
Fira terpaksa membalikkan tubuhnya ke arah Alan.
"Apa lagi yang ingin mas bicarakan, bukankah situasi seperti ini yang mas inginkan? aku sebisa mungkin menjaga jarak dengan kamu Mas, agar aku tidak terlalu sakit jika mengingat kejadian demi kejadian dalam rumah tangga kita. Sejak awal aku sudah memutuskan untuk menyerah, karena sia-sia kalau aku berjuang sendirian.."
"Papa sudah bicara dengan ku kalau pernikahan kita akan dipertimbangkan lagi, mereka sudah menyadari kalau keputusannya menjodohkan kita adalah salah," Fira benar-benar tidak ingin berbasa-basi dengan Alan, ia benar-benar sudah muak dengan semuanya.
"Sekarang biarkan Mas yang bicara. Ayo kita bicara di lantai atas," Alan berjalan lebih dulu untuk menghindari kemungkinan kalau Fira akan menolaknya.
Setelah sampai di ruangan atas dengan terpaksa Fira ikut duduk dihadapan Alan.
"Katakan yang ingin kamu sampaikan tanpa harus bertele-tele," ucap Fira tegas
"Fira bisakah kita memulai semuanya dari awal lagi? Mas tahu ini semua kesalahan Mas, Mas tidak ingin kehilangan Mama dan papa, mas belum siap. Jadi berikan kesempatan kepada Mas untuk bisa menerima pernikahan kita, semuanya tidak mudah fir, begitu juga dengan kamu, Mas mohon," Alan meminta sebuah kesempatan kepada Fira tanpa ia sadari kalau kata-katanya membuat Fira tersenyum pedih.
"Kenapa harus memohon kepadaku Mas, kenapa tidak pada Mama dan Papa Mas saja. Memohon lah kepada mereka agar tetap bersama Mas. Aku terlalu biasa untuk menjadi sebuah jaminan kebahagiaan dan keutuhan hidup seseorang,"
"Mas mohon, setidaknya sampai kamu lulus sekolah seperti kesepakatan yang kamu buat sejak awal, jika saat itu Mas benar-benar tidak berubah maka Mas siap kehilangan semuanya..."
"Benarkah? sepertinya akan menarik jika aku memberikan kesempatan untuk hubungan pernikahan kita ini, meskipun aku tidak akan pernah tahu semuanya akan berubah atau sama saja, aku sadar kalau Allah saja maha pemberi kesempatan kepada hambanya. Baiklah aku akan berusaha bertahan sampai aku lulus sekolah jika saat itu aku merasa semuanya sama saja maka jangan halangi aku untuk menyerah dengan hubungan ini," ucapan Fira memberikan angin segar kepada Alan, setidaknya untuk saat ini cukup aman.
"Terima kasih Fira, Mas akan berusaha untuk menjalankan peran Mas sebagai seorang suami. Kesempatan ini sangat berharga untuk Mas, terima kasih," dengan reflek Alan memeluk Fira sebagai bentuk kebahagiaan karena tidak harus susah payah membujuk Fira .
Fira pun mengangguk lalu kemudian kembali ke kamarnya.
"Fir, apakah harus tidur terpisah, bisakah kita tidur satu kamar lagi?" tanya Alan
"Akan ku pertimbangkan lagi," sahut Fira meninggalkan Alan.
__ADS_1
Situasi yang baru saja terjadi tak luput dari mata-mata Bi Rani, wanita itu sudah lebih dulu melaporkannya pada Rima, hal itu menjadi berita baik untuk keluarga Wijaya dan juga Safran. Mereka menggertak dengan berbagai ancaman, dan hal itu berhasil. Para orang tua masih memiliki keyakinan bahwa hubungan keduanya masih bisa diselamatkan, entahlah.
***
Hari demi hari berlalu, hubungan Fira dan Alan sudah mulai membaik. Bahkan kini Alan dan Fira sudah kembali satu kamar meskipun tidak ada yang mereka lakukan. Beberapa Minggu ini tubuh Fira seperti tidak baik-baik saja, pusing dan mual seringkali dia alami, belum lagi Fira menjadi tambah malas, menjadi pemilih dalam hal makanan dan mood yang sering berubah-ubah.
"Neng, ini nasi goreng ayam suwir kesukaan Neng Fira, sama susu coklat hangatnya. Sarapan dulu ya sebelum berangkat sekolah" ucap Bi Rani yang beberapa hari ini kesulitan menyiapkan makanan untuk majikan mudanya.
"Aku tidak lapar, Bi." sahut nya malas, dan hanya mengambil buah jeruk yang tak jauh dari tempatnya duduk.
"Fira, kamu ini kenapa si? bibi sudah susah payah membuat sarapan untuk kamu tapi kamu malah menolak nya, jangan bertingkah kekanak-kanakan Fir, kamu sudah bukan anak kecil lagi," Alan yang beberapa hari ini melihat tingkah Fira akhirnya dibuat kesal dengan sikap istrinya itu. Namun ucapan Alan benar-benar melukai perasaan Fira, tiba-tiba mata Fira berkaca-kaca.
"Maaf," ucap Fira menundukkan kepalanya. Dengan terpaksa Fira pun menyantap makanan yang sudah disediakan Bi Rani namun belum satu suap habis Fira sudah berlari ke arah kamar mandi karena rasa mual nya.
Hoek...hoekkk... hoekkkk
"Neng tidak apa-apa, ya ampun bibi jadi merasa bersalah karena memaksakan neng yang tidak ingin sarapan, apa neng sedang sakit?" tanya Bi Rani khawatir.
Fira yang selesai membersihkan sisa muntahannya pun, tersenyum dan menggeleng. "Aku tidak apa-apa bi, hanya kecapean saja karena aktivitas di sekolah cukup padat," sejujurnya Fira pun tidak mengerti dengan kondisi tubuhnya sendiri.
Melihat Alan yang tenang menyantap makanannya membuat Fira tersenyum getir, bahkan tidak ada sedikitpun rasa khawatir dalam diri laki-laki itu. Fira merasa Alan tidak pernah berubah, dia hanya berpura-pura saja, tapi itu bukan masalah untuk Fira karena ia sadar sejak awal perjodohan ini sudah salah.
***
Mata pelajaran pertama di kelas Fira adalah biologi Bahkan guru sudah menyiapkan infokus untuk menampilkan slide demi slide yang sudah dibuat untuk menjelaskan mengenai sistem alat reproduksi pada manusia.
Penjelasan demi penjelasan sudah diberikan kini saatnya sesi tanya jawab, mempersilakan murid bertanya untuk mendapatkan jawaban dari rasa tidak tahunya.
__ADS_1
"Pak apakah proses bertemunya alat reproduksi wanita dan pria akan menghasilkan bayi?" tanya polos seorang murid laki-laki yang terkenal bandel di kelas. Meskipun begitu pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan yang wajar dan perlu diapresiasi, karena sebuah keajaiban ketika anak bandel bertanya pertanyaan normal.
"Pertanyaan yang bagus Vicky. Tapi hal itu tidak akan begitu saja terjadi bahkan setelah sepasang suami istri melakukan hubungan suami istri, ada proses pembuahan atau Fertilisasi yang terjadi fertilisasi adalah proses berfungsinya pronukleus jantan pada s*perma dengan pronukleus betina pada ov*um hingga terbentuk zigot. Proses fertilisasi terjadi pada tuba falopi atau saluran telur. Peleburan antara sel telur dan sel s*perma membentuk zi*got yang akan terus berkembang menjadi janin. Singkatnya seperti itu apa kamu mengerti?" tanya pak Agi salah satu guru biologi di kelas mereka.
Vicky jelas saja menggeleng karena ia tidak mengerti dengan istilah seperti itu, taunya dua insan bersatu akan menghasilkan manusia baru. Tak jauh dari Vicky ada manusia lain yang was-was karena bagaimanapun dia sudah melakukan proses fertilisasi yang belum lama disebutkan meskipun masih diragukan proses itu berkembang menjadi zi*got atau tidak.
Setelah Vicky Pak Agi pun ikut menggeleng. "Ada lagi pertanyaan?" tanya pak Agi pada semua murid
"Pak setelah proses fertilisasi yang tadi bapak sebutan apakah ada tanda untuk mengetahui kalau proses pembuahan itu sudah terjadi apa belum?" tanya Ana salah satu teman Fira saat ini.
"Tentu saja kita bisa mengetahuinya tanpa harus memeriksakan ke dokter tapi untuk lebih akurat hal itu sebaiknya dilakukan. Selain proses fertilisasi masa ovulasi pun menjadi awal yang penting dalam proses pembuahan. Ovulasi yang berhasil adalah ketika embrio yang tertanam di dinding rahim, wanita akan mengalami pendarahan ringan atau flek dari va*gina. Pendarahan ini disebut pendarahan implantasi. Pendarahan implantasi berbeda dengan darah haid, kalau darah haid cenderung akan banyak saat keluar sedang darah implantasi sebaliknya darah yang keluar hanya berupa bercak merah muda atau flek kecoklatan saja,"
Ana mengerti karena sedikit banyak ia pernah membaca buku.
"Ovulasi apa pak?" tanya murid laki-laki yang sejenis dengan Vicky
"Ovulasi atau umumnya sering kita dengar masa subur singkat nya pada masa ini seorang wanita berpotensi tinggi untuk melakukan pembuahan, orang yang sedang melakukan program kehamilan biasanya tingkat keberhasilannya akan tinggi di masa ovulasi "
"Bagaimana ciri-ciri atau tanda-tanda fisik ovulasi yang berhasil ?"
"Selain pendarahan implantasi, berhasilnya proses pembuahan membuat seorang wanita mengalami berbagai gejala awal kehamilan lainnya. Beberapa gejala awal kehamilan tersebut adalah:
Siklus menstruasi terhenti, mual dan muntah, kelelahan, sering buang air kecil, payudara membengkak atau terasa sedikit nyeri" Penjelasan pak Agi membuat jantung Fira berdetak lebih kencang.
Deggg mungkinkah?
***
__ADS_1
Maaf ya kalau ada penjelasan yang salah, aku minta bantuan google mengenai proses fertilisasi dan ovulasi hanya untuk mendukung jalan cerita.