Menikah Karena Terpaksa

Menikah Karena Terpaksa
Part 28


__ADS_3

Dikediaman Raditya, tampak Tina sedang tertawa puas karena berhasil menyingkirkan wanita yang selalu menghalangi rencananya.


Ternyata Tina tidak sendirian, melainkan bersama dinda dan juga seorang pria paruh baya. yang tidak lain adalah juragan Tarno, pasalnya Tarno menaruh dendam dengan Yudha yang telah menjebloskan dirinya kepenjara, untungnya dia bisa bekerja sama dengan pihak yang bisa di ajak kerjasama, sehingga tak membuatnya berlama-lama di penjara,


"hahaha,,rencana kita berhasil,," Tina tertawa senang.


"iya Tante aku senang wanita itu lumpuh," Dinda menimpali.


"baguslah kalau kalian senang, tapi,,nyonya Tina kau jangan melupakan kesepakatan kita", Tarno mengingatkan Tina sambil menatap genit kearah Tina.


"hahaha,,tenang saja juragan Tarno, aku tidak akan melupakannya," Tina mengedipkan matanya mesra.


"Dinda kau pulanglah lebih dahulu, Tante ada urusan sebentar," ucap Tina beralasan.


"baik Tante, kalau begitu Dinda pulang duluan ya, Tante,,om,," pamit Dinda tanpa menaruh curiga sedikitpun kepada dua lansia yang sedang dilanda nafsu belaka.


setelah memastikan dinda pulang, Tina segera mengunci pintu rumah dan menuju kamar dimana Tarno sedang menunggunya,


"ayolah sayang,,aku sudah tak sabar," Tarno memeluk erat Tina dan mulai ******* bibirnya yang merah merekah.


"ahh,,kau tak sabar sekali,,aku kan sedang memastikan kalau gadis bodoh itu sudah pergi," jawab Tina yang mulai mendesah karena serangan dari Tarno yang sudah tak sabaran memulai hasratnya.


Tarno yang cukup lama berpuasa karena dipenjara, sedangkan Tina yang juga kurang puas dengan pelayanannya suaminya, akhirnya tak mampu menahan diri ketika Tarno bersedia membantunya dengan syarat Tina mau melayani, tanpa bayaran yang sedikitpun,


Tentu saja Tina mau, karena kan dia tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menyingkirkan Yura, hanya dengan mengangkang saja semua masalah sudah beres pikirnya,


Toh dia juga menginginkan sentuhan dari seorang pria, karena suaminya yang sudah tidak sanggup lagi melayani gairahnya yang melebihi anak muda,


Meskipun Tina sudah berusia lansia, namun gairahnya tidak pernah surut, selama ini, Tina tidak pernah puas dengan suaminya, makanya ketika Tarno menawarkan sentuhan sebagai bayaran atas kerjasama mereka, Tina merasa senang sekali, pertma merasakan sentuhan dari Tarno, Tina merasa sangat puas, dan ingin lagi dan lagi mengulangi perbuatan dosanya dengan Tarno.

__ADS_1


Tina tidak perduli akan dosa yang terus dilakukannya, yang penting dia terpuaskan.


Hampir dua jam mereka memadu cinta, namun sepertinya Tarno enggan melepaskan pelukannya dari Tina.


"ayolah,,ini masih sore, kita lakukan lagi,," rengek Tarno yang seperti anak kecil, padahal sudah tua Bangka sekali mereka.


"ISS,,kau ini,,besok kan masih bisa kita lakukan lagi,


"aku harus segera pulang, jika tidak nanti tua Bangka dirumah akan marah jika tidak menemukan ku dirumah." kesal Tina


"aku masih belum puas sayang,, kau benar-benar memabukkan,," rayu Tarno lagi.


"haisss,,,kau sudah tua tapi kelakuan mu masih seperti ank abege saja," ketus Tina.


"hahaha,,tapi kau suka kan sayang,,bahkan kau sangat menikmati," tandas Tarno.


"tentu saja aku sangat menikmatinya, sudah lama sekali aku tidak merasakan kepuasan," jawab Tina cepat.


Tarno benar-benar membuat Tina melayang, hingga terbuai lagi akan sentuhan dari Tarno.


Pertemuan panjang berlanjut hingga malam tiba, dan akhirnya Tina bisa pulang kerumah,


Beruntung sampai dirumah, suaminya belum pulang kerja,


"ahh,,untung saja dia belum pulang,


"sebaiknya aku langsung membersihkan diri saja, dan menyambutnya saat dia pulang kerja nanti." Tina bermonolog sendiri.


Sementara itu, keluarga Yura beserta Yudha telah sampai dirumah nenek,

__ADS_1


Nenek sangat senang dengan kedatangan cucu perempuan satu-satunya, terlebih lagi Yura akan menetap disana untuk beberapa lama.


"akhirnya,,kau datang juga sayang," ucap nenek menyambut Yura dan memeluknya sayang.


Yura langsung mencium tangan nenek dengan takjim, diikuti oleh Yudha, ayah, ibu dan kedua abangnya.


"duduklah,,kalian pasti sangat lelah, nenek akan buatkan minum untuk kalian," nenek pergi kedapur dan kembali membawa minuman dan juga cemilan.


Nenek terus menatap Yudha, merasa asing dengan satu pria yang sekarang tengah duduk bersama cucu perempuannya.


melihat nenek yang terus memperhatikan Yudha, ayah Yura memperkenalkan menantunya.


"Bu,, kenalkan ini adalah suami Yura, cucu menantu ibu," jelas ibrahim.


"suami nduk,,? tanya nenek memastikan.


"iya nek,,ini mas Yudha suami Yura," Yudha tersenyum dan mengangguk.


"gagah bojo mu nduk,,guanteng tenan,," puji nenek.


Yudha hanya tersenyum menanggapi ucapan nenek, dan melirik sekilas ke arah Yura, karena tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh nenek.


mengerti akan tatapan Yudha, Yura memberi tahu kan kepada suaminya.


"nenek bilang, mas itu gagah, dan juga tampan," bisik Yura.


Yudha tersenyum dan mengangguk kan kepala nya mengerti.


" ya sudah kalian istirahat lah, sudah tau kamar masing-masing kan, nenek mau lanjut menanam bayam di belakang rumah, pamit nenek.

__ADS_1


semua berjalan menuju kamar masing-masing untuk beristirahat, menghilangkan lelah sejak dalam perjalanan menuju desa nenek.


__ADS_2