Menikah Karena Terpaksa

Menikah Karena Terpaksa
Part 48


__ADS_3

Di sebuah kota tua di salah satu provinsi di Indonesia, seorang wanita tengah berteriak histeris, karena merasa takut dan juga khawatir, karena selama ini, hidupnya tidak bisa tenang, bayang-bayang suaminya yang sudah meninggal ditangan mantan kekasihnya, selalu menghantui, rasa trauma yang di alami oleh wanita itu cukup membuat nya depresi.


"mama,," seorang gadis remaja memeluk mama nya yang ketakutan,


"tidak,,aku bukan pembunuh,,bukan aku yang membunuhnya" teriak nya lagi,


"siapa ma? siapa yang dibunuh?" tanya gadis itu bingung,


"dia,,dia Ronny Raditya,,dia telah tewas,,aku takut,,takut,," racaunya terus-terusan.


"siapa yang membunuh papa ma?" tanya gadis itu lagi,


"aaakhhhh,,,bukan aku!!!" teriak nya lagi,


"ma,,mama,," gadis itu menangis melihat kondisi mama nya yang sedang tidak baik-baik saja.


Ceklek,,


Seseorang membuka pintu,,


"berikan ibu obat penenang,,maka dia akan tenang dan tidur" perintah seorang pria kepada gadis itu.

__ADS_1


Mendengar suara pintu terbuka gadis itu memalingkan wajahnya sebentar, lalu mengangguk kan kepala nya,


Dengan lembut gadis itu memberi obat penenang pada ibu nya, setelah ibunya mulai tenang dan tertidur, gadis itu menemui pria yang masuk kekamar ibunya tadi.


"Om,,om Marko" panggil gadis itu pelan,


ya,laki laki yang baru masuk kekamar tadi adalah Marko, dan wanita yang berteriak histeris adalah Tina, serta gadis yang merawat ibunya adalah Raya.


"ada apa?" tanya Marko datar


"Om,, tolong jawab dengan jujur, sebenarnya apa yang terjadi sama mama, kenapa mama setahun belakangan ini sering berteriak histeris disaat-saat waktu tertentu",


"kau tidak perlu tau" acuh Marko,


"dia bukan papa mu, tapi akulah papa mu" tegas Marko,


"ga,,om Marko bukan papa ku" teriak raya tak terima.


"he,,kau masih belum percaya,,oke ,,terserah padamu,"


"yang jelas saat kau membutuhkan darah, hanya darah ku lah yang cocok dengan mu, karena kau adalah Putri ku" jelas nya lagi.

__ADS_1


"ga,,aku anak papa Ronny" ucap nya tak terima karena Marko terus mengatakan kalau ia adalah putri nya, bukan anak dari Ronny.


"terserah kau saja, jika tak percaya, kita bisa melakukan tes DNA" tantang nya,


"iya,,aku setuju" jawab cepat Raya,


Rasanya masih sangat tidak rela, jika dia bukan anak dari Ronny, tumbuh hingga remaja dengan curahan kasih sayang dari Ronny, membuat nya menolak kenyataan, jika ternyata Ronny bukanlah papa kandungan nya.


keesokan harinya, Marko mengambil sehelai rambut raya, dengan diam-diam, Marko berniat melakukan tes sendiri, untuk menghilangkan rasa penasarannya, meskipun sebelumnya Tina sudah mengakui kalau raya adalah putri nya,


"Hanya sebuah ucapan, tidak menjamin kebenaran atas sebuah fakta, maka dari itu di perlukan bukti yang paling akurat, dan tes DNA adalah solusinya, agar tidak ada keraguan akan kebenaran itu sendiri nantinya.


Senyum mengembang Marko terbit diwajah nya yang bisa dibilang tidak begitu tampan, jika dibandingkan dengan Ronny, tentu Marko berada di bawah Ronny, entah apa yang dilihat oleh Tina, sehingga bisa membuat nya terkintil-****** dengan Marko.


Hasil dari tes DNA yang dilakukan nya seminggu yang lalu, telah keluar, dan Marko merasa senang karena Raya benar adalah putri kandungnya,


Dengan langkah pasti, Marko mencari Raya, yang saat itu tengah menemani mama nya dikamar.


"ini, bacalah,," Marko menyerahkan kertas hasil DNA,


Dengan cepat Raya mengambil kertas yang di berikan oleh Marko, dengan perasaan yang campur aduk, Raya membuka hasilnya,

__ADS_1


"hiks,,hiks,,Raya menangis mengetahui kalau dirinya bukanlah anak Ronny, melainkan putri kandungnya Marko,


__ADS_2