun iya, saya mana berani toh Din,,bisa bisa nanti saya di gorok sama tuan Yudha,,sambil memperagakan tangannya memotong lehernya sendiri.
Tiga puluh menit Yura sudah sampai di gedung yang menjulang tinggi, tempat suami nya mencari rezeki,
Yura sempat menjadi objek tontonan karyawan yang melintas, melihat seorang wanita mengendarai motor sport dengan menggunakan baju gamis,,sungguh keren pikir mereka.
Yura meletakkan motor nya di parkiran, melepas helm nya dan berjalan menghampiri satpam yang bertugas di pintu masuk lobi kantor.
"selamat siang,,ada yang bisa saya bantu nona,,tanya satpam sopan.
"saya mau bertemu mas Yudha, jawab Yura sopan.
"terimakasih pak, Yura melenggang menuju meja resepsionis,
"permisi Mbak,,,saya mau bertemu mas Yudha, ruangannya sebelah mana ya,,tanya Yura sopan.
" kamu siapa? tanya petugas resepsionis cuek.
petugas resepsionis hanya memandangi Yura sekilas kemudian bersikap acuh tak acuh.
"mbak saya mau bertemu mas Yudha,,tanya Yura kesal.
"kamu sudah ada janji dengan pak Yudha,,tanya nya ketus.
"hah,,bertemu dengan suami apa harus buat janji dulu,,Yura merasa kesal.
"baiklah, kalau begitu saya telepon mas Yudha saja,,
"apa,,jangan mimpi deh, anak a be ge, baru datang Uda ngaku-ngaku istri pak Yudha yang benar saja, cibir resepsionis yang bernama Mira yang melihat Yura seperti gadis remaja.
"yang cantik aja ga dilirik, apalagi yang biasa aja,,mimpi dong,,tawa Mira dan teman nya.
"terserah deh,,Yura mulai jengah dengan orang-orang yang memperlakukannya sebelah mata.
"ga dirumah ga dikantor mas Yudha,,semua sama hanya menilai orang dari penampilannya saja, gerutu Yura.
Yura kembali menghubungi ( Mas Ganteng ) di dalam kontak telepon nya.
__ADS_1
"kamu sudah sampai,,tanya Yudha ketika telepon tersambung.
"sudah mas,,ni lagi dilobi,,
"kenapa ga langsung naik ke atas saja,,
"gimana mau naik keatas,,orang ga dibolehin kok,,malah katanya aku mimpi untuk bertemu mas, kesal Yura.
"ya Uda, tunggu disana, mas segera turun. Yudha menutup telepon nya.
Tak berselang lama, Yudha segera keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lift, tak lupa dia berpesan kepada sekertaris nya yang bernama lira,
jika ada yang mencarinya,, bilang saja dia hanya keluar sebentar menjumput istrinya di lobi.
lira mengangguk kan kepala hormat pada sang atasan.
Yudha berjalan santai menuju lift, setelah lift terbuka Yudha menekan tombol turun menuju lobi kantor,
Pintu lift kembali terbuka, Yudha keluar dari lift dan mengedarkan pandangannya mencari istrinya,
setelah menemukan keberadaan sang istri Yudha langsung menghampiri Yura.
sapaan dari para karyawan yang melintas Yudha hanya mengangguk sebagai jawaban.
"kenapa menunggu disini Hem,,tanya Yudha yang sudah sampai dihadapan Yura.
mendengar suara bariton Yudha, Yura lantas mengangkat kepalanya menatap Yudha kesal.
"tanya saja sama resepsionis itu, ketus Yura sambil menunjuk ke arah meja resepsionis.
Yudha pun ikut melihat siapa yang dimaksud Yura, tatapan mata Yudha yang tajam, membuat Mira dan rekan nya hanya bisa menunduk kan kepala dalam.
Yudha membawa Yura menemui karyawan nya,
"ada yang bisa menjelaskan,,tanya Yudha dingin.
"maaf kan kami pak, kami tidak tau kalau nona ini adalah istri bapak,,jawab Mira gemetar.
"sekarang sudah tau kan, lain kali jangan di ulangi lagi, tegas Yudha,
" b,,baik pak,,jawab Mira dan rekannya serentak.
Yudha kembali menarik tangan Yura menuju lift, tapi sebelum nya Yura berkata pelan kepada petugas resepsionis,
"jangan menilai orang hanya dengan melihat penampilannya saja ya mbak,,
"tidak semua nya yang terlihat biasa itu buruk dan rendahan,
"lain kali kalau ingin menghina orang lain lihat dulu dengan benar siapa orangnya,,sarkas Yura dan berjalan mengejar suami nya yang sudah lebih dulu menuju lift.
mendengar ucapan istri dari bos nya, membuat Mira dan rekan nya lemas,
"mampus aku,,semoga Bu Yura tidak mengadukan kepada pak bos ya,, gumam Mira,
__ADS_1