
Fira benar-benar menyembunyikan kehamilannya untuk sementara waktu, karena bagaimanapun suatu saat ini hal ini akan diketahui oleh keluarga dan orang-orang disekitarnya.
Untuk saat ini mungkin perut Fira masih rata dan sangat tidak kentara kalau dirinya sedang hamil, tapi seiring bertambahnya usia kehamilan perut pun akan semakin membuncit.
Saat libur sekolah Fira mendatangi rumah sakit, dia ingin mengecek kondisi janinnya. Fira pergi ke rumah sakit sendiri dengan menggunakan taksi online. Saat sampai di rumah sakit dan menunggu antrian di bagian poli kandungan, semua orang menatap penuh tanya, mereka seolah bertanya-tanya untuk apa Fira berada bersama mereka tanpa ditemani pasangan atau yang lain. Mungkin otak mereka berpikir kalau Fira korban kenakalan remaja yang akhirnya hamil di luar nikah.
Satu persatu nama dipanggil dan keluar dari ruang pemeriksaan dengan kondisi bahagia apalagi didampingi pasangan. Sejujurnya Fira merasa hal ini sulit, tapi mau bagaimana lagi kalau Alan tidak menginginkan kehadiran buah hatinya. Fira tidak akan menganggap ini sebuah kesalahan, untuk saat ini dia akan berusaha bertahan.
Setelah menunggu akhirnya nama Fira di panggil, suster mempersilakan Fira masuk setelah itu melakukan pemeriksaan seperti pada umumnya tensi, berat badan dan lainnya.
"Selamat siang bunda, wah kali ini calon bunda kita masih sangat muda sekali," ucap dokter bernama Mira Winata dengan ramah dan penuh senyuman.
"Siang, dok." sahut Fira tersenyum.
"Apa bunda di dampingi suami atau keluarga lainnya?" tanya dokter yang menantikan pendamping Fira namun sampai detik ke menit belum juga ada yang datang.
"Saya sendiri, dok. " sahut Fira yang kemudian di mengerti oleh sang dokter.
"Baiklah, apa dia sudah hadir di sini?" ucap dokter Mira tersenyum sambil menunjuk perut Fira .
__ADS_1
Fira tersenyum bahagia dan mengangguk, dokter dapat melihat kalau situasi Fira bukan seseorang yang tertekan karena sebuah kehamilan, sepertinya kondisinya sangat baik meskipun tidak ada yang tahu kenyataannya.
Fira mengeluarkan salah satu tespek miliknya, tak lupa dia mengeluarkan buku nikah agar orang lain tidak salah sangka dengan keadaannya.
"Ini, dok. " Fira menyerahkan tespek badan buku nikah bersamaan. dokter tersenyum seolah mengerti kalau Fira tidak ingin dituduh sebagai gadis nakal. Ya bagaimana pun ia harus memiliki image yang baik bagi anaknya kalau dia hadir dengan cara terhormat bukan karena hubungan terlarang.
"Ini di simpan saja, saya hanya akan mengambil tespek ini," ucap dokter tersenyum dan menggeser buku nikah yang belum lama Fira serahkan, dia tidak akan kepo dengan kehidupan orang lain, tugasnya hanya melayani pasien yang datang dan memberikan kenyamanan.
"Wah, di sini usianya sudah lebih dari tiga Minggu. Kita lakukan pemeriksaan ya, untuk melihat lebih jelasnya," Fira pun berdiri dengan dibantu suster untuk berbaring di tempat tidur yang ada di ruangan dokter Mira. Fira mulai diolesi gel sebelum di USG.
"Maa syaa Allah dia benar-benar sudah tumbuh di sini, bunda lihat bulatan ini bentuknya lebih kecil dari butir beras," ucap dokter memberi tahu, Fira pun terharu mendengarnya.
"Dia sangat sehat, kita pantau terus ya sampai Dedek bayi lahir kedunia. Bundanya harus tetap jaga kesehatan dan memperhatikan asupan gizi yang baik, agar janinnya berkembang dengan baik,"
Setelah selesai melakukan USG dan mencetak foto pertama sang janin milik Fira, mereka pun kembali ke tempat duduk.
"Bolehkah saya bersikap sedikit santai, sepertinya kamu seumuran adik saya," ucap dokter meminta izin
Fira mengangguk "Tentu saja, dok. Aku lebih senang,"
__ADS_1
"Syukurlah. Usia janin kamu kalau dilihat dari haid terakhir, maka usianya sudah lebih dari 4 Minggu. Pada akhir minggu ke-4, tabung jantung janin sudah ada dan dapat berdenyut hingga 65 kali dalam satu menit. Di akhir bulan pertama kehamilan, janin sudah berukuran sepanjang 0,6 cm, lebih kecil dari butiran nasi. Ibu hamil juga mulai mengalami gejala kehamilan, seperti mudah lelah dan payudara yang membesar. Peningkatan hormon kehamilan HCG juga menyebabkan menstruasi terhenti, dan hal ini merupakan salah satu tanda awal kehamilan."
Fira mencoba memahami penjelasan yang dokter berikan, baginya mengetahui keberadaan janinnya sehat dan berkembang dengan baik itu sudah cukup. Setelah ini dia akan berusaha menjaganya, dengan cinta dan segenap jiwa raga Fira.
"Terima kasih, dok. "
"Sama-sama, saya resepkan vitamin ya. Kalau ada apapun kamu bisa hubungi saya di no ini," ucap dokter sambil menyerahkan kartu nama miliknya.
"Baik, dok."
Sesi pemeriksaan pun telah selesai, saat keluar dari ruangan dokter Mira, Fira tidak sengaja melihat seseorang yang ia kenali. Ya ternyata benar kalau itu adalah Dinda seseorang yang sering ia temui bersama suaminya di kafe miliknya.
Fira tidak ada niatan untuk menyapa, apalagi melihat Dinda sedang bersama rekan seprofesinya. Lagi pula untuk apa.
Setelah menebus vitamin, Fira langsung meninggalkan rumah sakit, dan pergi ke salah satu mini market yang tidak jauh dari rumah sakit. Mini marketnya cukup lengkap, Fira mengambil beberapa buah yang ia inginkan, susu hamil dengan kualitas paling baik yang ada di rak produk, dan setelah itu dia membayar ke kasir.
Sesampainya di rumah Fira menyembunyikan susu dan vitamin di kamar sebelah, kamar yang sebelumnya dia tempati. Kamar ini akan menjadi tempat persembunyian sementara untuk Fira, entah sampai kapan tapi kalau akhirnya akan ketahuan itu tidak masalah ia akan tetap mengatasinya toh dia bukan mengandung bayi dari laki-laki lain melainkan anaknya bersama Alan.
***
__ADS_1