
"Sejak awal anakmu sudah menjadi laki-laki pengecut, seandainya dia tidak berkhianat mungkin anakku masih mau memaafkan putramu!" timpal Safran
"Paaa," timpal Fira pada ayahnya, Fira benar-benar ingin merahasiakannya sampai mereka benar-benar berpisah.
"Apa maksud kamu, Safran? jangan membuat aku terus kebingungan dengan semua ini, jelaskan!" ucap Adlan benar-benar terkejut mendengar ucapan sahabatnya, Lisa sudah tidak tertarik terlibat dengan drama hari ini, dia hanya akan duduk dan menyaksikan, Lisa akan bicara jika benar-benar dibutuhkan.
"Baiklah, aku yang akan bicara jika anakmu yang pengecut itu tetap diam. Anakmu tidak pernah menghargai Fira sebagai istrinya, anakmu sudah mengambil kesucian anakku secara paksa, anakmu menolak anak yang dikandung Fira, anakmu mengabaikan Fira saat dia mengidam dan memeriksakan kandungannya, anakmu...." Safran mengatakan kesalahan demi kesalahan menantunya selama ini, sampai satu kalimat lagi tertahan karena sejujurnya ia tidak tega melihat sahabatnya kecewa.
Adlan tentu saja terkejut, begitu banyak dosa putranya yang disebutkan oleh Alan, lalu masih adakah yang tertinggal? tentu saja.
"Anakku kenapa Safran, katakanlah?!" ucap Adlan yang sudah tersulut emosi.
"Ah sudahlah, semuanya sudah terjadi," ucap Safran tak tega mengatakan kebenarannya. Merasa terlalu bertele-tele Lisa pun bangun dan meneruskan ucapan suaminya.
__ADS_1
"Anakmu mengkhianati putriku, aku dan Fira melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa dia sedang mengantar istri mudanya ke dokter kandungan, sedangkan putriku selalu melakukannya sendirian. Aku sudah tidak peduli lagi dengan persahabatan kita, jika putramu tidak mau menjatuhkan talak dan menandatangani surat perceraian itu, maka kami akan menggugat nya secara langsung ke pengadilan..."
"Anak dan suami ku terlalu bertele-tele, mereka begitu bermurah hati untuk menjaga perasaan kalian, tapi aku tidak bisa, sudah cukup putriku disia-siakan. Sekarang kalian pergi dari rumahku, dan selesaikan apa yang harus kalian selesaikan, tapi buka di sini."
"Oh iya mengenai cucu kami, kalian tidak hanya memiliki Alana tapi akan ada cucu lainnya. Aku hanya ingin menasehati mu sebagai seorang sahabat atau mungkin mantan sahabat, perempuan yang dinikahi oleh anakmu dia juga adalah korban, apalagi saat ini dia sedang mengandung. Restui hubungan mereka lupakan Fira dan juga Alana, anggap saja mereka tidak pernah terlibat hubungan dengan keluarga kalian. Biarkan anak kalian bertanggung jawab dan tidak jadi pengecut untuk yang kedua kalinya," Setelah mengucapkan itu Lisa pun meninggalkan ruang keluarga.
Adlan dan Rima terdiam sejenak mendengar ucapan sahabatnya, selingkuh ? amarah Adlan semakin memuncak, sementara Rima tak habis pikir dengan perbuatan anaknya. Adlan dengan membabi buta menyerang putranya.
"Dasar anak kurang ajar, apa benar semua yang dikatakan oleh mereka? apa selama ini kamu sudah mengkhianati Fira , Hah?!" Adlan menarik baju Alan dan membantingnya kelantai, Alan hanya menunduk dan menyesali perbuatannya.
Bugh....bugh..bughh
"Dasar anak tidak tahu diri, aku mendidik mu bukan untuk menjadi seorang pengecut. Apa selama ini aku membesarkan manusia bod*oh seperti mu, coba lihat istri mu sebentar saja, apa kamu tidak pernah memiliki perasaan untuk dia?" Adlan terus memukul anaknya tanpa perasaan.
__ADS_1
"Aku baru menyadarinya, Pa. Aku baru menyadari kalau aku mencintai Fira, maka dari itu aku meminta kesempatan kepadanya.."
"Haha perempuan mana yang mau memberikan kesempatan kepada laki-laki bej*ad seperti dirimu, kalau alasan Fira bercerai darimu karena kamu mengkhianatinya maka seribu persen aku akan mendukungnya,"
"Pa, sudah pa. Kita selesaikan semuanya di rumah, tolong hentikan. Apa kamu tidak melihat wajah anakmu yang sudah babak belur itu," ucap Rima memohon kepada suaminya.
"Itu belum sebanding dengan perbuatan bodohnya, aku malu mengakuinya sebagai anakku." Saat Adlan masih berteriak dan memaki sang anak, tiba-tiba suara tangis Alan terdengar, suara bayi yang begitu menggelegar seperti dipukul atau dicubit. Fira langsung berlari ke arah kamarnya dan menenangkan anaknya.
"Aku permisi, putriku terbangun. Sejujurnya aku berniat melakukan perpisahan ini setenang mungkin, masalah Mas Alan memiliki istri lain aku tidak ingin memikirkannya karena sejak awal Mas Alan memang tidak menginginkan pernikahan ini. Jadi Papa Adlan jangan menyalahkan sepenuhnya pada mas Alan. Aku menyerahkan pada Allah kelak dia akan menyesali semuanya tanpa putus, dan aku tetap pada inginku yang ingin berpisah..
"Sekali lagi aku minta maaf karena tidak bisa meneruskan hubungan pernikahan ini," Setelah mengucapkan itu Fira langsung berjalan cepat, ingin rasanya dia berlari tapi luka jahitannya bekas operasi masih belum kering betul.
Alana menangis tak hentinya, sampai akhirnya Fira mampu menenangkan Alana sampai tertidur. Alana seperti merasakan situasi yang terjadi saat ini, permasalahan antara kedua orangtuanya, sejujurnya Fira merasa sedih karena anaknya yang baru sebulan harus merasakan perpisahan kedua orangtuanya.
__ADS_1
Jika Fira bertahan, sekalipun demi Alana semuanya tetap tidak akan baik karena Alan harus membagi hatinya bukan hanya kepada satu istri tapi dua, bukan hanya kepada satu anak tapi kepada anak yang lain. Fira bukan wanita sehebat itu untuk berada di situasi hubungan yang rumit, dia mampu bertahan selama 1 tahun pun sudah luar biasa. Dia juga tidak ingin Alana merasakannya , lebih baik menjadi ibu tunggal tapi ia tidak merasa tertekan dengan sebuah hubungan.