Menikah Mudah

Menikah Mudah
Tiada guna


__ADS_3

"Bangunlah, apa yang sedang kamu lakukan? laki-laki seperti mu tidak pantas berlutut dihadapan orang bodoh seperti ku. Bangunlah..." ucap Fira justru malah membuat Alan terus menangis.


"Tolong maafkan saya, saya salah," Alan tetap pada posisinya berharap Fira mau memaafkannya.


"Apa sebegitu pentingnya maaf dariku, hingga kamu melakukan hal ini? aku tidak tahu hal apa yang mendasari kamu melakukan hal ini dan menangis. Jika alasannya karena kamu takut aku membongkar rahasia pernikahan mu, maka kamu tenang saja aku tidak akan memberitahu Papa dan Mama mu. Masalah Mama ku yang tahu hal ini, aku sudah menyuruhnya diam..."


"Aku hanya ingin melahirkan anakku dengan tenang, setelah itu kita berpisah. Aku hanya ingin mengatakan pada mu untuk tidak mempersulit semua, hak asuh dan seluruh kehidupan anakku adalah tanggung jawabku. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun,"


"Fir, tapi dia juga darah daging ku," ucapannya masih dengan tangis penyesalan, sementara Fira hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


"Darah daging? kamu tidak pernah menginginkannya, kamu sudah menyakitinya sejak awal. Bahkan saat ini kamu mengkhianatinya, belum lahir saja dia sudah merasakan rasanya diduakan. Harusnya kamu menahannya sebenarnya saja, aku tahu pernikahan kita bukan hal yang penting untuk mu, tapi apakah kamu pernah berpikir kalau wanita bodoh ini telah hilang segalanya..."


"Tapi tenang saja, aku tidak ingin lagi menyesal atas pernikahan ini. Karena hal itu dia ada," ucap Fira sambil mengelus perut buncitnya, seperti tahu kesedihan ibunya bayi di dalam kandungan Fira menendang cukup aktif.


"Fir, tolong maafkan saya, saya sudah menyadari semuanya. Saya ingin memperbaiki semuanya, tolong beri saya kesempatan, saya akan melakukan apapun asal kamu mau memaafkan saya," Alan terus memohon namun hati Fira sudah tidak ingin bernegosiasi, tidak ada alasan kuat untuk dirinya bertahan. Seandainya Alan tidak berkhasiat, mungkin kesempatan kecil itu masih ada.


"Jangan meminta sesuatu yang tidak akan pernah aku berikan. Aku hanya ingin mengingatkan kamu, kalau aku bukan wanita satu-satunya dalam hubungan pernikahan ini, dia pun bukan satu-satunya darah daging mu. Jadi kalau kamu berpikiran kami akan berbagi milik kami, Demi Allah aku tidak akan pernah bisa. Jadi biarkan kami saja yang pergi, dan kamu bisa memulai kehidupan yang bahagia seperti impian mu."


"Tolong jangan seperti ini, aku harus segera merapikan sisa barang-barang milikku. Setelah itu kamu bisa membaca istri dan calon anak mu ke rumah ini, tolong lepaskan tanganmu,"

__ADS_1


Fira terus menggerakkan tubuhnya, hal itu membuat perutnya bereaksi. Fira merasakan kram perut yang hebat.


"Auhh.. sakit" ucap Fira merin*tih kesakitan, hal itu membuat Alan khawatir.


"Fira kamu kenapa?" ucap Alan panik saat melihat Fira terus memegangi perutnya dan merasakan sakit yang hebat.


Alan mendudukkan Fira di kasur yang tak jauh darinya. Fira benar-benar dalam kondisi yang tidak baik, kehamilan Fira bukan kehamilan yang sepenuhnya sehat, secara mental sang ibu benar-benar berada pada level stres menuju depresi. Kalau saja Fira tidak memikirkan kondisi bayinya yang harus tetap hidup, mungkin Fira tidak akan bertahan sejauh ini. Fira tidak ingin melakukan kesalahan yang akan membuat anaknya nanti bersedih.


"Aku baik-baik saja, tolong menyingkir dari hadapan ku. Kamu membuatku tertekan," mendengar ucapan Fira, Alan pun meninggalkan kamarnya, ia tidak ingin semakin membuat Fira kesakitan. Setelah Alan pergi dan akan menutup pintu Fira menangis sekencang-kencangnya sambil memukul dadanya dengan perlahan. Alan yang belum benar-benar menjauh dari kamarnya merasa bersalah untuk semuanya.

__ADS_1


**


Semalam aku ketiduran, jadi baru bisa nerusin pagi ini. Terima kasih ya yang sudah mendukung aku dan selalu ngasih komentar yang bikin aku semangat buat nerusin ceritanya 💕💕


__ADS_2