Menikah Karena Terpaksa

Menikah Karena Terpaksa
Part 22


__ADS_3

Yura mengendarai motor sport nya dengan santai, dia sudah berjanji bertemu Sulis di rumah nya, setelah itu mereka berencana untuk pergi kesuatu tempat, dimana perlombaan balap motor di adakan.


Ya, Yura berencana untuk mengikuti perlombaan itu, rasanya dia mulai jengah dengan keadaan di rumah, dimana, mama mertua dan wanita nela itu selalu mengusik nya, Yura ingin melampiaskan kekesalannya dengan cara balap motor, mungkin dengan cara seperti itu, Yura bebas mengekpresikan segala perasaan yang ada di hati nya.


"kamu yakin, Yo,,ikut balap motor?" tanya sulis ragu.


"yakinlah," jawab Yura setelah sampai dirumah Sulis dan duduk di teras rumah Sulis.


"kamu ga takut, nanti mas ganteng mu marah" ? tanya Sulis takut dan penasaran.


"udah,,santai aja, kalaupun dia marah,,aku yang bakalan nanggung kok," jawab Yura santai.


"tapi beneran loh Yo, aku takut,," ucap Sulis cemas.


"lagian mas Yudha ga bakalan tau, kalau kamu ga bilang" kesal Yura.


"oke,, terserah kamu deh Yo,,yang jelas nanti kalau suami kamu tau, aku ga tanggung jawab," pasrah Sulis.


"sip,," Yura memberikan kedua jempolnya dan tersenyum.


mereka langsung pergi menuju lokasi balap motor, namun ketika sampai di sebuah persimpangan dekat dengan sekolah elit, Yura merasa ada yang manggil nya.


"kak Yura,,!!!" teriak raya dari arah sebrang jalan sambil melambaikan tangannya.


merasa namanya di panggil cukup keras, Yura menghentikan motornya. dan mencari Asal arah suara.


"raya,,mau apa dia," Yura berucap dalam hati.


Yura membuka kaca helm nya, tersenyum melihat Raya dan melambaikan tangannya,


Raya langsung bergegas menuju Yura, dengan nafas yang ngos-ngosan, Raya sampai dihadapan Yura.


"kakak mau kemana?" tanya Raya heran.


"kamu mau ikut?" bukannya menjawab pertanyaan Raya, Yura malah mengajak Raya,


Tentu saja, Raya langsung mengangguk kan kepala senang.


" mau ,,mau kak,," jawab Raya antusias.


" Yo,," Sulis menatap Yura dan menggelengkan kepala, sebagai tanda, bahwa dia kurang setuju jika Raya ikut,


Yura hanya tersenyum menanggapi keberatan Sulis, menatap Sulis seakan berkata, ga masalah,


"hufh,,Sulis menghela nafasnya,


Raya langsung naik ke atas motor, tapi sebelumnya Yura bertanya, apakah Raya tidak memakai helm.


"o,,iya,,lupa kak," raya menepuk dahinya pelan dan tersenyum garing.


"sana cari helm dulu," usir Yura.


"tunggu bentar ya kak, jangan kemana-mana," raya bergegas turun dari motor dan berlari menuju pos satpam,

__ADS_1


"pak pinjam helm nya dong,?" pinta raya kepada satpam yang bertugas bernama Unang.


"loh non raya ga di jemput mobil?" tanya heran satpam


"ga pak, saya dijemput kakak saya," sambil menunjuk Yura yang berada di seberang jalan.


"yang naik motor sport itu non?" tanya unang memastikan.


"iya pak, dia kakak ipar saya, istri bang Yudha," jawab raya cepat.


"oo, ya sudah kalau gitu, ini helm nya non," Unang memberikan helm kepada raya.


Raya menerima helm tersebut,dan berterima kasih, tak lupa pula Raya memberikan satu pesan kepada unang, jika nanti ada yang menjemputnya, bilang saja, saya sudah dijemput sama kak Yura,


Unang mengangguk kan kepala nya, sambil mencerna apa yang barusan putri keluarga Raditya itu ucapkan.


"apakah dia mencoba kabur?" unang berbicara sendiri.


Setelah mendapatkan helm nya, raya langsung berlari menghampiri Yura,dan naik di atas motor.


"sudah siap kak," ucap raya senang.


"Kakak, kita mau kemana?" tanya Raya penasaran.


"nanti juga kamu tau,," jawab Yura penuh misteri.


Raya tidak lagi menanggapi ucapan Yura, dia hanya fokus berpegangan dan menikmati perjalanan.


"kak Yura keren ya,,asik besok aku mau minta bang Yudha diantar jemput sama kak Yura ah,," raya berucap dalam hati.


"kak ini,,,?" raya melongo melihat ada beberapa motor sport di arena balap, dan pengunjung yang lumayan banyak datang di sisi kanan kiri arena balap.


"yup, betul sekali,," jawab Yura mantap.


"kakak mau ikut balap?" tanya Raya penasaran.


"menurutmu?" tanya Yura balik.


"kakak serius?" raya terkejut.


"ya Uda, kamu sama Sule duduk di sana," tunjuk Yura pada bangku kosong yang ada di belakang arena.


"kak,," raya masih tak percaya apa yang dilihatnya. mendadak rasa cemas menyelimutinya.


"kak, nanti kalau bang Yudha tau bagaimana?" cemas Raya.


"Uda kamu tenang aja, mas Yudha ga bakalan tau kalau kamu ataupun Sulis ga bilang,


"biarkan ini menjadi rahasia kita, ucap Yura meyakinkan.


Raya akhirnya pasrah saja dengan kemauan Yura, dengan perasaan takut dan cemas.


Raya duduk bersebelahan dengan Sulis, dan bertanya tentang banyak hal mengenai Yura kakak iparnya.

__ADS_1


"kak, emm itu, kak Yura memang bisa balap motor?" tanya Raya ragu.


"hufh,,Sulis menghela nafasnya,


"Yura sudah lama ga balap motor, kalaupun ikut, dia hanya dibonceng dengan Azka,Abang nya," terang Sulis.


"kak, aku takut kak Yura kenapa-napa," raya mulai cemas,


"sama,,aku juga takut, soalnya ini balapan Yura yang pertama, setelah lama ga aktif, soalnya dulu terakhir Yura ikut balap, Yura hampir saja kehilangan nyawanya,," jelas Sulis menerawang kejadian dimana Yura terakhir ikut balap, dan akhirnya hingga sekarang tidak pernah di bolehkah lagi oleh keluarga nya.


"kak,,apa sebaiknya aku beritahu bang Yudha aja ya," usul Raya.


"jangan,," cegah Sulis khawatir.


"terus gimana dong kak,?"


"entahlah,, aku juga ga tau,,"


"ya Uda kita berdoa aja, semoga Yura baik-baik saja," terang Sulis.


mereka akhirnya, hanya pasrah dan berdoa semoga Yura baik-baik saja.


sementara, dikantor Yudha merasa kesal setelah mendapat informasi dari anak buahnya yang bertugas menjaga Yura.


" gadis itu,,semakin berani saja, apa dia tidak menganggap aku sebagai suaminya,"


"aku akan menghukum mu Yura,," ucap Yudha dalam hati yang merasa kesal kepada istrinya.


Yudha segera keluar ruangan nya dan berjalan tergesa-gesa menuju lift, tak lupa dia berpesan kepada sekertaris nya untuk menunda semua meeting hari ini.


Deni yang melihat tuannya, segera menyusul mengimbangi langkah kaki Yudha.


"ada masalah apa tuan, mengapa anda berjalan terburu-buru,?" tanya Deni ingin tahu.


" siapkan mobil, kita menemui Yura disana," mengirim lokasi Yura kepada Deni.


Deni mengangguk dan segera mendahului Yudha untuk menyiapkan mobil,


sampai diluar lobi, Yudha segera masuk kedalam mobil.


"nona Yura kenapa tuan?" tanya Deni ingin tahu,


"nanti kau juga tahu, cepat jalankan mobilnya," tegas Yudha.Tanpa bertanya lagi, Deni segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,


Yudha yang merasa tidak sabaran, merasa sedikit emosi.


"kenapa lama sekali,,cepatlah,," bentak Yudha.


Mendengar bentakan dari tuannya, Deni segera menginjak pedal gas agar lebih kencang.


Tak berselang lama, Yudha sudah sampai di lokasi, Yudha hampir tak percaya dan membelalakkan matanya, melihat istrinya sedang berada di arena balap berlomba dengan yang lain.


Dilain sisi, raya dan Sulis tidak menyadari kehadiran Yudha, mereka masih fokus melihat Yura, dan tinggal putaran terakhir, Yura seperti kehilangan konsentrasi, karena melihat Yudha yang sedang bersandar di depan mobil dengan melipat kedua tangannya di dada, menatap

__ADS_1


tajam Yura.


"mampus,, ketahuan,," ucap Yura dalam hati dan merasa cemas.


__ADS_2