Menikah Karena Terpaksa

Menikah Karena Terpaksa
Part 32


__ADS_3

Suasana di desa tempat nenek Yura tinggal udaranya sangat sejuk, karena di kelilingi oleh berhektar-hektar sawah yang hijau, perlu waktu sekitar tiga bulanan untuk sampai di masa panen,


Yura sangat menikmati sarapannya di belakang rumah nenek sambil melihat pemandangan sawah yang luas, sejauh mata memandang hanya hijaunya daun padi yang tumbuh dengan subur.


Senyum manis Yura mengembang tatkala melihat sekelompok burung Pipit yang hinggap di sebagian lahan sawah kelahan yang lain, mereka bergerombolan saat terbang dan hinggap.


"ahhh,,indahnya,," gumam Yura.


Di balik tirai jendela seorang pria tengah menatap sendu Yura yang masih menikmati indahnya pemandangan di pagi hari, siapa lagi jika bukan Leo,


Mereka memang sepupu, tapi saudara jauh tepatnya, karena Leo bukanlah anak kandung paman Roy. saat Leo kecil paman Roy menemukan Leo di pinggir jalan sambil berjualan koran, saat itu paman Roy belum mempunyai anak, sehingga memutuskan untuk membawa Leo pulang karena Leo juga sebatang kara saat itu.


Rasa cinta tumbuh di hati Leo saat pertama kali berkunjung ke rumah Yura, Yura yang usil yang selalu membuatnya merasa kesal tapi juga senang.


"ahhh,,apa yang kupikirkan,,Yura sudah sangat bahagia, seharusnya aku juga senang melihatnya" Leo bermonolog sendiri sambil memukul pelan keningnya dan tersenyum.


Ternyata bukan hanya Leo yang melihat Yura, Yudha juga tengah memperhatikan istrinya dari jendela kamar nya.


"kamu memang cantik dan baik hati sayang, tidak hanya wajahmu saja yang cantik, tapi sikap dan perilaku mu juga",


"pantas saja banyak yang menaruh hati kepada mu tanpa kau sadari."


"beruntungnya mas, memilikimu sayang"


"mas akan selalu menjaga dan melindungi," Yudha berbicara sendiri yang menatap istrinya penuh cinta.


Suara handphone nya membuyarkan lamunannya, saat melihat sepintas siapa yang menghubungi nya, Yudha segera mengangkat panggilan telepon nya.

__ADS_1


"assalamualaikum pa",


,"---"


"apa!!!, Raya kecelakaan?"


"baik pa, Yudha akan segera pulang", panggilan pun berakhir.


Yudha merasa lemas mendengar kabar adik perempuannya mengalami kecelakaan dan hingga saat ini masih belum sadarkan diri.


Bergegas Yudha menemui Yura istrinya untuk memberi tahu bahwa Yudha akan segera pulang untuk melihat kondisi Raya, meskipun Raya terkadang menjengkelkan, tapi Yudha juga sangat menyayangi adiknya.


"sayang,," Yudha memeluk Yura dari belang sambil mengecup kepala Yura lembut.


"ya ma", mendongakkan kepalanya menatap Yudha.


"maafkan mas, sepertinya mas akan pulang sebentar"


"ada apa?" tanya Yura bingung.


"ada urusan di kantor yang mengharuskan mas untuk datang" beralih duduk di samping Yura dan merangkulnya.


"mas ga lama kan disana?"


"ga sayang, mungkin satu Minggu".


"bolehkan" menatap lembut Yura".

__ADS_1


"heemm,,," Yura menganggukkan kepalanya.


"kapan mas pulangnya?"


"hari ini!"


"kok cepet banget"


"Yura masih pengen seperti ini" memeluk suaminya dan menghirup dalam-dalam prima meskulin Yudha yang sangat menenangkan.


"aku akan sangat merindukan prima ini ma" ucap Yura mulai sedih.


"sayang,,mas hanya sebentar disana, setelah urusan selesai mas akan segera kembali menemanimu hingga sembuh," menggeser tubuhnya menatap lembut Yura dan mengecup keningnya dengan lama.


Yura kembali memeluk suaminya, rasanya begitu berat melepaskan pelukannya, entah apa, mengapa Yura merasa berat melepas kepergian Yudha, seperti ada firasat, tapi entahlah, Yura juga tidak mengetahui apa.


"mas janji ya, akan segera kembali begitu urusan disana selesai" ucap Yura sedih.


"iya mas janji," semakin mengeratkan pelukannya dan menciumi pucuk kepala Yura berkali kali.


perasaannya juga berbeda dari biasanya, seperti enggan melepaskan pelukannya dari Yura. tapi entahlah Yudha juga tidak mengerti.


" maafkan mas sayang, mas terpaksa harus membohongi mu, mas pergi bukan untuk urusan kantor, tapi karena Raya mengalami kecelakaan"


"mas tidak ingin kamu tahu, mas ga mau kabar ini akan semakin membuat kondisi mu menurun, dan juga keselamatan mu terancam jika mas membawamu pulang."


Yudha berucap dalam hati menyembunyikan fakta yang sebenarnya, itu semua Yudha lakukan demi untuk keselamatan Yura.

__ADS_1


Yudha melirik selintas arlojinya, hari semakin siang, Yudha mengajak Yura masuk kedalam rumah. sekalian untuk berpamitan kepada keluarga Yura.


setelah mengantar Yura kedalam kamar, Yudha menemui keluarga Yura di teras depan untuk berpamitan dan segera bertolak dari kampung nenek menuju rumah sakit tempat raya di rawat.


__ADS_2