
Disepanjang jalan menuju lobi Yura selalu tersenyum,,
dia sedang berfikir apa saja yang akan dia lakukan untuk menghabiskan uang suami nya.
"hahaha seperti ini ternyata menjadi istri orang kaya, menghabiskan uang suami yang tajir melintir,, Yura berkata dalam hati.
Sampai di lobi, karyawan yang tadinya memandangnya dengan sebelah mata, hanya menundukkan kepalanya tak berani memperlihatkan wajahnya,
Yura seakan tak perduli dengan perubahan yang terjadi pada karyawan resepsionis itu.
mereka sudah mendapatkan hukuman atas ke sombongnya sendiri.
"sudah selesai nona? tanya sopan security yang bertugas di depan pintu masuk lobi,
"iya pak, terimakasih,,balas Yura dan tersenyum.
Yura berjalan menuju motor nya yang di parkir. sebelum pergi meninggalkan parkiran, Yura menghubungi sahabatnya, tak berselang lama panggilan telepon tersambung.
"Assalamualaikum Yo,,aku Uda nungguin dirimu nih dari tadi,,jadikan? tanya Sulis memastikan.
"wa'alaikumussalam,,iya jadi,,tunggu aku dirumah ya,,jawab Yura.
"tapi Yo,,aku udah di tempat anak-anak nongkrong nih, sahut Sulis,
"hahh,,ngapain sih kamu disana, kan aku Uda bilang, kita jalan nya cuma berdua,,kesal Yura.
"maaf deh,,habisnya mereka kangen tu sama kamu" Sulis memberi alasan.
"terus disana ada Randi dkk( dan kawan-kawan)" ketus Yura.
"iya,," Sulis merasa bersalah.
"gila kamu ya le,,kamu mau aku di ultimatum sama mas Yudha," berang Yura.
"ga, ga gitu maksudnya,,aku juga ga tau kalo Randi ikut ngumpul bareng," sesal Sulis.
"dasar ya kamu, pokonya aku ga mau tau, kalau kamu mau ikut jalan, kamu pergi dari situ, kita jumpa di simpang arah pasar, tegas Yura.
"tapi Yo,," Sulis menjadi bingung.
"terserah kamu lah,,aku mau jalan sendiri aja,"ketus Yura pada sahabat nya Sulis.
"Yo,,jangan gitu dong,,aku ga enak sama mereka, Sulis membela dirinya.
"itu salahmu, kan aku Uda bilang kita jalan berdua, dan kamunya malah ngajak mereka, Yura semakin kesal.
"mereka ga ikut jalan kok, mereka cuma kangen sama kamu aja, pengen ketemu,," jelas Sulis.
"bodoh amat, Assalamualaikum,," Yura menutup Panggilan telepon dengan rasa kesal.
Tut,,Tut,,Tut,, panggilan terputus.
"Yo,,,Yura,,panggil Sulis yang ternyata panggilan sudah berakhir,
Sulis merasa bersalah, tapi jika dia meninggalkan mereka, dia merasa tidak enak dengan yang lain, Sulis merasa dilema.
__ADS_1
"Sule menyebalkan,,Uda tau mau aku ajak jalan, eh dianya malah nongkrong bareng anak-anak,,malah ada Randi segala lagi,," gerutu Yura merasa kesal.
"ya Uda, aku telepon mas Yudha aja kali ya, kalau aku ga jadi jalan sama Sule,,Yura bermonolog sendiri.
Yura kembali menghubungi suaminya, Yudha. tak menunggu lama, Yudha sudah mengangkat telepon nya.
"hemm,,ada apa, tanya Yudha santai.
"assalamualaikum,,mas,, bukannya menjawab pertanyaan Yudha, Yura memberi salam sebagai jawaban.
"wa'alaikumussalam,, iya kenapa? Yudha kembali bertanya.
"ga,,cuma mau bilang, aku ga jadi jalan sama Sule mas,
Yudha hanya diam menunggu kelanjutan ucapan Yura.
"emmm,,itu,,aku jalan sendiri aja,,
"kenapa,,hemmm,,
"sebab,,sebab,," ragu-ragu Yura melanjutkan ucapannya.
"sebab kenapa Yura," Yudha menekan kan ucapan nya.
"itu,,Sule dia lagi ngumpul sama anak-anak yang lain, dan disana ada Randi juga teman-teman nya,,"
"hufh,, Yudha menghela nafasnya,
"ya Uda kamu diantar supir aja,,
"pergi dengan supir, atau ga sama sekali," tegas Yudha,
"Hem,,ya Uda deh," Yura pasrah.
"kamu dimana sekarang,?"
"masih di parkiran mas,"
"tunggu disana, mas turun,"
panggilan pun berakhir.
Yudha segera keluar dari ruangannya, dan berjalan menghampiri sekertaris nya,
"Lisa, saya akan keluar, tunda semua jadwal saya,"
"baik pak," Lisa langsung berdiri mendengar suara Yudha, bos nya.
"tunda sampai jam berapa pak,?" tanya Lisa lagi.
"sampai besok," jawab Yudha, langsung pergi meninggalkan sekertaris nya berjalan menuju lift,
sampai di lobi, Yudha langsung menghampiri Yura,
"loh,,kok mas disini," sambil celingak-celinguk mencari mobil yang akan mengantarkan dirinya pergi.
__ADS_1
"kamu cari siapa,? suaminya sudah dihadapannya, kamu masih saja, kesana kemari matanya,?" tanya Yudha.
"katanya aku di antar supir,,kok ga ada," ucap Yura polos.
"ya sudah ayo,!" Yudha sudah naik diatas motor sport nya,
"hahh,," Yura masih belum ngeh dengan situasinya.
"ck,,malah bengong,,ayo mas yang akan mengantar mu," ucap Yudha cepat.
"i,,iya,," gugup Yura, kemudian naik diatas motor berboncengan dengan Yudha.
"helm nya cuma satu mas," ucap Yura lagi.
"gampang, nanti mas pinjam sama satpam yang berjaga di pos depan,"
"iya,,"
setelah memastikan yura sudah duduk dengan benar di atas boncengan motor nya, Yudha menghidupkan mesin motornya, dan perlahan motor melaju menuju pos jaga,
"pak pinjam helm nya dong,?" ucap Yudha ketika sampai di pos jaga di samping pintu masuk kantor.
mendengar suara pemilik perusahaan di tempat dia bekerja, mereka langsung berdiri memberi hormat.
"ini tuan helm nya,," seorang satpam menyodorkan helm kepada Yudha.
"terimakasih pak, " jawab Yudha menerima helm tersebut.
sementara Yura hanya tersenyum melihat dua satpam yang terus menatapnya. karena Yura belum memakai helm.
"tunduk kan pandangan mu, dia istri ku," tegas Yudha,
mereka langsung menunduk kan kepala nya, sambil merutuki kebodohan mereka yang tidak menyadari bahwa wanita yang berada di belakang tuannya adalah istri tuan Yudha.
"maaf tuan," ucap mereka berbarengan.
"lanjutkan kerjamu," titah Yudha,
setelah selesai memasang helm nya, Yudha kembali melihat kebelakang memastikan yura juga sudah memakai helm nya,
Yudha menghidupkan kembali mesin motornya setelah melihat Yura sudah memakai helm dengan benar.
"pegangan,," Yudha menarik tangan Yura meletakkan nya melingkar di pinggang nya.
Yura sempat terkejut dengan apa yang dilakukan Yudha, setelah tau kemana tangannya di bawah. Yura kembali tersenyum,
" manisnya mas ganteng," Yura berkata dalam hati.
Motor sport itu mulai berjalan menuju jalan kota dengan kecepatan sedang, mereka diam dengan pikiran masing-masing,
pertama kali nya bagi Yudha maupun Yura duduk diatas motor berboncengan dengan orang yang baru, sebelumnya Yura berboncengan dengan kedua Abang nya, atau pun bersama Sule, sahabatnya.
Begitupun dengan Yudha, sebelumnya Yudha tidak pernah sedekat ini dengan seorang wanita, selain raya adiknya yang di bonceng.
Jangan ditanya, seperti apa jantung mereka, deg deg an pastinya dong,,
__ADS_1