Menikah Mudah

Menikah Mudah
Kehidupan baru


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan Fero yang menurut Fira sangat tidak masuk akal, ia lebih memilih meninggalkan kediaman Safran dan memulai kehidupan barunya bersama nenek dan anaknya. Fira akan berusaha membahagiakan mereka, tanpa bergantung kepada orang tua angkatnya atau mantan suaminya.


Kenyataan demi kenyataan yang ia terima membuat dirinya sadar, bahwa ini adalah takdir yang harus dia jalani. Fira benar-benar tidak menyesal lahir sebagai dirinya saat ini, namun jika boleh ia ingin memiliki kebahagiaan yang orang lain miliki, sedikit saja khususnya untuk sang putri.


Rumah sederhana yang menjadi awal bagi fira menjalani semuanya, ia bertekad akan melakukan yang terbaik demi anak dan neneknya.


"Kita susah sampai, Nek. Meskipun rumah ini tidak sebesar rumah keluarga Anugrah tapi ini cukup untuk kita tinggali bertiga, kita akan memulai semuanya dari sini nenek tidak apa-apa kan?" ucap Fira pada nenek Ayu, sedangkan yang ditanya hanya menatap iba pada cucunya. Gadis berusia 19 tahun namun harus menanggung beban yang begitu berat.


"Tidak apa-apa sayang, nenek bahagia bisa hidup bersama keluarga nenek satu-satunya, meskipun harus meninggalkan dunia ini dalam waktu dekat nenek ikhlas," sahut nenek Ayu.


"Jangan memikirkan hal yang belum terjadi, apa nenek tidak kasihan kepada ku, belum lama bertemu tapi akan meninggalkan fira kembali. Sebaiknya nenek istirahat di kamar, aku sudah menyuruh orang untuk membersihkan rumah ini dan menata barang milik kita, jadi kita bisa langsung beristirahat. Lagi pula Alana sudah rewel ingin segera tidur,"


"Baiklah, kita istirahat badan nenek juga sudah lelah,"


Fira tersenyum " Selamat istirahat, Nek. " sang nenek hanya menyahut dengan senyuman.


...****************...


Hari-hari terus berjalan fira berusaha menjalani semuanya sekuat mungkin ternyata tidak mudah menjadi seorang ibu sekaligus ayah untuk putrinya yang baru berusia 1 tahun. Kehidupan fira berjalan cukup baik kali ini, meskipun berat setidaknya dia harus semangat demi putri dan neneknya. Saat fira akan pergi ke kafe tiba-tiba Alana rewel pengasuh yang ia pekerjakan pun tidak bisa menenangkan Alana hal itu membuat fira serba salah. Namun tiba-tiba rumah mereka diketuk oleh seseorang.


Tok...tok..tok

__ADS_1


"Mbak sepertinya ada tamu," ucap ibu mirah yang mengasuh putrinya.


"Yasudah bu, tolong dilihat saya ingin menenangkan Alana lebih dulu, "


"Baik, Mbak."


Fira masih berusaha menenangkan putrinya, sementara tamu yang tadi mengetuk pintu sudah ada di dekat Fira.


"Alana kenapa?" Tanya laki-laki yang ternyata adalah mantan suaminya.


Fira menoleh dan sedikit terkejut "Mas Alan, sedang apa di sini?" Tanya fira penasaran.


"Tentu saja untuk bertemu dengan putriku, aku sangat merindukannya, " Fira hanya menganguk dan membiarkannya karena bagaimana pun Alan adalah ayahnya, tapi anehnya Alana tidak begitu tertarik melihat laki-laki dihadapannya.


"Dia belum mengerti, mana paham dengan pertanyaan mu. Apa Mbak dinda tahu kamu ke sini?" Tanya Fira


Alan terdiam dan tidak langsung menjawab pertanyaan fira, melihat hal itu Fira yakin kalau mantan suaminya masih sembunyi-sembunyi untuk menemui Alana.


"Jangan memaksakan untuk bertemu dengan Alana jika kamu masih main petak umpat seperti ini, aku tidak nyaman kesannya seperti kamu menemui anak selingkuhanmu yang tidak mendapat izin dari istrinya. Tolong jangan lakukan itu bila akhirnya kamu akan menyakiti Alana dan istrimu saat ini, Mas. Lagi pula Alana belum mengerti akan hadirnya sosok ayah, jangan sampai dia mengerti namun kamu tidak sepenuhnya ada untuk dia,"


"Sejak awal kamu sendiri yang menentang kehadirannya, aku tidak melarang hanya saja lakukan dengan cara yang benar jangan menyakiti putriku cukup aku saja. Bicara dengan jujur pada Mbak Dinda jangan sampai dia mengetahui sendiri dan terkesan kamu membohonginya, jangan melakukan kesalahan yang sama apalagi anakmu bukan hanya Alana,"

__ADS_1


Fira benar-benar kecewa dengan Alan yang masih saja bersikap seenaknya tanpa memikirkan hal yang akan terjadi karena kebododohannya. Apa dia tidak cukup belajar dari pengalaman yang lalu?


"Apa aku tidak memiliki kesempatan untuk tetap bersama dengan kamu? jika kamu bersedia aku ingin kita rujuk kembali dan memulai semuanya dari awal, aku berjanji akan bersikap adil pada kalian. Aku benar-benar menyesal Fir,"


Fira tak habis pikir dengan apa yang baru saja diucapkan oleh mantan suaminya, tidakkah dia berpikir sebelum berucap. Fira hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan Alan. "Jangan menyesal, Mas. Semuanya sudah berlalu, ini takdir kita, tapi maaf aku tidak bisa menerima ajakan mu. Aku tidak ingin berbagi. Aku tidak sekuat itu untuk melakukannya, aku mohon berhenti bicara omong kosong karena hal itu akan mempersulit semuanya,"


"Tapi Fir, aku baru menyadari kalau aku sangat mencintai kamu, aku laki-laki bodoh yang menyianyiakan wanita sebaik kamu. Aku ingin kita kembali dan membesarkan Alana bersama, "


"Apa kamu sudah selesai bicara? jika sudah sebaiknya kamu segera pergi, Alana sedang rewel dan tidak bisa di ajak bermain. Dan satu lagi berhenti bicara hal yang tidak perlu, jalani kehidupan mu dengan baik tanpa terbebani dengan cerita masa lalu, aku sudah ikhlas jadi aku mohon berhenti bicara omong kosong!"


Alan menghela nafasnya ternyata memang tidak mudah meyakinkan fira untuk menjadi istri keduanya, seandainya Fira tidak menceraikannya ia pastikan Fira masih menjadi yang pertama. Namun semuanya diluar kehendak manusia. "Baiklah, tapi apa boleh aku menggendong Alana sebentar saja, aku benar-benar merindukannya, "


Fira berusaha membujuk anaknya agar mau digendong oleh Alan. "Nak, Ayah datang untuk menemui mu, Ayah ingin menggedong kamu boleh?" Tanya Fira hati-hati, tanpa di duga Alana menggeleng pertanda kalau dia menolak, Fira tidak ingin memaksa dan dengan sedikit kecewa Alan pergi meninggalkan kediaman Fira dan putrinya.


"Baiklah untuk saat ini aku membiarkannya, tapi aku akan terus berusaha mendekati Alana, aku tidak ingin putriku sendiri tidak mengenal siapa ayahnya, "


"Jangan lupa kamu harus meminta izin kepada istrimu, aku tidak ingin ada sebuah kesalahpahaman kedepannya. " Alan menganguk paham dan mencium Alana yang masih diperlukan Fira, hal itu membuat tatapan keduanya bertemu, namun Fira segera memutusnya karena sadar bahwa mereka bukan lagi suami istri. Berbeda dengan Alan yang merasakan debaran yang tidak biasa pada Fira, namun sadar kalau fira bukan lagi miliknya .


Setelah kepergian Alan, beberapa menit kemudian pintu rumah itu diketuk kembali, Fira berpikiran kalau Alan kembali lagi karena ada sesuatu yang terlupakan, namun tebakannya salah karena yang datang kali ini adalah seseorang yang Alana rindukan dan seketika membuat gadis kecil itu langsung terdiam dan tidak


Bersambung ..

__ADS_1


...****************...


Kalau ada yang tidak sesuai atau ceritanya tidak nyambung tolong kasih saran dan komentar nya. Mohon maaf karena terlalu lama istirahat.


__ADS_2