
Sementara di kediaman keluarga Ibrahim, tampak Yura kesal dan uring-uringan mendengar kabar bahwa Yudha mempercepat proses pernikahan mereka.
"dasar pria aneh,, bisa-bisanya dia mempercepat proses pernikahan,
"emang nya dia ga mikir apa, nikah itu kan harus banyak yang diurus, surat surat penting tentunya untuk memenuhi berkas pernikahan,
"seenaknya aja dia bilang besok Lusa nikah,,helooo emang dia om jin apa ya,,apa apa tinggal bilang "Bim sala bim aba kadabra",,tringgg,,langsung jadi,,hadeh,, gerutu Yura karena kesal.
"kenapa sih dek,,ngomong sendiri jawab sendiri,,Uda kayak si Oneng aja,,ucap Azka menghampiri adik nya dikamar.
"enak aja,,ngatain aku si Oneng,,Abang tu yang di kerjar-kejar sama Oneng kan,,ledek Yura.
"hahaha,,iihh,,amit amitlah dek,,emang mu mau punya ipar Oneng,,ketus Azka bergidik ngerih.
"ogah,,punya ipar Oneng,,orang gila kok di sukai loh bang,, astaghfirullah,,menepuk dahi nya pelan dan menggelengkan kepalanya.
"sembarangan aja loh kalau ngomong,,siapa juga yang mau sama si Oneng,,kan adek yang mulai duluan,,ketus Azka.
"lah,,ni orang mendadak amnesia,,coba sini ku lihat, menjulurkan tangannya menyentuh dahi Azka,
"ga panas,,sambil berfikir,,
"apa maksudmu dek,,sambil menyentil kening Yura,
"adu,,sakit bang,,keluh Yura tak terima sambil mengelus dahi nya.
tak berselang lama, handphone Yura berdering,,
panggilan pertama dan kedua masih diabaikan oleh Yura, karena nomor baru, sehingga Yura enggan untuk mengangkat nya,
"siapa dek yang telepon? tanya Azka
"ga tau bang,,cuek Yura.
"angkat dek, berisik tau,,ketus Azka.
"iya,,iya,, Yura akhirnya menerima panggilan telepon yang entah dari siapa yang menghubungi nya.
"***,,,, belum juga selesai mengucapkan salam, terdengar suara bariton yang marah.
"kenapa lama sekali mengangkat nya hah,,
Yura menjauhkan handphone nya dari telinga.
"assalamualaikum,,Yura membalas ucapan dari seberang telepon.
"wa'alaikumussalam,ketus Yudha,,
"siapa sih,,maen marah-marah saja,, ucap Yura sewot.
"calon suami sendiri pun tak mengenali,,
"lah,,emang dirimu siapa, pake ngaku-ngaku calon suami segala lagi,,
"aku Yudha calon suami mu,,
__ADS_1
"OOO,,ada apa tanya Yura ketus.
"untuk mahar nya mau minta apa? tanya Yudha.
"emmm,,apa ya,, mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuk.
"buruan,,!!
"aku harus minta apa? tanya Yura balik.
"terserah apa pun yang kau mau, ketus Yudha,
"apa pun yang ku mau!! yakin?
"cepatlah,,.
"oke,,oke,,sabar bos,, terlintas ide jahil di kepala Yura. senyum mengembang tatkala membayangkan bagaimana reaksi Yudha saat mendengar permintaan mahar nya.
"aku mau satu unit motor sport, dan dua puluh gram logam mulia, uang tunai sebesar dua puluh lima juta empat ratus dua ribu empat rupiah,
"dan pelangkahan nya dua unit motor sport, bagaimana? tanya Yura.
"oke,,baiklah,,ada lagi,,tanya Yudha santai.
"hah,,apa!!? kamu setuju, ga keberatan gitu, heran Yura.
"ga sama sekali,,kalau itu mau mu ya sudah ga masalah bukan,,ucap Yudha enteng.
"serius kamu ga keberatan sama permintaan aku,,tanya Yura tak percaya.
"kok kamu ga keberatan sih,,harusnya kamu marah dan batalin pernikahan kan, kok malah bilang oke oke aja,
"maksud mu apa??
"ga jadi deh aku cuma minta uang tunai satu juta aja, dan untuk pelangkahan nya dua pasang baju Koko beserta kopiah nya, warna putih ya,,ucap Yura tulus.
"hahh,,apa!!! Yudha yang gantian terkejut.
"iya aku minta yang kedua aja, permintaan ku yang pertama itu cuma bercanda, niat nya sih tadi cuma buat kamu marah sama aku, terus batal nikah deh,, hehehe tawa sumbang Yura.
"terserah kamu lah,,kalau itu mau mu juga ga masalah, ujar Yudha.
"emm,,aku boleh tanya sesuatu ga? tanya Yura ragu.
"mau tanya apa?
"kenapa nikah nya harus secepat ini,,ga bisa diundur satu bulan lagi gitu,,
"ga,,udah ya aku sibuk,
"assalamualaikum,,Yudha mengakhiri telepon nya.
"wa'alaikumussalam,, jawab Yura pasrah setelah sambungan telepon terputus sepihak.
"siapa dek, kok muka nya kusut gitu. tanya Azka yang penasaran ingin tahu siapa yang menelepon adik ya barusan.
__ADS_1
"Yudha bang,,
"dek sama calon suami ga boleh panggil nama dong, ga sopan, tegur Azka.
"lah terus harus manggil apa? tanya Yura balik.
"panggil yang sopan, dia usianya sama kayak bang Bima loh, Azka memberikan nasehat.
"panggil mas atau apalah,,sayang juga boleh, yang penting jangan panggil Abang,,panggilan itu cuma buat kita Abang mu. tegas Azka.
"ya Uda, nanti Yura coba deh,
"ya udah, istirahat,,besok Uda berubah status.
Yura mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Azka.
Dikediaman keluarga Raditya, tampak Yudha senyum-senyum sendiri, membayang kan reaksi Yura yang terkejut mendengar jawabannya yang tak keberatan sama sekali dengan mahar yang dimintanya, sementara itu Yura langsung membatalkan permintaan pertama nya dan mengganti menjadi lebih sederhana.
"ahhh,,gadis yang unik,,jika memang itu yang kau pinta aku pun tak merasa keberatan sama sekali, memangnya kau takut aku tak mampu memberikan mahar yang sesuai dengan keinginan mu itu,, gumam Yudha.
"kenapa bang,,kok senyum senyum sendiri, tanya Raya kepo.
"aish,,anak kecil mau tau aja, ketus Yudha.
"Abang,,,kasih tau dong,,kepo aku,,ucap Raya penasaran,
"Rahasia,,,kabur Yudha meninggalkan Raya begitu saja dengan rasa penasaran adik nya yang tingkat dewa.
Sampainya dikamar, Yudha langsung menghubungi sang asisten untuk mempersiapkan mahar yang tadi disebutkan oleh Yura, tanpa terkecuali, yang pertama ataupun yang kedua, bagi nya sama saja, harus segera ditunaikan.
"Tuan yakin akan memberikan semua nya, tanya Deni ragu.
"kenapa? kau juga ikut meragukan ku? ketus Yudha tak terima.
"bukan begitu tuan, tapi apa nona Yura yang meminta semua nya? tanya Deni yang masih ragu.
"sebenarnya,,awalnya dia hanya ingin mengerjain aku saja, berharap aku marah dan membatalkan pernikahan kami,
"aku langsung setuju dengan permintaannya, dia sendiri yang akhirnya tak percaya dan mengakui bahwa dia hanya bercanda.
"setelah itu, dia meminta mahar yang kedua, uang tunai satu juta dan dua pasang baju Koko beserta kopiah nya untuk abang-abang nya,
"kau tau Deni, dari situ aku bisa menilainya bahwa dia bukanlah tipe wanita yang mata duitan.
"aku semakin yakin untuk segera menghalalkan dia, jelas Yudha panjang lebar.
"baiklah tuan, saya akan melakukan tugas ini, dan saya akan segera mempersiapkan semua nya,
"lusa adalah hari bahagia tuan, istirahat lah tuan,
"saya yang akan mengurus semuanya,,tuan terima beres,, jelas Deni.
"ya aku tau,,apa guna nya aku menggaji mu jika urusan ini aku yang mengurusnya sendiri, sarkas yudha dan mengakhiri telepon nya.
"Hem,,tuan tidak pernah berubah, selalu bikin kesal dengan ucapan yang menyentil hati,," gumam Deni.
__ADS_1