Menikah Karena Terpaksa

Menikah Karena Terpaksa
Part 47


__ADS_3

Satu tahun kemudian, Yudha yang sudah sadar dari koma nya, masih terlihat linglung, dan juga bingung, mengamati satu persatu orang yang berada di sekeliling nya, orang yang pertama dia kenali adalah istrinya Yura,


"Sayang,,," satu kata lolos dari mulutnya,,


Mendengar namanya di panggil, senyum mengembang di wajahnya, bahagia,,tentu saja ia bahagia, seseorang yang sangat disayangi sudah dapat manggil namanya lagi,


"m,,mas,,kamu sudah sadar?" Yura tersenyum bahagia,,


" d,,dokter,,dokter,,suamiku sudah sadar" teriaknya memanggil dokter,


Mendengar teriakannya, Deni segera memencet tombol agar petugas segera datang,


"maaf nona, tekan saja tombol nya, maka dokter dan suster akan segera datang," ucapnya sopan,


"maafkan aku Deni,,aku terlalu bahagia, hingga tidak terpikir oleh itu" ucapnya malu dan tersenyum canggung.


"tidak apa-apa nona, saya juga sangat senang tuan muda sudah sadar kembali." tulus Deni.


Tak berselang lama, dokter dan suster sudah datang ke ruangan Yudha,


"maaf Bu, pak, pasien akan kami periksa dahulu, silahkan anda menunggu diluar",


Yura menganggukkan kepalanya mengerti dan berjalan keluar ruangan tempat Yudha dirawat.


Yura berjalan mondar-mandir menunggu dokter selesai memeriksa Yudha,


"duduklah nona, nanti nona akan pusing bila terus berjalan mondar-mandir,"


"ahh,,iya,,maaafkan aku" senyumnya canggung,


"Deni, kau sudah menghubungi bang Azka?"


"ya nona, saya sudah menghubungi nya, mungkin sebentar lagi, Abang nona akan sampai."

__ADS_1


Yura hanya mengangguk kan kepala nya mendengar jawaban Deni.


Tak lama kemudian, Azka sudah sampai bersama Bima dan istrinya, sedangkan orang tuanya masih berada di desa rumah nenek.


"dek," sapa Azka sambil menarik Yura dalam pelukannya,


"Abang,,mas Yudha sudah sadar, hiks,,hiks,," tangis Yura haru.


"iya dek, Alhamdulillah,," Azka melepaskan pelukannya.


"dek," kini giliran Bima yang juga memeluk adik perempuan satu-satunya, dan mengecup keningnya,


"Abang,,,malu ih,,ada mbak Nasya" rengeknya ketika menyadari Bima mengecupnya dan Nasya mengelus lembut punggungnya.


"mbak ga cemburu dek" jawab Nasya cepat.


"mbak,,," Yura beralih memeluk Nasya, kakak iparnya yang sudah seperti kakak kandungnya.


"selamat ya sayang, suami mu sudah sadar" ucap Nasya lembut mengecup keningnya.


"sudah menjadi tugas saya ka" menerima jabat tangan dari Azka dan Bima, dan menangkupkan kedua tangannya di dada saat berhadapan dengan Nasya istri Bima.


Suasana kembali hening menunggu dokter keluar dari memeriksa Yudha, tak lama setelah itu, dokter beserta suster keluar dari ruang rawat Yudha,


"bagaimana kondisi suami saya dokter" tanya Yura khawatir,


"Alhamdulillah, tuan Yudha sudah stabil kondisi nya, tidak ada yang dikhawatirkan, meskipun sudah koma satu tahun lamanya, sungguh ini adalah keajaiban," jelas dokter,


"Alhamdulillah,,apa boleh saya masuk dokter?"


"tentu saja, silahkan,"


"tapi pasien juga butuh istirahat, jangan lama-lama mengajak nya ngobrol" dokter pun berjalan meninggalkan keluarga pasien,

__ADS_1


"baik dokter, terimakasih,"


Mereka segera masuk kedalam ruang rawat Yudha,


"mas,," Yura berhambur memeluk suaminya,


" hiks,,hiks,,tangis haru Yura tak.bisa dibendung lagi",


"sayang,,kok nangis sih?" menghapus jejak airmata diwajah Yura dengan menggunakan ibu jarinya dan mencium kening Yura cukup lama,


Menyalurkan rasa syukur dan bahagia, masih diberikan kesempatan untuk memandang dan menyentuh pujaan hatinya,


"ekhemmm,,, ekhemmm,, dunia rasa milik berdua, yang lain ngontrak," celetuk Azka mengganggu keromantisan pasangan yang baru bertemu setelah sekian lama, di karenakan si pria koma karena kecelakaan.


"ck,,bang Azka ganggu aja, kan melepas rindu" sewot Yura karena merasa diganggu oleh Azka,


"ye,,kalau mau mesra-mesraan entar aja ,pulang nanti lanjutinya" cuek Azka tanpa merasa berdosa,


Yura hanya mengerucutkan bibirnya, mendengar ucapan Azka,


"Alhamdulillah,,kamu sudah sadar yud," ucap Azka dan Bima berbarengan,


"cieee,,cieee kompak bener Abang iparku" celetuk yudha


"makasih ya bang,,Uda jagain Yura ku selama aku koma" tulus Yudha,


"santai yud,,Yura kan juga kesayangan kita"


"kamu juga harus berterimakasih sama tu Deni, asisten kamu yang luar biasa jagain kalian" puji Azka kepada Deni,


" ahh,,bukan apa-apa kok tuan,,itu sudah menjadi tanggung jawab saya" jawab Deni canggung,


"kemarilah" panggil Yudha sambil merentangkan kedua tangannya,

__ADS_1


Deni datang lalu dengan cepat Yudha memeluk asistennya dengan erat, dia merasa sangat beruntung memiliki Deni yang sangat setia kepada nya,


Yura dan keluarganya memandang haru , mereka sangat berterimakasih kepada Deni yang selalu setia dan menjaga Yudha dengan sepenuh hati,


__ADS_2