
Setelah kejadian itu, kini Yura sudah berada di dalam kamar bersama Yudha, tatapan Yudha yang mengintimidasi, membuat Yura menundukkan kepalanya tanpa berani menatap Yudha.
"jelaskan,," tegas Yudha.
Yura masih diam, menggenggam erat tangan nya, menahan rasa yang bergejolak di hati nya, antara takut dan kesal.
Yura merasa takut melihat Yudha yang marah, pasalnya baru ini Yura melihat kemarahan Dimata Yudha, dan yang kedua Yura merasa kesal dengan ibu mertua dan juga si nela( nenek lampir).
"Yura,," Yudha menekankan ucapan nya.
"maafin Yura mas,," mengakui kesalahannya dan masih menundukkan kepalanya.
"tatap suami mu Yura,,aku tidak dilantai,," Yuda kembali menekankan ucapan.
perlahan Yura mengangkat kepalanya,dan menatap Yudha.
"jika terjadi sesuatu pada mu, bagai mana?" bentak Yudha yang merasa sangat marah saat mengingat kembali bagaimana Yura mengendarai motor nya dengan ugal-ugalan.
"mulai besok, aku tidak lagi mengizinkanmu mengendarai motor lagi hingga seterusnya.
"jika kau ingin pergi, maka akan diantar supir atau aku sendiri yang akan mengantar mu," tegas Yudha.
"Tapi sebelum itu, jelaskan kepada ku, apa yang membuat kau melakukan itu ha?" tanya Yudha kesal
"sebenarnya,,sebenarnya,," Yura menggantung ucapannya.
"sebenarnya,, kenapa?!" Yudha tidak sabar.
"sebenarnya, itu semua karena Amatir dan juga Nela," ketus Yura.
"Amatir,,nela,?" beo Yudha.
"iya, Amatir ( ada mama tiri) dan juga Nela( nenek lampir)," kesal Yura lagi.
Yudha yang mendengar ucapan istrinya, hampir saja tersedak oleh air ludahnya sendiri.
Baru beberapa Minggu jadi istrinya, dia sudah mempunyai julukan untuk ibu tiri nya dan juga Dinda
"memang mereka kenapa?" tanya Yudha lembut, menurunkan nada bicaranya.
Bukan Yudha tidak tahu bagaimana perlakuan Tina dan juga Dinda, tapi Yudha ingin mendengarnya langsung dari Yura.
__ADS_1
Yura pun menjelaskan bagaimana Tina dan Dinda memperlakukan diri nya. dan ucapan yang disampaikan Yura sama persis dengan apa yang dilihat dan didengar Yudha. tanpa menambahi dan mengurangi.
"ya sudah mulai besok, ikut kekantor, " ajak Yudha.
"hah,,apa!!? kekantor?!, ga ah mas,,aku tak mau"
"terus maunya bagaimana?" tanya Yudha bingung.
"aku mau sebelum mas berangkat kerja, mas anterin aku dulu kerumah ayah sama ibu," pinta Yura.
"ga,,nanti kamu balapan motor lagi," tolak Yudha.
"ga mas,,aku janji" mohon Yura.
"pokoknya ga ya ga," tegas Yudha.
Yura mengerucutkan bibirnya mendengar penolakan Yudha,
melihat itu, Yudha merasa gemas dan mengecup bibir Yura sekilas.
Yura merasa shock, dan memegangi bibirnya.
"bibirku,, ciuman pertama ku,,!!" teriak Yura menatap tajam Yudha,
"sudahlah,,aku capek,," Yura pasrah dan berlalu masuk kedalam toilet untuk membersihkan diri,
Yudha tersenyum penuh kemenangan, disentuhnya bibirnya, senyum mengembang tatkala membayangkan bagaimana rasanya bibir Yura yang terasa manis, ini juga adalah ciuman pertama Yudha.
Mendadak otak Yudha menjadi mesum, hanya karena membayangkan bagaimana jika mereka melakukan malam pertama,
"aish,,apa yang kupikirkan,," memukul kepala nya pelan sambil menggelengkan kepalanya.
"otak ku sedang tidak waras,,tapi aku tidak berdosa jika membayangkan istriku sendiri, Yudha terus berbicara pada dirinya sendiri. hingga pintu toilet terbuka, muncullah Yura yang hanya memakai handuk menutupi sebagian tubuhnya, dada hingga paha,
Seketika Yudha membelalakkan matanya melihat pemandangan istrinya yang begitu terlihat ****, dengan susah payah Yudha menelan Saliva nya.
"m,,m,mas,," lidah Yura terasa keluh, diapun merasa shock ketika melihat Yudha ternyata masih berada di dalam kamar,
Yura pikir, Yudha sudah pergi keruang kerjanya, terlebih lagi Yura lupa membawa pakaian gantinya, karena terlanjur kesal kepada Yudha yang sudah mengambil ciuman pertama nya.hingga dia lupa membawa pakaian ganti.
Degub jantung saling bersahutan, memporak porandakan hati Yudha, mendadak tubuhnya merasakan panas, menjalar di setiap persendiannya, dan yang lebih membuat Yudha tersiksa adalah junior nya yang mendadak Bagun dari tidurnya.
__ADS_1
"ahh,,sial,,hanya melihatnya berpenampilan seperti itu, sudah membuat junior ku tersiksa,
Yudha semakin frustasi,karena bingung bagaimana menyalurkan hasratnya yang tak sengaja terpancing hanya melihat Yura berbeda dari biasanya yang tertutup.
dengan perlahan, Yudha berjalan mendekati Yura, refleks Yura pun memundurkan langkahnya menyadari Yudha semakin mendekat ke arahnya.
"m,,mas,,kamu mau apa?" tanya Yura gugup bercampur takut.
"kau harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada ku," serak Yudha yang sudah dikuasai hasrat nya.
"a,,apa,,maksudmu Mas,,a,,aku,,ga ngerti" gugup Yura bingung.
"kau sudah membangunkan junior ku yang lama tertidur,,
"hah,, junior," beo Yura.
"ya,,"Yudha mengarahkan pandangannya ke arah bawahnya,
Yura pun langsung mengikuti arah pandang Yudha, betapa shock nya Yura ketika menyadari benda apa yang berada di bawah pusat suami nya,
"tolong aku Yura," melas Yudha yang sudah begitu tersiksa menahan hasratnya.
"a,,apa yang harus kulakukan mas?" tanya Yura bingung,
Yudha mendekat kan bibirnya di telinga Yura dan membisikkan sesuatu,
"aku ingin mengambil hak ku," ucap Yudha di sela nafas memburu nya.
"tapi mas,,a,,aku b,,belum siap" Yura merasa merinding karena nafas Yudha menghembus tengkuk dan lehernya,
"tolong aku Yura,, aku sudah tidak kuat,," melas Yudha lagi.
"bagaimana cara nya,,apa kah itu sakit?" tanya Yura lagi.
"aku akan melakukannya dengan cara yang lembut, agar tak menyakiti mu," ucap Yudha yang sudah mulai melakukan aksinya,
Yura pasrah dengan semua perlakuan suami nya, bagaimana pun cepat atau lambat Yura harus memberikan hak suaminya,
mengingat nasehat yang pernah ibunya berikan, dan Yura tak punya alasan untuk menolak suaminya .sepertinya malam ini adalah malam pertama bagi mereka,
malam pertama yang sempat tertunda, tapi harum-harum pengantin baru masih terasa diantara mereka berdua.
__ADS_1
malam ini menjadi saksi bisu diantara mereka menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya.