Menikah Mudah

Menikah Mudah
Penolakan


__ADS_3

Pikiran Fira sudah mulai tidak tenang sejak pelajaran biologi berlangsung, yang ada di kepalanya adalah perihal fertilisasi. Dia takut kalau dirinya benar-benar hamil sedangkan hubungan pernikahannya saja masih abu-abu, sikap suaminya masih sulit ditebak apakah laki-laki itu serius atau hanya takut dengan ancaman keluarganya saja.


Sementara Fira sudah harus menyiapkan mentalnya untuk segala kemungkinan yang ada, meskipun nanti dia mengandung dan Alan tidak menerima keberadaan anaknya hal itu tak masalah bagi Fira, dia akan membesarnya dengan baik.


Hanya sekadar membayangkan saja sudah membuat merinding, apalagi kenyataan itu benar adanya.


"Fir, kenapa sejak tadi kamu bengong saja, apa ada yang menggangu pikiran mu?" tanya Ana yang merasa heran dengan Fira yang terlalu banyak diam.


"Hah, eh. Tidak apa-apa kok," sahutnya kaget


"Tidak apa-apa bagaimana, kalau ada yang menggangu pikiran kamu cerita aja sama aku siapa tahu aku bisa bantu,"


"Hmmh untuk saat ini mungkin belum ada, nanti kalau aku butuh teman curhat pasti orang pertama yang aku cari itu kamu,"


"Yasudah kalau begitu, kamu bawa bekal?" tanya Ana.


Fira menggeleng "Yasudah makan bareng aku aja, kebetulan aku bawa bekal porsi besar," ucap Ana.


"Maaf, aku sedang tidak nafsu makan."


"Apa kamu sedang sakit?,"


"Aku tidak tahu akhir-akhir ini badanku mudah lelah,"


"Apa kamu sudah ke dokter?" Fira menggeleng.


"Aku baik-baik saja, nanti juga enakan kalau sudah istirahat,"

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu, untuk mengganjal perut kamu siapa tidak kosong sebaiknya kamu minum jus pepaya ini, tanaman pepaya dibelakang rumah berbuah dan matang, tambahin. Aku belum lama liat yutub kebetulan bahan-bahannya ada, katanya bagus untuk kesehatan Fir ," Saat ana mengeluarkan kotak makan dan jus ia tak sengaja melihat botol air mineral Ana yang terlihat segar, dan Fira lebih tertarik dengan botol itu.


"Ana, itu minuman punya mu? sepertinya segar," ucap Fira menunjuk botol bening berwarna lavender, Ana pun mengangkat botol itu.


"Ini maksud mu? ini infus water aku membuatnya sendiri irisan lemon dan daun mint. Kamu mau?" tawar Ana.


"Apa boleh?"


"Tentu saja, tapi perutmu tidak apa-apa kan belum makan, jangan-jangan belum sarapan juga," Ana menduganya


"Tidak apa-apa, aku sudah sarapan ko," sahut Fira berbohong.


"Ini," Ana menyerahkan botol miliknya, dan Fira pun menerima " Terima kasih,"


***


Saat pulang sekolah Fira langsung pulang ke rumah, dan mengunci diri di kamar kosong tempat dulu sebelum kembali satu kamar dengan Alan. Dia membaca banyak artikel dan perasaannya semakin kuat kalau kemungkinan dirinya sedang mengandung apalagi sudah lewat dari tiga Minggu tamu bulanannya tidak datang.


Kurang dari satu jam barang yang dipesannya sudah datang, Fira membeli semua jenis alat tespek dari yang termurah hingga yang paling mahal yang sering digunakan para artis atau influencer yang sering berkeliaran di media sosial, tespek yang akan muncul tulisan pregnant apa bila hasilnya positif.


Fira tidak akan menunggu besok pagi hanya untuk memenuhi rasa penasarannya, dia akan melakukannya saat ini juga. Jika hasilnya negatif dia akan bersyukur bukan tidak ingin hamil tapi dia harus memastikan semuanya, namun jika ia hamil pun Fira akan tetap bersyukur karena anak adalah anugerah.


Dengan gemetar dan penuh kecemasan Fira membuka ke 5 alat tespek yang ia beli, air seni yang sudah berada dalam cup yang sengaja ia beli bersama tespek pun sudah siap diuji coba. Fira memasukkan semua alat itu berbarengan dengan kedua tangannya, setelah posisi tepat sesuai anjuran, kemudian Fira memejamkan matanya menghitung beberapa detik sampai akhirnya alat-alat tespek itu diangkat dan ia simpan terbalik.


Menunggu beberapa menit, Fira terduduk di sisi bathtub sambil menunggu hasil dari tespek miliknya. Bunyi alarm hape pun terdengar pertanda waktu yang tentukan sudah habis, Fira pun berdiri dan mendekat kearah wastafel yang terdapat kaca dan barang-barang keperluan mandi lainnya.


Dengan mengucap bismillah dan penuh keyakinan Fira pun membuka satu demi satu tespek yang belum lama ia celupkan kedalam air seni miliknya dan hasilnya positif. Ke enam tespek itu menunjukkan hasil positif bahkan disalah satu tespek bertuliskan pregnant sudah ada angka ³+ yang mana artinya kalau usia kandungan Fira sudah lebih dari 3 minggu.

__ADS_1


Hal pertama yang Fira lakukan adalah mengucap syukur dan setelah itu dia menangis, ternyata ada hadiah yang akan membersamai langkahnya dalam mengarungi hidup ini. "Selamat datang cintanya Mommy, yang sehat ya nak di dalam sana, bunda janji akan merawat kamu dengan baik, kamu adalah kekuatan mommy saat ini," ucap Fira dengan lelehan air mata yang masih membasahi pipinya.


**


Malam tiba, Alan sudah membaringkan tubuhnya begitu juga dengan Fira. Fira seperti ingin mengatakan sesuatu pada suaminya, walau bagaimanapun Alan harus tahu kalau dirinya sedang mengandung, meskipun Alan melakukannya tanpa cinta, tapi anak ini membutuhkan cinta dari ayahnya.


"Mas, aku ingin bicara," ucap Fira ragu-ragu, Alan yang terlihat lelah pun berusaha merespon ucapan Fira.


"Mau bicara apa, katakan saja," sahut Alan dengan mata yang hampir terpejam.


"Mas, kamu serius kan dengan hubungan pernikahan kita?" Alan yang hampir terpejam pun kembali membuka matanya.


"Memang sejak kemarin kita sedang bermain rumah-rumahan? ada-ada saja pertanyaan kamu ini," Alan kembali memejamkan matanya.


Fira tersenyum tipis, ia menganggap kalau Alan tidak sedang main-main dengan ucapannya.


"Apa kamu juga mendambakan kehadiran seorang anak dalam pernikahan kita, Mas?," tanya Fira lagi, untuk mencari cara agar apa yang ingin dia katakan tersampaikan.


"Aku belum memikirkannya, lagian usia mu masih muda fokus saja pada sekolah mu. Bukan aku meremehkan mu, mengurus diri sendiri saja kamu kewalahan apalagi mengurus anak. Memiliki anak butuh kesiapan yang matang bukan hanya finansial saja tapi kesiapan kamu juga untuk merawat dan mendidiknya. Untuk urusan merawat mungkin masih bisa menggunakan jasa baby sitter, tapi bagaimana dengan mendidiknya. Apa kamu bisa?" ucap Alan seperti sedang meremehkan kemampuan Fira.


Deggg lagi-lagi ucapan Alan menyakitinya, sepertinya niatnya akan ia urungkan, sudah jelas kalau Alan menolak memiliki anak dari perempuan bodoh seperti dirinya.


"Intinya Mas tidak ingin memiliki anak dariku?" meski sakit dia masih penasaran dengan jawaban Alan. Alan terdiam cukup lama, hingga akhirnya ia menjawab dengan jawaban yang tak terduga.


"Untuk saat ini tidak dulu, mungkin nanti,"


Fira tersenyum getir, lalu ia membalikkan tubuhnya dan mematikan lampu tidur miliknya. Fira menangis dalam diam, dadanya begitu sesak, mungkinkah anaknya yang ada di dalam kandungannya mendengar ucapannya ayahnya kalau dia tidak diinginkan? Fira mengusap perutnya, seolah-olah ingin mengatakan tidak apa-apa, masih ada mommy yang akan menjaga mu.

__ADS_1


**


Up dari semalam review tumben lama, padahal nggak ada yang aneh-aneh.


__ADS_2