Menikah Mudah

Menikah Mudah
Pingsan


__ADS_3

Komen dong apa aja boleh selama ga sarkas hehe. Yang udah nongol selalu di tulisan remahan ini terima kasih banyak, berkat kalian aku semangat nulis setiap hari.


***


Setiap malam Alan terbangun saat Fira terbangun ia merasa kasihan dengan kondisi Fira, sampai di titik Alan mengetuk pintu kamar Fira dengan kencangnya.


Tok...tok..tok


Fira dengan tubuh lemahnya berusaha membuka pintu kamar dan melihat siapa yang mengetuk pintu malam-malam seperti ini. Setelah pintu berhasil terbuka ia pun kaget kalau ternyata suaminya masih terjaga.


"Apa aku masih mengganggu tidurnya?" tanya Fira pada dirinya sendiri.


"Ada apa, Mas?"


"Fira, kalau kamu sakit sebaiknya pergi ke dokter saja. Setiap malam aku mendengar kamu muntah apa tubuh mu tidak lelah karena harus memuntahkan isi perut terus menerus. Aku tidak ingin kedua orang tua kita menyalakan kondisi mu yang sedang sakit ini, sebaiknya kamu pergi ke dokter. Apa perlu aku antar?" Alan seperti seorang ayah yang sedang mengomeli anaknya, tanpa berpikir perasaan orang yang sedang menerima ocehannya.


"Apa hal itu mengganggu Mas Alan?" tanya Fira ragu, mendapatkan pertanyaan itu Alan tidak bisa langsung menjawabnya.


Fira tersenyum getir "Aku pindah ke lantai bawah saja kalau gitu, maaf aku selalu mengganggu tidur nyenyak mu,"


"Bukan begitu Fira, aku hanya tidak ingin kamu terus menerus seperti ini, bagaimana juga kamu adalah istriku dan tanggung jawabku,"


"Maaf, besok aku akan mendatangi rumah sakit," Fira tidak ingin berdebat, karena tubuhnya sudah sangat lelah. "Aku permisi tidur lagi, Mas juga silakan lanjutkan istirahatnya, maaf aku sudah mengganggu,"


Tanpa mendengar jawaban Alan, Fira langsung menutup pintu kamarnya. Usia kandungan Fira sudah memasuki usia ke 4 bulan wajar saja jika mual muntahannya belum hilang, kata dokter mengidam atau morning sickness akan hilang saat usia kandungan memasuki 5 bulan ke atas. Fira mengidam makanan yang wajar yang ia bisa dapatkan melalui aplikasi, ngidam yang tidak berlebihan hingga harus melibatkan banyak orang.


Tubuh Fira tidak baik-baik saja, semalaman ka tidak bisa tidur, tubuhnya kehilangan banyak cair, wajahnya pucat dan tak bertenaga.


"Ya ampun neng wajahnya pucat sekali, apa neng Fira sedang sakit?" tanya bi Rani khawatir melihat kondisi Fira, perut buncitnya masih sedikit aman karena ditutupi oleh switer berukuran besar.


"Aku baik-baik saja Bi, hanya kurang tidur saja," sahutnya

__ADS_1


"Apa minum obat dan vitamin neng, Bibi ambilkan dulu?"


"Tidak usah Bi, aku sudah minum susu dan vitamin. Aku harus pergi ke sekolah sekarang juga, soalnya hari ini sedang ujian kenaikan kelas."


"Apa tidak sebaiknya izin saja neng?" saran Bi Rani karena tidak tega melihat Fira sakit.


"Aku tidak apa-apa bi, nanti juga enakan. Apa Mas Alan sudah turun Bi dari kamar?"


"Sudah neng, tadi den Alan masuk ke ruang kerjanya,"


"Oh gitu, yasudah Bi aku langsung pamit saja ya ke sekolah,"


"Neng tidak sarapan dulu?"


"Aku sarapan di sekolah saja, perut ku sudah kenyang minum susu tadi,"


"Yasudah, pulang sekolah langsung ke dokter saja neng, saya tidak tega melihat neng Fira," Bi Rani benar-benar khawatir dengan majikan kecilnya.


"Siap Bi, aku pergi ya. Assalamualaikum,"


***


Sesampainya di sekolah Fira terus menahan pusing di kepalanya, dia harus cepat sampai ke kelas rasanya tubuhnya sudah tidak kuat lagi. Belum sampai ke kelas tubuh Fira sudah berkunang-kunang dan pusing di kepalanya semakin hebat. Beberapa orang yang melihat Fira akan terjatuh langsung menghampirinya. Dan benar saja Fira terjatuh dan langsung di tangkap oleh anak laki-laki yang sedang asik main basket di lapangan. Sekolah Fira hanya memiliki satu lapangan saja, dengan dikelilingi kelas tempat belajar para siswa siswi dari kelas 10 sampai kelas 12.


Brughhhhh " Heiiiii," teriak anak laki-laki itu sambil menangkap tubuh Fira. Semua orang berkumpul untuk melihat situasi yang terjadi, Fira terkulai lemas dan tak sadarkan diri.


Ana yang melihat langsung ikut panik karena ia tahu kondisi Fira yang sedang mengandung. "Tolong bawa dia ke rumah sakit," teriak Ana panik


"Tidak perlu di bawa ke rumah sakit, bawa saja ke UKS di sana ada petugas kesehatan yang berjaga," sahut salah satu murid perempuan.


Akhirnya Fira pun di bawa ke ruangan UKS, kebetulan petugas kesehatan baru saja datang dan langsung memeriksa kondisi Fira. Semua murid mulai bubar dan masuk kelas masing-masing, hanya ada Ana dan wali kelas keduanya.

__ADS_1


Petugas kesehatan itu memeriksa Fira berkali-kali, dan sepertinya dia tidak salah kalau Fira sedang mengandung.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Ana


"Saya tidak ingin salah memeriksa, tapi dugaan sementara sepertinya murid ini sedang mengandung," ucap petugas kesehatan berkerudung itu.


Ana tidak terkejut tapi wali kelasnya cukup kaget. Namun kekagetan itu tidak berlangsung lama karena sadar kalau Fira sudah menikah.


"Dia memang sedang mengandung," sahut Ana dengan air mata di pipinya.


"Kamu sudah tau Ana?" tanya Bu Rika.


Ana hanya mengangguk.


"Sebaiknya hubungi keluarganya saja, kondisinya sangat menghawatirkan."


"Baiklah saya akan mendatangi kepala sekolah lebih dulu, karena hanya beliau yang tahu tentang keluarganya,"


"Silakan," Ana terus menggenggam tangan Fira memberikan kekuatan kepada sahabatnya.


Belum lama setelah itu, kejadian di sekolah mulai ramai karena oknum beberapa orang yang mengetahui kondisi kehamilan Fira secara tidak sengaja. Sialnya anak yang mengetahui kondisi Fira adalah orang-orang yang sedikit usil, dan bisa dibilang biang gosip. Ia bagaikan lambe turah yang sering menginformasikan gosip terhangat. Bukan hanya dari mulut ke mulut tapi melalui grup wa masing-masing kelas.


"Nggak nyangka ya, berhijab taunya kelakuan bejad. Ih amit-amit!" ucap salah seorang murid perempuan dengan rok dibawah lutut dan rambut yang dibiarkan terurai dengan banyak jepitan rambut dikepala.


"Iya, ya. Jangan-jangan dia dipindahkan dari sekolah lamanya karena kasus ini. Fira dibuang karena sudah mencoreng nama baik sekolah lamanya, dan sekarang malah membawa aib ke sekolah kita." sambung temannya.


"Ini si nggak bisa dibiarkan, mending kita usulin pihak sekolah buat ngeluarin dia dari sekolah kita,"


"Iya setuju banget,"


Kegaduhan benar-benar terjadi dan tidak bisa dihindari, kepala sekolah mengusulkan Fira untuk di bawa ke rumah sakit saja. Setelah itu ia baru menghubungi orang tua Fira.

__ADS_1


Saat Fira di bawa oleh ambulan yang sudah di telpon kepala sekolah, semua murid jelas tidak tinggal diam, banyak murid yang meneriaki Fira dengan kata-kata yang tidak pantas.


Ana yang mendengar hal itu hanya terus menangis, ia meminta izin untuk menemani Fira ke rumah sakit hal itu pun disetujui oleh pihak sekolah.


__ADS_2