
Di desa rumah nenek, Yura yang merasa gelisah dan khawatir, seperti mendapat firasat buruk tentang suaminya, berkali-kali menghubungi Yudha, namun tidak juga tersambung, rasa khawatir Semakin menjadi jadi,
Yura keluar dari kamarnya, berjalan mencari Azka, setelah mengelilingi rumah, akhirnya Yura menemukan Azka, yang sedang asik bercengkrama dengan seorang gadis desa yang rumahnya tidak jauh dari rumah nenek.
"bang Azka," panggil Yura keras.
sesaat Azka menghentikan obrolan nya dan beralih melihat Yura adiknya. Azka melambaikan tangannya agar Yura mendekat.
melihat lambaian tangan Azka, Yura segera menghampiri Abang nya,
"kenapa Hem?" tanya Azka lembut.
"mas Yudha bang, mas Yudha tidak bisa dihubungi" ucap Yura berkaca-kaca dan khawatir.
"mungkin Yudha lagi sibuk dek, atau rapat atau meeting dengan Klien misal nya, Uda ah jangan terlalu over nanti kamu nya makin sakit," Azka menenangkan adiknya agar tidak berfikir macam macam.
"kamu harus banyak istirahat, yuk Abang antar ke kamar," merangkul Yura dan menariknya masuk kedalam rumah, serta melambaikan tangannya kepada gadis desa tadi yang mengobrol dengan nya sebelum Yura datang.
Azka membaringkan adiknya dengan hati-hati, karena kondisi Yura yang masih belum sembuh total, jadi harus banyak beristirahat.
__ADS_1
Sebenarnya Azka juga merasa khawatir dengan keadaan adik iparnya yang belum ada kabar sejak kepergiannya waktu itu, tapi dia juga tidak ingin Yura melihat kekhawatiran yang sama dengan Yura.
Setelah memastikan Yura tidur, Azka keluar dari kamar Yura, dan mencoba menghubungi Yudha lagi, tapi masih sama, suara operator yang selalu menjawabnya.
"sebenarnya apa yang terjadi dengan mu yud" ucap Azka dalam hati.
sementara di sebuah Rumah sakit, seorang pria tengah mendapatkan penanganan serius yang masih belum sadarkan diri, pria tersebut adalah Yudha.
Diluar ruangan tampak Deni dan juga Leo sedang menunggu dengan rasa gelisah, berharap semoga tuan nya baik-baik saja.
Satu jam lamanya, Yudha berada di dalam ruangan itu, hingga akhirnya pintu terbuka, muncullah seorang suster memanggil keluarga pasien.
"saya suster" jawab serempak Deni dan Leo, Tampak suster mengamati kedua pemuda tersebut.
"saya asistennya suster," jelas Deni yang mengerti dari tatapan suster itu.
"tuan Yudha mengalami luka cukup serius, sehingga mengakibatkan koma," jelas dokter yang baru keluar dari ruangan itu.
"boleh saya menemui nya dokter?" pinta Deni dan diangguki oleh Leo,
__ADS_1
"silahkan,,tapi sebelumnya saya ingin bicara empat mata dengan keluarga pasien,"
"saya saja dokter" Deni mengikuti dokter yang menangani Yudha menuju ruangan nya.
Sampai diruangan dokter, mempersilahkan Deni untuk duduk,
"bagaimana kondisi tuan Yudha dokter?" tanya Deni langsung.
"kondisi pasien saat ini tidak cukup baik, ada gumpalan darah di kepalanya yang mengakibatkan pasien mengalami koma untuk sementara waktu.
"tapi itu tidak akan lama, saran saya sering-seringlah mengajak pasien berkomunikasi, agar kondisi pasien semakin membaik.
"terimakasih dok, akan saya ikuti saran dokter,"
"kalau begitu, saya permisi dokter" pamit Deni dan berjalan meninggalkan ruangan dokter menuju kamar dimana Yudha dirawat.
Deni merasa bimbang, apakah akan memberi tahu nona muda nya atau mereka tetap menyembunyikan kondisi Yudha dari keluarganya.
sepertinya dia tidak bisa memutuskan nya sendiri, lebih baik dia bicarakan itu kepada Leo yang juga orang kepercayaan Yudha, langkah apa yang akan mereka ambil selanjutnya.
__ADS_1