
"Bik, kenapa rumah sepi sekali? mama sama papa pergi ke mana?"tanya Maria yang sesaat baru bangun tidur, dan tidak melihat siapa pun.
"Tadi ada polisi datang Non, terus nyonya sama tuan ikut polisi itu."Jelas Bik Lastri.
Maria yang tengah makan buah semangka langsung tersedak.
Uhuk uhuk uhuk
"Pelan pelan Non..."Bik Lastri mengambilkan air putih untuk Maria. "Di minum dulu Non."Maria meminumnya.
"Ngapain mereka pergi ke sana Bik?" tanya Maria serius.
"Bibik gak tau Non. Lebih baik Non telfon nyonya saja." Maria pun langsung lari ke kamar mengambil hp nya.
"Halo Ma... Mama ngapain ke kantor polisi?"
"Mama sama papa cuma di minta keterangan tentang perampokan yang di alami papa semalam. Kamu tenang saja, nanti Mama sama papa langsung pergi ke tambang jadi kamu gak usah nunggu kami pulang untuk makan, ya."Seru Ana di seberang telfon.
"Oh gitu, aku kira apa. Ya udah Mama sama papa hati hati ya. Bye Ma." Maria mengakhiri panggilan.
__ADS_1
Karena bosan di rumah, Maria memutuskan untuk jalan jalan ke Mall. "Bik, nanti kalau mama sama papa pulang, beri tahu aja aku pergi ke Mall ya."Seru Maria yang sudah bersiap dengan penampilanya yang feminin dan modis, tapi masih di batas norma agama.
"Iya Non hati hati, jangan malam malam pulangnya."
"Ok Bibik. Byeee." Maria pergi membawa motor, dia jarang sekali mau membawa mobil jika keluar. Karena menurut dia, bawa motor lebih menyenangkan dari pada bawa mobil, dan terutama jika jalan macet maka motor lebih banyak santai.
Jalanan malam ini gak begitu ramai, hati Maria semakin senang. Bagi Maria saat saat seperti ini adalah hal yang paling ia sukai. Meskipun dia jarang bergaul, namun dengan dia ada di luar maka banyak hal yang bisa menjadi pelajaran buat dia.
Rencana awal yang ia mau ke Mall, ia batalkan. Kini ia berada di sebuah taman kota, entah mengapa hatinya ingin berhenti di tempat itu saat melihat anak anak kecil bermain.
Ia duduk di tempat yang dekat dengan anak anak itu sedang bermain. Walaupun sudah malam hari, namun suasana taman semakin indah dan itu juga menjadi tempat itu semakin ramai jika malam hari.
"Hai... kenapa kamu ada di sini?" tiba tiba seorang cowok duduk di sebelah Maria. Maria hanya melihat sekilas pada cowok itu. "Kalau di tanya jawab dong!" seru Surya. Ya cowok itu adalah Surya. "Lagi pingin aja, di sini juga gak ada larangan untuk aku datang kesini." Jawab Maria ketus. Tapi Surya hanya tersenyum melihat Maria yang pasang wajah cueknya.
Tapi belum sempat ia melangkah jauh, Surya meraih tangannya. Seketika Maria menoleh ke Surya. "Lepaskan!!!" Maria sudah mulai kesal. "Akan ku lepaskan tapi jawab dulu pertanyaanku."Saru Surya, dengan mengedipkan matanya sebelah. "Apa?" tanya Maria ketus.
"Apa salahku, sehingga membuat kamu tidak mau berbicara sama aku? bahkan kita belum saling kenal, tapi kenapa tatapanmu seakan mengatakan jika kamu sangat membenciku." Pandangan mereka saling beradu, semakin dalam dan dalam, sekan mereka mencari sesuatu di dalam mata.
"Itu bukanlah urusanmu, aku mau cuek atau aku mau membencimu itu hakku. Siapa kamu yang bertanya seperti itu padaku?"geram Maria.
__ADS_1
Surya tersenyum tipis melihat ekspresi Maria, "Kebanyakan wanita yang biasa aku temui akan selalu ramah dan bahkan sampai genit. Tapi gadis ini beda dengan mereka, aku semakin penasaran dengannya. Aku akan membuat dia semakin jengkel sama aku."Batin Surya dengan senyum liciknya.
"Hai... aku bilang lepaskan tanganku." Maria terus berusaha melepaskan tangannya. Namun tetap saja kalah dengan genggaman Surya. "Haiiii..., kau tuli ya? aku bilang lepaskan tanganku!"bentak Maria di depan wajah Surya.
Dengan cepat kini Surya memeluk tubuh Maria. Maria terkejut dengan apa yang di lakukan Surya. "Kau...!!! benar benar gak tau malu. Aku bilang lepaskan aku!!!" Maria sekarang sangat marah karena ini adalah pertama kalinya ia di peluk seorang laki laki. Dia terus meronta ronta untuk melepaskan diri, namun sedikitpun dia tidak bergerak.
Semua mata tertuju pada mereka. Hal itu semakin membuat Maria kesal dan malu...
"Mas, lepaskan mbaknya atau kami akan laporkan pada polisi." Seru Ibu ibu yang berkaca mata.
"Maaf Bu, dia istri saya biasa Bu masalah rumah tangga, sekarang saya sedang memujuknya untuk pulang karena anak kami menangis terus."Bohong Surya yang semakin membuat drama dengan memeluknya semakin erat.
"Sayang ayo pulang, kasian baby kita... pulang ya sayang!"Surya membuat mimik memelas.
Maria membulatkan matanya kala mendengar kebohongan dari mulut Surya. Mariapun bukan gadis bodoh.
"Maaf Bu, dia memang suami saya... tapi istri mana yang mau ikut pulang suami yang membawa perempuan lain ke rumah kami. Dan mereka bermesra mesraan di depan kita setiap hari... huhuhu. Tidak itu saja Bu, bahkan mereka juga gak segan segan akan memukulku jika aku berbuat salah ... huhuhuhu." Maria pura pura menjadi istri yang teraniaya. Bahkan sekarang ibu ibu itu marah pada Surya.
"Dasar laki laki kurang ajar mau enaknya sendiri."Beberapa ibu membantu Maria, dan kemudian sebagian lagi memukuli Surya.
__ADS_1
Maria terus akting, "Mbak... sekarang kamu pergi aja, biarkan suamimu ini di pukulin sama ibu ibu itu biar kapok." Ucap Ibu berkerudung merah yang geram sama Surya.
"Huhuh terima kasih Bu, saya pergi dulu."Maria memeluknya, untuk ucapan terima kasih. Sebelum melangkah pergi Maria menjulurkan lidah pada surya.