
Dinda yang mendengar kabar pernikahan Yudha merasa terpukul, dia yang selama ini selalu berusaha mendekati Yudha nyatanya tak pernah mampu meraih hati nya, terlebih lagi mengetahui istri Yudha adalah wanita biasa, yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirinya..
"hiks,,hiks,,Yudha kenapa kau tega sekali, selalu mengabaikan selama ini,
"mengapa kau lebih memilih dia yang tidak ada istimewanya sama sekali
"aakhhh,,, Yudha,,racau Dinda sedih.
karena lelah menangis akhirnya Dinda tertidur pulas,
Keesokan harinya, Dinda menghubungi Tante Tina,
"halo,,jawab Tina mengangkat panggilan telepon dari Dinda.
"Tante,,rengek Dinda manja,,
"maafin Tante ya sayang,,ini semua diluar dugaan,
"entah apa yang dilakukan wanita itu sehingga membuat Yudha berubah pikiran secepat itu,,alasan Tina.
"terus bagaimana nasib Dinda tanpa Yudha,,
"Tante kan tau aku suka sama Yudha dari dulu,,ucap Dinda sedih.
"sabar ya sayang,, sepertinya Yudha juga tidak mencintai wanita itu, kamu masih punya peluang sayang,
"hari ini Yudha sudah mulai bekerja kembali, kau datang lah kerumah, kita buat perhitungan dengan wanita tidak tahu diri itu,,senyum licik Tina merencanakan sesuatu untuk Yura.
"baiklah Tante, aku siap-siap dulu ya,, Dinda langsung mengakhiri telepon nya.
Dinda merasa senang,,setidak nya dia masih memiliki peluang untuk mendapatkan Yudha dan bisa menyingkirkan istrinya.
"hahaha,, perempuan udik,,aku akan buat perhitungan dengan mu,, ucap Dinda dalam hati.
Sementara Tina memastikan keadaan rumah yang aman, Suami nya yang sudah berangkat kerja, Yudha yang masih dikamarnya, mungkin akan segera berangkat, pikirnya, dan putrinya juga sudah berangkat sekolah.
"aman,, untuk bisa memberi pelajaran kepada wanita kampungan itu,, hihihi,, semangat Tina dalam hati.
Dikamar Yudha,,
"kok sudah ganteng,,mau kemana mas? tanya Yura yang masih bermalas-malasan di kasurnya.
"coba ulangi lagi,, manggil nya apa? tanya Yudha yang menghentikan langkahnya yang hendak mengambil tas kerja.
"mas,,mas Yudha,,senyum Yura sambil mengedipkan matanya berulang kali dengan kedua tangannya menopang dagu.
"kenapa dengan mata mu,,sakit kah,, Yudha menahan tawanya saat melihat ekspresi Yura,,sangat menggemaskan.
"mataku habis kecolok sama pemandangan mas Yudha yang ganteng, jawab asal Yura.
"hahaha,,Yudha tak bisa lagi menahan tawa nya, Rasanya dunia nya berwarna dengan kehadiran Yura dalam hidupnya.
"aku pergi dulu,, assalamualaikum,, baik-baik dirumah,,pesan Yudha setelah Yura mencium punggung tangan suaminya.
Yura hanya mengangguk kan kepala nya tanpa ikut mengantar suaminya sampai depan rumah, rasanya masih ingin merebahkan tubuhnya hingga siang, toh Yura juga sedang berlibur ibadahnya.
polah tingkah Yura membuat senyum Yudha tak pernah pudar hingga sampai di kantor, perubahan Yudha membuat semua karyawan dikantor merasa heran, bukan hanya karyawan dikantor, bahkan Deni sang asisten pun ikut merasa heran, saat di dalam mobil, Yudha selalu tersenyum terkadang juga tertawa,
sampai di ruang nya, Denis tak bisa lagi menahan rasa penasarannya, sehingga membuat Denis mengajukan beberapa pertanyaan langsung ke pada bis nya.
"ada apa gerangan, hingga membuat tuan terlihat sangat bahagia,,selalu tersenyum bahkan juga tertawa.
"hahh,,apa? apakah kelihatan? tanya Yudha balik.
"ya sangat terlihat tuan,, sepertinya nona Yura membawa pengaruh positif untuk tuan,
"sepertinya begitu,,aku Yudha,
__ADS_1
"kau tahu Deni,,pagi tadi apa yang dia katakan padaku hingga membuat ku selalu tersenyum bahkan tertawa, Yudha menceritakan darma pagi tadi dia bersama Yura dengan penuh semangat,
"ada saja tingkah nya,,ucap Yudha tak habis pikir akan kelakuan istri nya.
"o,ya,sudah kau pasang cctv yang aku minta pada mu?
"sudah tuan, tuan bisa melihat langsung, dan untuk kamar hanya tuan sendiri yg bisa melihatnya, karena tersambung langsung dengan handphone tuan, Deni menjelaskan.
"mati saja kau jika berani melihat istriku dikamar, berang Yudha tak terima.
"bukan begitu tuan, saya hanya menjelaskan saja, saya masih menyayangi nyawa saya tuan,,
" mana saya berani tuan,,sama saja saya mencari mati,,Deni berujar dalam hati.
"eh,,apa yang dilakukan mama dikamar ku,,gumam Yudha, merasa penasaran apa yang terjadi,,Yudha langsung memperbesar suara cctv nya, sehingga bukan hanya gambarnya saja tapi juga suaranya terdengar,
"Yura!!? bangun kamu,,dasar pemalas, berang Tina ketika masuk kedalam kamar Yudha dan melihat Yura yang masih tiduran di kasur,
Dengan kasar Tina menarik selimut Yura,,
"apa an sih ma,,masih ngantuk,, ketus Yura.
"hei,,bangun kamu wanita malas,,suami pergi kerja malah kamu enak-enakan dirumah tidur,,tua mulai mengeluarkan ultimatum nya.
"hemmm,,terus Yura harus ngapain ma,,pembantu banyak,,mas Yudha juga pasti ga bolehin dong istri cantik nya capek-capek,,ucap Yura asal.
"apa,,kamu ya,,tidak tau diri,,hidup numpang tidak tau diri kamu ya,,Tina semakin kesal.
"Yura memang numpang ma, numpang sama suami Yura,,mas Yudha,,terus salah nya dimana?
Tina semakin kesal melihat Yura yang selalu saja menjawab apa yang dikatakan oleh nya,
"dasar menantu durhaka,,
"hufh,, membuang nafas nya panjang,,
"kalau Yura menantu durhaka, mama apa dong sebutannya,,
"dasar kamu,,awas kamu ya aku akan memberitahu Yudha seperti apa kelakuan istrinya yang kampungan ini.
"bilang aja,,aduin sepuas nya mama,,memang aku perduli,,ketus Yura dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,
"pintu keluar sebelah sana ma,,aku mau mandi dulu,jangan lupa tutup pintunya kembali ya,,sebelum masuk Yura membalikkan badan nya sedikit dan menunjukkan jari telunjuknya menuju pintu kamar,
Tina pergi keluar kamar dengan perasaan kesal yang luar biasa, tak lupa pula ia membanting pintu kamar Yudha cukup kencang,,,
Sementara Yura dikamar mandi keluar lagi untuk memastikan Tina sudah keluar kamar,,
"hahaha,,Yura dilawan,,mana muk in,,,ucap Yura pada dirinya sendiri dan tertawa puas.
Yudha yang memperhatikan Yura dari layar monitor merasa puas dengan apa yang dilakukan istrinya,, setidak nya dia tidak merasa khawatir jika terjadi perlakuan yang tidak mengenak kan dari mama tiri nya.
Yudha sudah menduga ini pasti bakal terjadi, oleh sebab itu sebelumnya Yudha meminta Deni untuk memasang cctv secara tersembunyi,,dan hanya Yudha dan Deni saja yang tau dimana letak cctv itu.
Tak berselang lama Yudha kembali memeriksa cctv yang berada di ruang tamu, dimana sang istri berada dan juga mama tiri nya dan bersama seorang wanita yang tidak asing lagi, ya wanita itu adalah Dinda.
"sedang apa wanita itu disana,,pasti mama yang mengundangnya,,pikir Yudha,
Yudha masih setia mantau layar monitor dan sambil bekerja,
"Yura,,sini kamu,,teriak Tina.
"apa lagi sih ma,,kesal Yura berjalan menuju mama tiri nya.
"ini Tante yang di bilang istrinya Yudha,,Dinda melihat penampilan Yura dari atas sampai kebawah dengan senyum mengejek,,
"kampungan dan udik,,hina Dinda.
__ADS_1
"kenapa rupanya! Yura memutar bola matanya jengah.
"hei,,kau tanya kenapa? seharusnya kamu malu dan berkaca kamu tidak pantas bersanding dengan Yudha,
"suka tidak suka aku tetap istri mas Yudha,,
"kalau kalian keberatan,,sana bilang sama mas Yudha nya sendiri. protes kok sama saya,,ckckck,,Yura menggeleng - geleng kan kepala nya.
"kamu memang menyebalkan,,
"apa yang dilihat oleh Yudha,,sudah jelek, dekil kampungan, udik lagi,,dan lebih parah nya ga berkelas sekali. hadeh,,Dinda semakin menghina Yura,
"biarlah,, walaupun aku dekil, jelek, dan penampilan tidak berkelas,,udik juga tapi,,,,aku sah istrinya,,
"dari pada kamu,,katanya aja,,cantik dan juga berkelas,,tapi,,,sayang M-U-RA-H-AN,,Yura menekan kan kata murahan pada Dinda.
"berkelas kok doyan suami orang,,sarkas Yura.
"kamu,,,Dinda hendak melayangkan tangannya untuk menampar Yura,,
Dengan gerakan cepat Yura menangkis tangan Yura dan menghempaskan dengan kasar.
"cantik-cantik kok pelakor,,
"sayang kan wajah cantik dan penampilan berkelas,,ga banget dong,,ejek Yura,
"Yura!!! berang Tina,
"mama ternyata sama saja,, malah belain pelakor dari pada mantu sah nya,, sarkas Yura,
"kamu berani ya sama saya,,ancam Tina.
"kenapa saya ga berani,,saya tidak merasa melakukan kesalahan,,
"silahkan mama mengadu dengan suami mama,,
"begitu pun aku juga akan mengadu pada suami ku,,gimana dong,,impas kan,,balas Yura.
"dan kamu mbak pelakor,,pintu keluar disebelah sana,,silahkan keluar,,Yura menatap tajam Dinda dan mengusirnya, dan pergi meninggalkan mereka berdua kembali ke kamarnya.
"Tante,,rengek Dinda setelah melihat Yura pergi.
"tenang sayang,,Tante akan balas wanita sialan itu,,geram Tina,
"sekarang kamu pulang dulu ya,,Tante ga mau Yudha tau kalau kamu datang,,Tina memberi pengertian agar Dinda mau pulang.
sementara dikantor Yudha sudah melihat dan mendengar apa yang sudah terjadi di rumah nya.
"kurang aja,,geram Yudha menahan marah,
"tuan,,apakah saya harus turun tangan,,tanya Deni.
"tidak perlu, kita pantau saja dari sini,
"sepertinya nona Yura bukan lah gadis yang lemah,
"kau benar,, bar-bar juga ternyata istri kecil ku, senyum Yudha,
"nona memang sangat berani tuan,,ucap Deni kagum.
"hei,,tutup matamu,,kalau tidak ku colok nanti mata mu itu yang terus Mandang istri ku.
"hah,,apa tuan,,Deni gelagapan mendengar ancaman tuan nya,
Yudha menatap tajam Deni, ditatap seperti itu, membuat Deni mundur dan berbalik menuju pintu keluar,
"saya permisi tuan, jika ada yang tuan butuhkan lagi saya ada dikantin,,,pamit Deni dan keluar ruangan Yudha.
__ADS_1
"huhu,,selamat,,,Deni mengelus-elus dadanya pelan.
"tuan sudah mode galak,,batin Deni.