Menikah Mudah

Menikah Mudah
Terlambat


__ADS_3

Setelah melakukan pemeriksaan dan melihat keadaan bayinya, Fira merasa lega karena semuanya baik-baik saja. Di dalam ruangan, dokter Mira seperti menyimpan pertanyaan besar untuk Fira, namun Fira seolah paham dan menegaskan kalau semuanya baik-baik saja.


Lisa sudah berusaha membujuk Fira untuk pulang ke rumahnya, namun untuk sementara waktu Fira menolaknya.


"Aku akan pulang ke rumah Mama dan Papa setelah aku menyelesaikan urusan ku. Aku harap Mama tetap tenang dan tidak memperkeruh suasana,"


"Ya ampun kamu ini, Fir. Sudah disakiti masih mau pulang ke rumah itu, apa kamu tidak lihat tadi dia membawa istri barunya, tapi suami mu malah diam seperti terkena mental. Dasar suami be*jad,"

__ADS_1


"Kenapa baru kali ini Mama bicara seperti itu, bukannya Mama sangat mengenal anak dari sahabat Mama? sekarang setelah begini apa kalian akan tetap menyuruh aku bersama Mas Alan, apa kalian akan membuat drama baru agar aku kembali dengan Mas Alan? harus dari awal kalian tidak memaksakan sesuatu, karena kejadiannya seperti ini,"


"Mama pulang lah lebih dulu, jangan dulu memberi tahu kedua orang tua Mas Alan, sebelum aku benar-benar berpisah. Aku tidak ingin melihat terlalu banyak drama lagi, biarkan keadaan yang akan menghukum dia. Aku percaya kalau penyesalan itu ada,"


Lisa hanya diam mendengar ucapan putrinya yang menohok, memang benar tujuannya selama ini adalah memperbaiki hubungan keduanya, berharap masih bisa diselamatkan, nyatanya Lita melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Alan berkhianat.


"Sejujurnya aku merasa kalau keberadaan ku di dunia ini hanya untuk menjadi penghubung persahabatan kalian saja. Padahal tanpa harus adanya perjodohan kalian akan tetap bersahabat, terlalu banyak kekhawatiran yang tidak penting hingga kalian mengorbankan kebahagiaan anak-anak kalian."

__ADS_1


Tepat setelah Fira menyelesaikan ucapannya, kini mobil yang dikendarai pak Yudi berhenti di rumah yang tempati Fira selama setahun lebih ini.


**


Pukul 8 malam Fira sedang merapikan sisa-sisa barang miliknya di kamar utama yang sempat ia tinggali bersama Alan. Sejak sore dia sudah berbenah, ternyata barang-barang miliknya cukup banyak. Fira hanya akan membawa barang-barang yang ia beli, atau yang ia bawa dari rumah lamanya, ditambah dengan baju-baju milik putrinya yang dibelikan oleh kedua calon Oma dan opa, ia akan membawanya, akan merasa sedih jika Fira tidak membawa hadiah pemberian mereka.


Tiba-tiba saja Alan masuk ke dalam kamarnya dan berlutut dihadapan Fira yang sedang duduk di sisi ranjang sambil menarik resleting tas yang berisi baju-baju milik putrinya. Alan menunduk dan menangis meminta ampun kepada Fira.

__ADS_1


"Fira, tolong maafkan saya, saya bersalah Fir, saya laki-laki baji*Ngan, saya suami yang tak pantas dimaafkan..." Fira masih tetap pada posisinya, dan tak terganggu sedikitpun dengan apa yang Alan lakukan. Awalnya memang terkejut, tapi perasaan sakit Fira sudah mendarah daging.


**


__ADS_2