
"Bagaimana? kau sudah menemukan mereka?" tanya Yudha kepada Deni, yang mencari dan menyelidiki Tina,
"sudah tuan, dan sepertinya nyonya Tina mengalami depresi berat,,"
"biarkan saja, mungkin itu balasan, hasil dari perbuatannya" ucap Yudha datar, menggenggam erat tangan nya menahan emosi, jika mengingat wanita itu, karena dia lah penyebab ayahnya meninggal dunia.
"dan,,nona Raya,,, bukanlah anak dari tuan Ronny"
"ya aku tau, meskipun aku terlanjur sayang kepada Raya, tapi bukan berarti dia lolos dari hukuman yang akan aku berikan untuk nya",
"kau pantau terus mereka, lusa aku akan pergi berlibur bersama Yura, kau awasi terus mereka"
"saat pulang liburan, kita beri pelajaran mereka semua"
"baik tuan"
Bersamaan dengan itu, Yudha kembali kekamar nya menemui istrinya, Seminggu berada di rumah sakit, setelah sadar diri koma, membuat nya selalu rindu kepada istri kecilnya.
Ceklek,,
"Sayang,," ucapan nya terhenti, melihat sang istri tengah tertidur pulas,
" bagaimana mau buat Yudha Junior, kalau lahannya tidur begini" Yudha berjalan menuju ranjang, dan mengelus lembut pipi Yura, diciumnya kening Yura lama, sungguh ia sangat merindukan istrinya.
"engghh,," Yura menggeliat merasakan benda kenyal menyentuh keningnya,
"mas,,"suara serak khas bangun tidur,
"tidurlah,," ucapnya sambil naik keatas ranjang dan memeluk Yura erat,
Yura tersenyum dan membalas pelukan suaminya, Yudha mencium pucuk kepala Yura, turun ke kening dan berlanjut ke bibir ranum Yura,
"mas minta hak nya mas boleh?" tanya nya lembut menahan hasrat yang sudah lama tak tersalurkan,
__ADS_1
Yura hanya mengangguk kan kepala nya dan tersenyum,
"lakukan lah mas, aku adalah milikmu" ucapnya lembut memasrahkan diri nya untuk suami tercinta,
Malam itu mereka larut dalam lautan asmara yang sudah lama tidak tersalurkan, setelah lelah dalam perjalanan menuju surga dunia, mereka terlelap tidur.
Keesokan paginya, Yudha sudah rapi dengan pakaian santainya,
" sayang bangun,," ucapnya lembut mencium kening Yura setelah meletakkan nampan berisi sarapan pagi berupa roti lapis isi coklat dan secangkir teh hangat,
"ngantuk mas" manja nya dan menarik kembali selimut menutupi seluruh tubuhnya,
"sayang ayo bangun, kita akan terlambat"
" mau kemana mas" tanya nya setelah membuka selimut yang menutupi wajahnya,
"kan kita mau liburan,"
"serius,," antusias nya dan terduduk tak lupa masih memegang erat selimut yang masih menutupi tubuh polosnya,
Yura bergegas bangun dan berjalan menuju kamar mandi dengan masih melilit kan selimut di tubuhnya,
Setelah selesai mandi, Yura berganti pakaian santainya yang tentunya terlihat sopan, dengan tunik dan rok plisket menutupi tubuh mungilnya dan menjalankan ibadah sholat sendiri an, karena Yudha sudah lebih dulu sholat,
Setelah selesai, Yura memakai jilbab segi empat warna yang senada dengan pakaian nya, tak lupa memakan habis sarapan yang sudah disiapkan oleh suaminya,
Rasanya, sarapan pagi ini adalah sarapan paling terenak setelah satu tahun belakangan,
Yura tidak menyangka, penantian panjang nya mengembalikan kebahagiaan yang dulu sempat pasrah dengan keadaan,
Yura sangat bahagia, senyumnya terus menghiasi wajahnya yang bahagia,.
Yura membereskan piring dan gelas bekas dia sarapan tadi, membawanya ke dapur.
__ADS_1
"sayang, sudah selesai sarapan nya?"
Yura hanya mengangguk sebagai jawaban,
"ayo kita berangkat" merangkul bahu Yura serta menggenggam erat tangan nya,
"sekarang mas" tanya nya terkejut menatap suaminya,
"iya dong, emang kapan? tahun depan?" gemas Yudha melihat keterkejutan Yura,
"tapi kan aku belum siap-siap" protesnya
"Uda tenang aja, ga usah dipikirin" masih merangkul Yura dan menariknya masuk ke dalam mobil,
"mas,,terus pakaian ku gimana?" panik Yura,
"kamu cantik, Uda diem ya"
"bukan itu mas, tapi pakaian ganti nanti disana"
"oohh itu, kamu tenang saja, semua sudah mas siapkan di sana"
"syukurlah,,sultan mah beda" menatap genit suaminya
"sudah mulai pintar ya" gemasnya mentoel hidung Yura,
"tapi cinta kan"
"cinta pake banget," memeluk erat Yura
"ekhemmm,," Deni berdehem mengingat kan tuannya kalau mereka tidak berdua saja, melainkan ada Deni dan juga supir yang berada di bangku depan,
"sudah jalankan mobilnya, ganggu saja" kesal Yudha karena merasa terganggu dengan asistennya.
__ADS_1
Deni menarik sudut bibirnya, tuanya merasa terganggu dengan keberadaan nya dan juga supir, dia sangat bahagia, karena tuannya sudah berkumpul dengan istrinya dan bahagia.