Menikah Mudah

Menikah Mudah
Mandiri


__ADS_3

Fira sampai di rumah pukul 7.30, hari ini dia benar-benar menyibukkan diri agar tidak memikirkan hal-hal yang tidak perlu. Kenapa Fira harus merasa galau saat Alan pergi bersama wanita lain, harusnya dia bahagia, karena dengan begitu Alan bisa menunda perpisahan sampai dia lulus sekolah.


Masih menggunakan rok sekolah dengan baju kaos tangan panjangnya, tak lupa hijab pasmina putih yang bertengger di kepalanya.


"Dari mana kamu jam segini baru pulang?" tanya Alan sedikit ketus, pasalnya jam segini bukan waktu yang tepat untuk anak sekolah pulang ke rumah.


Fira melihat ke arah suara yang sedang bicara dengannya. "Dari rumah teman mas, tadi ada tugas kelompok," sahut Fira berdusta.


"Jangan berbohong kamu, mana ada ngerjain tugas sampai malam seperti ini. Apa ini kepribadian mu yang selalu keluyuran setelah pulang sekolah?" lanjut Alan dengan suara tegasnya.


Fira menarik napasnya dalam-dalam, menyakitkan ucapan yang saat ini sedang dia dengar. "Mas, aku cape. Mau mandi dan istirahat,"


"Saya sedang bicara dengan kamu Fira! kenapa kamu malah menghindari saya?"


"Mas, bukankah kita sudah sepakat untuk tidak mencampuri urusan masing-masing. Selama sebulan ini kita sudah terbiasa untuk menjalani status ini tanpa saling membebani, aku harap kamu ingat itu, Mas."

__ADS_1


"Pandai sekali kamu bicara. Orang tua kamu menitipkan anaknya pada saya untuk saya didik dan jaga, sedangkan kamu bisanya hanya membantah!"


Fira mendelik kesal dengan ucapan laki-laki dihadapannya" Mas, sudah menjalankan kewajiban Mas dengan baik seperti yang Mas ucapkan, mendidik dan menjaga ku. Di sekolah Mas sudah melakukannya, dan urusan menjaga, saat aku berada di rumah ini itu sudah lebih dari cukup," Setelah menyelesaikan ucapannya Fira melangkah ke arah kamarnya z baru saja akan menaiki undakan tangga, Alan kembali bicara.


"Kamu belum menjawab pertanyaan saya, Fira. Sebenarnya kamu dari mana, Hah!," Fira sudah tidak ingin berdebat akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan langkah kakinya, sudah terlalu letih dengan kehidupan rumah tangganya, apalagi ada drama-drama seperti ini.


Alan sudah pasti semakin kesal dengan sikap Fira, bukannya menjawab gadis itu malah mengabaikan dirinya.


***


Fira semakin sadar dengan situasinya. Orangtuanya tidak lagi memberikan uang jajan pada Fira, pikirnya ada Alan yang akan memberikannya, sedangkan tabungannya sudah mulai menipis, malu kalau harus minta sama orang tua untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi saat ini Fira benar-benar bekerja keras untuk menafkahi dirinya sendiri. Kafe yang diberikan oleh orangtuanya sebisa mungkin harus bertahan bahkan maju, jika gagal Fira akan benar-benar dalam kesulitan.


Sedangkan Alan, selalu berpikiran kalau ATM yang diberikan pada Fira akan cukup untuk memenuhi kebutuhan anak gadis itu, untuk biaya sekolah itu urusan gampang. Siapa yang akan berani mengeluarkan Fira meskipun dia sekolah gratis di sana.


Fira tidak pernah menggunakan pemberian Alan, dia tidak ingin berhutang Budi lebih banyak pada Alan, Fira hanya perlu bertahan sampai dia lulus sekolah. Setelah itu dia akan benar-benar mandiri tanpa campur tangan siapapun.

__ADS_1


"Mbak Fira ini rekening bank dan ATM milik mbak sudah selesai. Semua keuntungan kafe akan di kirim setiap bulannya ke rekening milik Mbak, dan untuk laporannya sudah dibuat, Mbak tinggal memeriksa saja, untuk rekening kafe sudah dipisahkan ya, Mbak," ucap Sofi orang kepercayaan Fira.


"Baik Mbak, Sofi. Terima kasih ya, maaf sudah merepotkan. Lalu bagaimana perkembangan kafe ini?"


"Sama-sama, Mbak. Sudah menjadi tugas saya. Perkembangan kafe L'rasa cukup bagus Mbak, promo dan diskon juga sangat efektif untuk meningkatkan penjualan. Dan kue buatan Mbak Fira masih menjadi pilihan yang tak tergantikan," lanjut Sofi berlebihan.


"Lebai kamu Mbak. Syukurlah aku akan bekerja lebih keras untuk membuat kue-kue yang lebih enak, mohon bantuannya, kalau sendiri aku pasti tidak bisa. Dan ingat kalian masih harus merahasiakan siapa aku saat ini,"


"Dengan senang hati Mbak, kami akan melakukan yang terbaik. Dan masalah rahasia siapa Mbak, akan tetap terjamin,"


"Baiklah, Terima kasih,"


**


Pengunjung kafe saat ini sangat banyak, hal itu membuat Fira mau tidak mau terjun langsung untuk membantu ke 5 karyawannya. Maklum saja Fira masih belum memperkejakan banyak pegawai, mungkin nanti setelah kafenya benar-benar membutuhkan orang lebih banyak.

__ADS_1


__ADS_2