
Kondisi Ronny sudah mulai membaik, dan dokter menyatakan bahwa Ronny sudah bisa pulang, Leon merasa sangat bersyukur karena tuan nya sudah sehat kembali.
Segala keperluan yang dibutuhkan oleh Ronny, telah selesai di kerjakan oleh Leon, Leon telah mengatur kepulangan Ronny dari rumah sakit seperti kepulangannya dari perjalanan bisnis, sehingga tidak menaruh kecurigaan kepada orang lain,tentunya Tina.
Saat jam makan siang Ronny tiba dirumah nya, suasana rumah tampak sepi, Ronny berjalan ke arah kamarnya, juga tak menemukan istrinya, Ronny berencana untuk istirahat setelah itu akan mencari istrinya,
Ronny masih belum menyadari jika putri nya masih berada di rumah sakit, namun ada sedikit keraguan di hati nya, karena golongan darah nya tidak sama dengan dirinya, berbeda dengan Yudha yang memiliki golongan darah yang sama seperti dirinya.
Karena terlalu lelah, akhirnya Ronny tertidur lelap,
Malam hari nya Tina tiba di rumah nya, karena lelah Tina langsung menuju kamarnya untuk segera membersihkan diri nya dan setelah itu langsung tidur,
Tina merasa sangat lelah untuk hari ini, dimana dia harus melayani Marko yang tidak ada bosannya di ranjang, dan dia juga harus bolak-balik ke rumah sakit.
"ahhh,,aku sangat lelah" ucap nya pada diri sendiri, berjalan gontai menuju kamarnya,
Tina terkejut saat tiba di kamar nya, mendapati Ronny yang tengah menatapnya dengan tajam.
"p,,pa,,papa sudah pulang?" tanya Tina gugup,
"dari mana kamu, selarut ini baru pulang?" tanya Ronny penuh penekanan,
"dari rumah sakit dong pa, memang nya dari manalagi?" jawabnya berkilah,
"kau yakin,, kau sedang tidak berbohong kan?"
__ADS_1
"ma,,mana mungkin mama bohong sih pa" elaknya lagi karena gugup,
Tina bergegas menuju kamar mandi, berusaha untuk menghindari Ronny yang selalu menatap nya kemana Tina bergerak.
Tina mengelus dadanya, saat sudah masuk kedalam kamar mandi,
"sialan,,ternyata dia sudah pulang"
"bodoh sekali aku, kenapa tidak menyadari kehadirannya," rutuk Tina pada dirinya sendiri.
Setelah selesai mandi dan berpakaian seksi, Tina perlahan mendekati Ronny, dan menggodanya, berharap Ronny akan tergoda, namun sayang,, Ronny sama sekali tidak tertarik sama sekali, malah sibuk dengan gawai nya,
Tina merasa sangat kesal, tapi dia tidak kehilangan akal, Tina terus merayu dengan cara menyentuh titik sensitif diri tubuh Ronny, seperti sudah hilang gairahnya pada Tina, sedikitpun Ronny tidak terangsang,
"Aku lelah Tina, kau tidurlah hari sudah larut malam" merebahkan tubuhnya dan membelakangi Tina,
"sialan,," geram Tina mengepalkan tangannya, baru kali ini Ronny menolak pesonanya, sedangkan Marko akan sangat tergila-gila dengan nya,
Karena kesal, Tina membaringkan tubuhnya dengan kasar, dan juga membelakangi Ronny.
Keesokan paginya, Ronny sudah berangkat kerja pagi-pagi sekali, sehingga saat Tina bangun Ronny sudah tidak ada di kamar,
Dengan malas, Tina segera membersihkan diri nya, dan bersiap-siap untuk ke rumah sakit, menemani Raya yang masih terbaring lemah, paska operasi,
"bik,,tuan sudah berangkat kerja?" tanya Tina pada pembantu nya,
__ADS_1
"sudah nyonya, tadi tuan berangkat pagi-pagi sekali,"
"bik, siapin bekal untuk saya bawa kerumah sakit ya"
" baik nyonya, akan segera saya siapkan"
Sambil menunggu bik Ijah selesai menyiapkan makanan, Tina menikmati sarapan pagi nya,
Tak lama kemudian, handphone Tina berdering,
"ada apa?" tanya Tina ketus saat menerima telepon.
"baiklah, aku akan segera kesana" kesal Tina kepada si penelepon, panggilan pun berakhir,
"bik sudah selesai?"
"sudah nyonya, ini" menyerahkan makanan yang sudah di kemas ke dalam wadah makanan kepada Tina,
"bik, nanti kalau tuan pulang makan siang, bilang saja saya kerumah sakit ya" pesannya kepada bik Ijah.
"iya Nya,," mengangguk kan kepala nya.
Tina segera keluar rumah, menuju mobilnya yang masih di dalam garasi mobil, setelah membunyikan klakson, satpam yang berjaga segera membuka kan pintu gerbang, Tina langsung meluncur menjauh dari rumah menuju tempat dimana dia membuat janji dengan si penelepon tadi.
"
__ADS_1