
Dengan susah payah Marko bangun, dan berjalan ke arah Tina,
"ayo kita pergi" ajaknya menarik Tina dengan paksa,
"tidak,,aku tidak akan pergi kemana-mana" tegas nya menatap tajam Marko,
"apa kau ingin di tangkap polisi, dan membusuk dipenjara" teriak Marko kesal,
"ayolah,,kita tidak punya banyak waktu" seretnya pada Tina yang terus memberontak,
Karena tenaga Tina tidak lebih besar dari Marko, Tina akhirnya pasrah saja kemana Tina akan membawanya.
"kita mau kemana?" tanya nya saat masuk kedalam mobil,
Marko menyandarkan kepalanya sejenak,
" kita akan pulang" menghidupkan mesin mobil, dan perlahan menjalankan mobilnya menjauh dari villa.
__ADS_1
"apa maksudmu?" tanya Tina bingung
"kau bodoh atau apa?"
"kita harus segera bersiap-siap untuk pergi dari kota ini, dan jangan lupa membawa semua harta Ronny, untuk bekal kita di kota yang baru" kesalnya pada Tina yang masih terlihat syok.
Marko melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh setelah Tina mengangguk kan kepala nya,
Sampainya dirumah, beruntung rumah dalam keadaan sepi, Tina segera berlari menuju kamar nya untuk membersihkan diri nya, dan mengemasi barang-barang nya, tidak lupa membawa semua uang yang ada dirumah.
Setelah memastikan tidak ada yang melihat nya, Tina segera pergi dari rumah bersama Marko, tak lupa dia singgah kerumah sakit untuk membawa serta Raya, dengan alasan Raya akan dibawa berobat keluar negeri, dokterpun tidak merasa curiga sedikitpun, sehingga memudahkan jalannya Tina untuk segera pergi dari kota ini.
Tak lupa Leon, menghubungi polisi, agar segera datang di lokasi kejadian, Polisi datang bersamaan dengan ambulance yang juga baru tiba, segera mereka mengevakuasi korban, dan membawanya ke rumah sakit.
Di dalam perjalanan, Leon harus merasakan kesedihan yang mendalam, karena ternyata tuannya sudah dinyatakan meninggal dunia saat masih dilokasi kejadian,
Leon menangis tergugu, hingga membuatnya tak sadarkan diri,
__ADS_1
Sampainya dirumah sakit, Leon segera di bawa ke IGD, agar mendapatkan penanganan yang intensif.
Sementara, jasad Ronny dibersihkan dan dipindahkan ke ruang jenazah, untuk menunggu keluarga nya datang menjemput jenazah Ronny.
Polisi menghubungi kediaman Raditya, memberi kabar duka bagi penghuni rumah, raut kesedihan terlihat di wajah bi Ijah, pembatu yang dengan setia mengabdikan hidupnya bekerja dikeluaga Raditya,
kabar duka dari kediaman Raditya, cukup membuat terkejut, khususnya bagi kolega bisnis Ronny, yang mungkin dari beberapa rekan bisnisnya, seperti baru kemarin mereka membahas beberapa proyek kerjasama, mereka dikejutkan dengan berita meninggalnya Ronny,
Sementara, kondisi Leon yang sudah membaik, paska operasi, meminta kepada dokter agar dia dibolehin pulang, untuk menghadiri acara pemakaman tuan Ronny,
Karena kondisi Leon yang semakin baik, dokter mengizinkan Leon pulang, dalam perjalanan tak hentinya Leon menangis, merutuki kebodohannya yang tidak bisa melindungi tuan nya,
Hampir saja Leon lupa untuk menghubungi Deni, asisten Yudha, tanpa membuang waktu, Leon segera menghubungi Deni,
Deni yang baru mendengar kabar duka dari tuannya, merasa terkejut dan lemas,
"apa yang terjadi sebenarnya, mengapa sampai ini terjadi?" tanya nya pada dirinya sendiri,
__ADS_1
Melihat kondisi Yudha yang masih belum sadarkan diri, Deni semakin sedih, hanya bisa berdoa semoga tuan nya segera bangun dari tidur panjang nya dan membalas perbuatan Tina yang sudah menghancurkan ke utuhan keluarga Raditya.
___****______*****_____