Menikah Mudah

Menikah Mudah
Kemarahan


__ADS_3

Malam itu benar-benar menjadi malam yang naas untuk Fira, bagaimana tidak. Alan merenggut kesuciannya dengan paksa, meskipun itu adalah hak nya namun Alan lupa kalau perannya sebagai suami tidak terlalu berfungsi.


Menangis sudah pasti Fira lakukan karena bukan hal ini yang ia inginkan, cita-citanya untuk mengakhiri hubungan dengan tenang dan damai nampaknya tidak akan mudah. Siapa yang ingin menerima gadis yang sudah tidak gadis lagi.


Keduanya melakukan hubungan suami istri dengan pengalaman masing-masing, harusnya menjadi momen romantis yang penuh gairah bukan hanya nafsu dan ambisi tidak jelas saja. Penolakan yang Fira lakukan pada akhirnya membuat dirinya pasrah, entah apa yang akan terjadi di depan biarlah itu urusan nanti. Alan yang kelelahan mengimbangi Fira juga kondisi badannya yang tidak baik-baik saja membuatnya jatuh pingsan disebelah tubuh Fira.


Fira yang sedang merasakan kesakitan di area intinya, dan juga Isak tangis yang tak bisa berhenti membuatnya beralih pada sosok laki-laki yang saat ini sedang pingsan dan demam tinggi. Fira bukan wanita yang bisa bersikap jahat apalagi mendendam dia bangkit dari tempat tidur dan membersihkan tubuhnya dengan cepat, meski tertatih dia berusaha kuat.


Kurang dari 10 menit Fira sudah kembali dengan piama yang baru, dan ia pun mengambil pakaian milik Alan, harga dirinya sudah jatuh dan saat ini hanya rasa kemanusiaan yang tumbuh kuat dalam dirinya, biarkan orang lain berbuat buruk terhadapnya tapi jangan dirinya.


Sambil mengelap tubuh Alan dan mengenakan pakaian suaminya Fira terus meneteskan air matanya, sambil sesekali dia mengusapnya. Pukul 3 pagi demam Alan sudah turun, dan Fira masih terjaga.


Alan terkejut dengan kondisinya saat ini, membayangkan apa yang sebenarnya terjadi hingga akhirnya dia mengingat semuanya. Menatap wajah Fira dengan penuh rasa bersalah, namun gadis itu bersikap tegar tidak seperti sebelumnya, dia tidak ingin terlihat lemah di mata Alan.


"Minumlah obat penurun demam ini, untuk berjaga-jaga. Setelah itu kembalilah ke kamar Mas .."


"Fira maafkan sa.."


"Tidak perlu minta maaf, Mas sudah melakukan apa yang Mas inginkan. Fira harap ini yang pertama dan terakhir,"

__ADS_1


Fira seperti memberikan ultimatum kepada Alan, perasaannya sudah campur aduk tidak tau harus menghadapi hari esok bagaimana.


"Kondisi mas sudah lebih baik, sebaiknya Mas keluar dari kamar ini," Ucap Fira lalu ia menuju kamar mandi, dan menumpahkan tangisnya tanpa suara. Setelah hampir setengah jam Fira pun keluar dari persembunyiannya dan melihat keadaan kamarnya dan Alan sudah tidak ada.


Di kamar berbeda Alan sedang merutuki kebodohannya, bagaimana bisa ia lepas kendali dan semakin memperkeruh keadaan. Alan terus memukul kepalanya, sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan masalah yang akan ia hadapi setelah ini.


***


Kabar mengenai kepindahan Fira dan pembicaraan Safran mengenai hubungan rumah tangga anaknya telah diketahui oleh Adlan dan Rima. Laki-laki paruh baya itu sudah pasti marah besar, apalagi mendengar perlakuan Alan kepada Fira selama ini. Adlan bahkan sampai menampar wajah Alan dengan keras, jika Rima tidak memisahkan mungkin sudah babak belur.


"Apa kamu akan terus bersikap angkuh terhadap istri mu sendiri? dia memang tidak sebanding dengan otak cerdas mu, tapi dia lahir dari keluarga baik-baik dan dengan didikan yang baik. Harusnya otak cerdas mu itu kamu gunakan untuk mendidik istri mu, atau kalau kamu punya hati nurani terima saja apa adanya semuanya, toh kamu belum tentu lebih baik darinya..."


"Jangan merusak sesuatu yang baik-baik saja hanya karena keegoisan semata, bahkan Papa rela melepaskan kamu sebagai seorang anak jika kamu tidak menjadi anak yang baik untuk kami. Kami tidak perlu sebuah pencapaian dan kesempurnaan hidup yang selama ini kamu agungkan, kami sudah lebih dulu memilikinya dengan keringat dan perjuangan, tapi kami tidak memelihara kesombongan dan keegoisan seperti kamu!!.."


Adlan mengeluarkan uneg-unegnya, dia benar-benar kesal dengan perbuatan anak semata wayangnya, apalagi kalau Adlan tau kalau dirinya sudah memperkosa Fira, rasa-rasanya dia akan tambah murka.


Alan hanya menunduk dan tidak berani menyahut ucapan ayahnya, begitu juga dengan Rima yang terus menangis karena keadaan rumah tangga anaknya. Rima mengetahui dari Rani kalau mereka tidur terpisah, Alan selalu bersikap masa bodo, dan Fira yang terlihat tertekan bahkan Rani memberi informasi kalau bobot tubuh Fira menurun tidak seperti sebelumnya.


" Safran akan mengambil putrinya kembali, lalu apa yang akan kamu lakukan. Semoga saja kamu bisa menemukan jalan keluar untuk memperbaiki semuanya, jika perpisahan itu benar terjadi maka bersiaplah bahwa hubungan kita pun akan berakhir."

__ADS_1


Setelah menyelesaikan ucapannya Alan dan Rima meninggalkan ruangan Alan, sedangkan rima hanya menepuk pundak anaknya seolah memberikan kekuatan. Alan kembali merenungi kebodohannya, dia tidak ingin hubungannya dengan kedua orangtuanya hancur, meskipun harus mengorbankan perasaannya, karena selain perasaannya sendiri ada perasaan yang lebih hancur yaitu perasaan Fira. Alan akan berusaha memperbaiki hubungan pernikahannya, semoga saja Fira bersedia.


***


Pukul 7 malam Alan sudah kembali ke rumah, dan Fira sudah berada di kamarnya sejak sore, tubuh Fira mulai demam namun gadis itu sudah menyiapkan obat untuk berjaga-jaga. Fira bahkan menyantap banyak makanan bergizi di kafe miliknya, jus dan buah tak lupa ia konsumsi demi menjaga stamina tubuh nya tetap dalam kondisi baik. Dari artikel yang ia baca dia sudah mencari banyak informasi dan menemukan solusi untuk mengatasi gejala pasca hubungan suami istri untuk pertama kalinya.


Yang ia garis bawahi adalah cara meningkatkan stamina agar tetap kuat setelah melakukan hubungan suami istri, tanpa Fira tahu bahwa artikel yang ia baca mengacu pada hubungan yang sehat dan dilakukan atas dasar suka sama suka, bukan seperti dirinya yang terjadi karena sebuah paksaan.


**


Fira semakin menghindari Alan setelah kejadian malam naas itu, sehingga Alan pun kesulitan mengajak bicara istri kecilnya itu. Alan masih berusaha untuk memperbaiki semuanya, entah untuk keutuhan rumah tangganya atau keutuhan hubungannya dengan orangtuanya.


"Fira, Mas ingin bicara. Tolong jangan menghindar lagi," ucap Alan setelah beberapa hari ini menunggu Fira dan tidak berhasil mengajaknya bicara.


Fira tetap diam bahkan langkah kakinya sudah mengayun ke atas anak tangga, dan tiba-tiba Alan memeluk gadis itu dari belakang, hal itu membuat Fira terkejut.


**


Ikuti saja alurnya ya. Butuh effort buat menyusun kata-kata dengan mood yang mudah berubah. Terima kasih yang sudah setia menunggu dan selalu memberikan dukungannya 💕💕

__ADS_1


__ADS_2