Menikah Mudah

Menikah Mudah
Kelembutan hati


__ADS_3

Semua yang Alan lakukan sia-sia, kedua orang tua Fira sudah tidak mau memberikan kesempatan pada dirinya lagi terlebih semua keputusan ada pada Fira.


"Saya hanya ingin berpesan kepada kamu sebagai seorang laki-laki. Saya tidak membenci kamu sebagai anak dari sahabat saya, kamu sudah seperti anak saya sendiri sama seperti Fero dan Fira. Fero pasti marah kalau tahu adiknya diperlakukan seperti sekarang. Tapi saya tidak ingin memberi tahu hal ini, saya tahu kalian pun bersahabat. Saya bahkan melarang Fero untuk menghubungi kalian terlalu sering, karena saya tahu terlalu canggung untuk memiliki hubungan ipar dengan Fero.."


"Perlakukan istri mu yang baru dengan baik. Mintalah izin baik-baik kepada orang tua mu, tapi lakukan setelah kamu berpisah dengan Fira. Sekalipun kamu menyesali perbuatan mu, tapi semuanya sudah terlambat, mungkin jika kamu belum menikahi wanita lain anak saya akan berbaik hati memaafkan, karena dia berhati lembut. Saking Fira berhati lembut dia tidak akan mau menyakiti hati orang lain sekalipun dia sendiri yang terluka..."


"Hubungan saya dan orangtuamu akan tetap baik-baik saja, kami bahkan tidak akan melarang keluarga kalian untuk menemui cucu kami karena kalian memiliki hak meskipun awalnya kamu sebagai ayahnya tidak menerima. Jangan mempersulit keadaan, lepaskan anak saya dengan rela, meskipun awalnya kamu menikahinya karena terpaksa..."

__ADS_1


"Saya tidak ingin menghukum kamu karena telah menyakiti putri saya, karena saya tidak berhak memberikan hukuman itu. Biarkan Allah yang memberikan hukuman itu, dengan kamu menyesal pun sudah menjadi hukuman yang tidak mudah.."


"Papa mu pasti akan marah besar karena saya tahu betapa tempramen nya dia. Bahkan dulu dia tak segan untuk memukul orang yang telah meremehkannya, hanya saya yang bersabar menjadi sahabat," Safran tersenyum mengingat masa lalunya, dia akan selalu menjadi air untuk Adlan yang seorang Api.


"Pulang lah dan minta ampun kepada Allah dan kedua orang tua mu. Biarkan Fira menjadi urusan saya.


"Pa, tolong maafkan aku..."

__ADS_1


"Saya sudah memaafkan kamu, tapi hargai keinginan Fira untuk berpisah dengan mu. Berjanjilah untuk memperlakukan istri mu yang lain dengan baik, karena nantinya dia akan menjadi wanita satu-satunya dalam rumah tangga mu. Saya percaya kamu laki-laki baik, hanya saja kami yang membuatmu seperti ini,"


"Pa..." ucap Alan terus memohon.


"Temui lah Fira selagi dia belum sadar, karena saya tidak yakin dia ingin bertemu kamu setelah sadar nanti. Saya sudah mengazani putri Fira,dan setelah melihat Fira, kamu pun boleh melihatnya, setelah itu kamu harus merelakan semuanya dan lepaskan. Saya hanya hanya bisa memberikan hal itu, bukan yang lainnya." Alan tetap diam, dia menangis tak hentinya.


"Cepat temui Fira dan anaknya sebelum saya berubah pikiran dan melarang kamu menemuinya. Saya sudah terlalu baik kepada kamu, padahal kamu sudah sangat menyakiti hati anak saya."

__ADS_1


__ADS_2