Menikah Mudah

Menikah Mudah
Alana??


__ADS_3

Satu minggu kemudian...


Kondisi Fira sudah stabil namun belum ada pergerakan kalau Fira akan sadar seperti sedia kala, namun dokter selalu mengecek kondisi Fira setiap hari. Bayi Fira juga sudah ditempatkan satu ruangan dengan Fira, di ruangan perawatan VVIP yang sudah di pesan oleh Safran.


Adlan dan Rima sudah diberi tahu mengenai Fira yang sudah melahirkan, dan mereka setiap hari datang untuk melihat keadaan Fira sekaligus cucu pertama mereka. Alan sepertinya belum bicara jujur kepada orangtuanya, di satu sisi Safran kecewa karena Alan ternyata tidak memiliki sikap layaknya seorang laki-laki yang mau mengakui kesalahannya, tapi ia sadar ini adalah keputusan Fira.


Alan pun setiap hari datang ke rumah sakit, namun selalu diabaikan oleh mertuanya, Alan menyadari kalau kesalahannya begitu banyak jadi dia ingin perlahan meyakinkan mereka agar kembali percaya pada dirinya, meskipun ketidakmungkinan itu lebih besar.


Dinda belum mengetahui kalau dirinya hanya istri kedua yang statusnya tidak terlalu kuat, bahkan pertanyaan orang-orang yang mengenalnya berseliweran. Kenapa orang pintar dan sesukses kamu mau di nikahi siri?, kenapa kamu menikahi laki-laki yang tidak bisa meyakinkan orangtuanya?, kenapa kamu mau menikah dengan dia sementara yang mau dengan mu masih banyak dan tidak kalah tampan dan kaya?.


Dinda hanya manusia biasa yang mudah berubah perasaannya, selama setahun ini Alan selalu mengisi hari-harinya, memberikan perhatian dan cinta yang begitu tulus, lalu wanita mana yang tidak akan luluh. Awalnya Dinda pun tidak ingin menikah siri, namun keduanya sudah dewasa, sering pergi berdua dan kadang bisikan itu ada untuk melakukan dosa besar, maka dari itu sebelum terjadi Dinda sempat mengajak Alan untuk menikah.


Alan memberikan pengertian pada Dinda kalau orangtuanya sudah menjodohkan dirinya dengan anak sahabatnya, akan sangat sulit mendapatkan restu mereka. Alan yang bodoh menjanjikan sesuatu pada Dinda mengingat Fira pernah mengatakan akan bercerai setelah melahirkan, makan Alan meminta Dinda bersabar beberapa bulan dan Dinda menawarkan pilihan lain yaitu menikah siri.


Optimis kalau perasaannya terhadap Fira tidak akan berubah, maka Alan pun setuju. Bahkan ia meyakinkan kedua orang tua Dinda agar mau memberikan restu kepada dia dan Dinda.


Allah maha membolak-balikkan hati manusia, dalam waktu singkat Alan sudah begitu mencintai istri kecilnya, meskipun terlambat Alan masih berusaha merubah takdirnya.


**


"Fran, biar cucu kita aku yang rawat di rumah, kalian bisa fokus mengurus Fira," ucap Adlan untuk kesekian Kalinya meminta sahabatnya untuk menyerahkan anak Fira dalam asuhannya dan sang istri, namun keduanya kompak menolak dengan alasan Fira akan sedih kalau anaknya tidak ada.

__ADS_1


"Aku sudah berkali-kali mengatakan kalau cucu ku akan tetap di samping Fira, lagi pula aku sudah memesan ruang VVIP ini, ada kamar terpisah untuk dia tidur jadi semuanya sudah aman kamu tidak perlu khawatir,"


"Tapi alangkah lebih baiknya kalau dia tinggal di rumah bersama kami. Kita juga belum memberikan dia nama, apa tidak kita biarkan saja Alan memberikan nama untuk cucu kita?," lagi-lagi Adlan tetap memaksa.


Lisa sudah tidak mau terlalu dekat dan pura-pura baik dihadapan besan sekaligus sahabatnya. Lisa kadang lebih sering duduk di samping Fira kalau Adlan dan Rima berkunjung, sempat menjadi pertanyaan keduanya, tapi mereka sadar kalau Lisa pasti merasa sedih karena kondisi anak mereka saat ini.


****


Bayi Fira terus menangis saat tengah malam padahal kondisinya baik-baik saja, bayi itu pun rutin minum susu Asi yang diberikan oleh anak dari Kakaknya Safran yang tak lain sepupu Fira, kebetulan kakak sepupu Fira sedang menyusui bayinya yang baru berusia 6 bulan, ASI-nya berlimpah sampai-sampai kulkas khusus ASI penuh, dan asi itu kini diberikan kepada bayi Fira.


Anak Fira terus menangis, hingga membuat Lisa, Safran dan baby sitter yang menjaga anak Fira saling bergantian menenangkan. Hampir satu jam bayi Fira tetap menangis sampai akhirnya ada sebuah pergerakan dari tangan Fira, hal itu tidak disadari oleh ketiganya karena sedang fokus menenangkan anak Fira. Tak lama terdengar suara rintihan kecil yang di sadari oleh Safran.


"Sayang kamu sudah sadar?" semua orang melihat ke arah Fira, dan mereka sangat bersyukur karena Fira sudah sadar, Safran langsung menekan tombol darurat yang ada di ruangan itu, tak lama dokter yang berjaga pun datang memeriksa.


"Anak saya sudah sadar dok, tapi kondisinya masih lemah," ucap Safran menyambut sang dokter di depan pintu.


"Alhamdulillah, akhirnya keajaiban itu datang," suara bayi Fira masih mendominasi, sampai membuat dokter memeriksa anak Fira lebih dulu.


"Adik bayi kenapa menangis, kan momy nya sudah bangun. Coba saya lihat dulu," Mama Lisa pun menyerahkan bayi berusia satu Minggu itu kepada dokter, dan setelah diperiksa tidak ada apapun yang membahayakan.


"Wah kamu ingin menyambut momy kamu ya, mangkanya cari perhatian. Sebentar ya om dokter periksa dulu momy nya," dokter tampan kira-kira berusia 30an itu pun memeriksa kondisi Fira, dan dia bernapas lega karena semuanya sudah benar-benar normal dan tidak ada yang mengkhawatirkan.

__ADS_1


" Momy Dedek hebat sudah bertahan dan melewati masa kritis, lekas pulih dedek udah nggak sabar ingin main sama momy nya," ucap dokter mengajak bicara Fira, sedangkan Fira hanya berkedip dan tersenyum. Alat bantu pernapasan sudah dilepaskan, kini Fira sudah leluasa bicara.


"A....ana..kku," ucap Fira pelan dan masih terbatas, dokter yang mengerti ucapan Fira pun mengambil alih bayi ditangan Mama Lisa dan meletakkannya di samping Fira, ajaibnya bayi yang sedari tadi menangis itu langsung terdiam .


"Maa syaa Allah, benar-benar kangen Mominya ya. Apa ayah Dedek bayi tidak datang hari ini?" tanya dokter yang selama ini membantu dokter Mira merawat Fira.


Mereka sepakat menggeleng, dan dokter muda bernama Farhan Arsean itu pun seolah memahami bahwa ada yang tidak beres dengan keluarga pasiennya. dokter Sean tidak ingin banyak bertanya karena itu bukan urusannya.


"Lekas pulih momy Dedek, segera berikan nama yang indah untuk Dedek bayi agar kami bisa menyapa dengan namanya. Saya permisi dulu,"


"Terima kasih dok," ucap orang tua Fira, dan Fira tersenyum sebagai ucapan terima kasih.


"Alhamdulillah sayang kamu sudah bangun, Mama dan Papa takut ..." ucap Lisa terhenti saat Safran menghentikan ucap Lisa selanjutnya, khawatir istrinya bisa membuat Fira sedih


"Ma.. sudah, yang penting Fira sudah bangun.,"


"Terima kasih sayang sudah kembali, kami sangat bahagia,"


"Te..ri..ma ka..sih Pa, Ma," ucap Fira pelan, "Sama-sama sayang." sahut Papa Safran, Mama lisa masih menangis melihat kondisi putrinya.


Fira menatap wajah cantik anaknya" Assalamualaikum A la na," ucap Fira yang di dengar oleh ketiganya.

__ADS_1


"Alana? apakah nama cucu Papa Alana?," tanya Safran antusias.


Fira mengangguk..


__ADS_2