Menikah Mudah

Menikah Mudah
Mengatakan kebenarannya


__ADS_3

Dinda pulang menggunakan taksi, sesampainya di halaman rumah Dinda sudah melihat mobil terparkir, ia tahu kalau mobil itu adalah milik Alan, Dinda langsung masuk dan saat masuk dia tak hanya melihat suaminya tapi juga seseorang wanita paruh baya yang masih terlihat anggun dan cantik.


Dinda sangat tidak asing dengan wanita paruh baya itu karena wajahnya begitu mirip dengan suaminya. Sementara melihat Alan yang kurus dan memiliki kantung mata yang cukup tebal merasa tak tega karena pasti suaminya lembur saat mengerjakan tugas diluar kota, begitu yang dia tahu.


Dinda bukan wanita jahat seperti kebanyakan, dia wanita yang baik, hanya saja dia jatuh ke tangan laki-laki yang tanda kutip salah, terlalu menggunakan perasaan sampai Dinda tidak tahu kalau ada seseorang yang sudah berkorban perasaan untuk bertahan hidup dengan Alan.


Dinda menyalami suami dan ibu mertuanya. Rima menatap wajah cantik dan perut buncit Dinda, ada perasaan kasihan dan juga lega karena sepertinya Dinda wanita yang jauh lebih dewasa, dan siap mendengar semua ucapannya kali ini.


"Dinda perkenalkan ini Mama ku," ucap Alan memperkenalkan Rima, karena ini yang pertama kalinya setelah mereka menikah.


Dinda mengangguk " Saya Dinda Tante.." ucap Dinda gugup, belum selesai bicara Rima langsung memotong.


"Saya sudah tahu, apa kamu istrinya Alan?" tanya rima tiba-tiba. Lagi-lagi Dinda kembali mengangguk.


Bi minah sudah menyajikan teh dan cemilan untuk majikannya, Bi Minah turut bahagia karena Alan sudah mulai membawa keluarganya ke rumah ini. Bagaimana pun bi Minah merasa kasihan dengan situasi yang dihadapi majikannya, menikah siri seperti memiliki aib yang cukup besar karena identik dengan menikahi suami orang, merebut suami orang atau sejenisnya.


"Bersihkan dirimu lebih dulu, setelah itu saya ingin bicara," Dinda mengangguk dan menurut.


Kurang dari 30 menit Dinda sudah menyelesaikan ritual mandinya, dan tampil cantik dengan pakaian rumahnya yang modis dan cantik. Penampilan Dinda memang jauh dari Fira, namun Rima tetap menginginkan Fira menjadi menantunya meskipun sudah tidak mungkin.


Keheningan terjadi di ruang tamu itu, Alan hanya pasrah dengan semua hal yang akan dikatakan ibunya. Semua memang salahnya, terlalu egois dan mementingkan diri sendiri.


"Boleh saya bicara sekarang?" tanya rima meminta izin.

__ADS_1


Keduanya mengangguk "Silakan tante,"


"Kedatangan saya ke sini untuk memperjelas status pernikahan kalian, bagaimana pun anak kalian butuh kejelasan dan status hukum yang kuat nantinya. Saya tidak ingin ada korban lain, cukup satu yang hancur dan biarkan yang lain tetap baik-baik saja meskipun..."


Ucapan Rima yang berkaca-kaca membuat Dinda tidak memahami apa yang terjadi. Alan sudah berkeringat karena paham arah dan tujuan ucapan dari Mama nya.


"Daftarkan lah pernikahan kalian secara hukum, saya akan memberikan restu meskipun suami saya masih menentangnya. Saya yakin lambat Laun semuanya akan berubah."


Dinda sangat bahagia mendengar ucapan Rima, akhirnya semua yang dinantikan akan segera terwujud, memiliki keluarga yang utuh dan bahagia. hhmh bahagia?


"Selain untuk menyampaikan hal itu, saya ingin mengatakan beberapa hal lagi. Saya harap kamu tetap baik-baik saja kalau pun berkorban perasaan maka lakukanlah bersama dengan suami mu.."


"Sebelum saya mendatangi kamu ke sini, saya baru saja kehilangan dua orang yang berharga dalam hidup kami. Kami ingin mempertahankan mereka tapi semuanya tidak bisa, dia terlalu kecewa terhadap kami. Apakah Alan pernah mengatakan sesuatu tentang kehidupannya sebelum menikahi kamu?" Dinda menggeleng mendengar pertanyaan Rima.


"Saat ini Alan bukanlah Alan yang dulu, dia sudah bangkrut dan menjadi pengajar biasa di yayasan kami, semua fasilitas mewah sudah ditarik oleh ayahnya, dia kehilangan keluarganya.."


"Maksud Tante apa? mas ko kamu diam saja,"


"Meskipun anak saya tidak pernah menyandang status duda karena dia memiliki kamu, tapi dia sudah pernah menikah dan memiliki anak sebelumnya. Tapi hubungan pernikahan itu sudah kandas dan tidak terselamatkan,"


Dinda terkejut bukan main, dadanya begitu sesak jantungnya berdetak kencang lalu air matanya mulai membasahi pipi nya.


"Mas, apa ini? kenapa aku tidak tahu semuanya? kamu jahat Mas!" ucap dinda

__ADS_1


Rima tahu hal ini akan terjadi tapi ia tidak ingin meneruskan kebohongan putranya karena bagaimanapun mereka harus menanggung rasa bersalah bersama.


"Apa benar yang dikatakan Mama mu? siapa dia mas, apa aku mengenalnya?" tanya Dinda terus menerus karena dia tidak menyangka bisa mengalami hal seperti ini.


Alan mendekat dan memeluk Dinda " Maafkan saya yang menyembunyikan semuanya, Mas laki-laki paling berdosa karena menyakiti wanita sebaik kalian," Dinda terus menangis di pelukan Alan sambil memukul dada suaminya.


"Mas jahat!"


"Semuanya sudah terjadi, meskipun ini bukan kesalahan kamu, tapi saya harap kamu tetap bersama dengan Alan apapun keadaannya. Kalian harus menanggung rasa bersalah yang sama, jangan egois lagi karena seseorang telah berkorban untuk kalian dan calon anak kalian."


"Daftarkan pernikahan kalian dan pindahlah ke rumah yang dulu ditempati oleh Alan dan mantan istrinya. Rumah yang akan menjadi pengingat kalau sebelumnya ada seseorang yang pernah terluka hidup di sana.."


"Saya baru tahu kalau kalian menjalin hubungan cukup lama sebelum akhirnya menikah. keluarga Wijaya bukanlah keluarga yang terlalu tertutup, bahkan kami mengatakan perihal pernikahan putra tunggal kami, sayang tidak banyak orang yang ingin tahu dan akhirnya terjebak dalam pernikahan ini... Saya mungkin terdengar jahat, tapi anggap saja ini konsekuensi yang harus kamu terima.."


"Lagi pula kamu bukan istri kedua lagi, tapi kamu istri satu-satunya putra saya. Saya akan memiliki cucu lain, yaitu anak darimu. Jadi jaga baik-baik semuanya, dan hiduplah dengan rasa bersalah itu meskipun sulit.


"Boleh aku tahu siapa wanita yang pernah menjadi istri Mas Alan, apakah aku mengenalnya?"


Alan semakin mengeratkan pelukannya pada Dinda, dan dengan semua keberanian dia bicara. "Kali ini biar aku yang mengatakannya,"


"Syafira Amanda Gami adalah mantan istri ku, kamu pasti mengenal dia," ucap Alan singkat dan langsung kembali memeluk Dinda karena Alan sudah menebak apa respon selanjutnya yang akan dia terima.


"Fira? adiknya Fero?" tanya Dinda terkejut, Alan mengangguk. Dinda benar-benar tidak menyangka kalau Fira adalah mantan istri Alan, kilasan saat bertemu di rumah sakit waktu Fira sering memeriksakan kandungan sendiri, saat bertemu langsung dengan Fira dan Mamanya, saat mengunjungi Fira dan melihat bayinya. Semuanya terlihat normal, tapi ternyata saat itu dia sedang mengunjungi madunya. Dada sesak itu makin menjadi dan membuat Dinda malu jika mengingat semuanya "Kamu jahat Mas, kamu jahat!" setelah itu Dinda tak sadarkan diri .

__ADS_1


__ADS_2