Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)

Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)
Karin Terbangun


__ADS_3

Dua hari setelah Pak Tian meninggal...


Hari ini adalah peresmian jabatan Direktur Utama di K Grup. Posisi Direktur memang tidak bisa dikosongkan begitu saja. Elsa sudah beberapa kali menatap dirinya di depan cermin untuk berlatih pidato yang sangat elegan untuk seorang direktur muda.


"Hmm... aku gugup sekali." Elsa menarik nafas dalam-dalam.


Karin masih koma, otomatis dia yang akan menjadi direktur disana.


Bahkan Elsa menyempatkan diri untuk masuk ke ruang direktur utama, dia duduk di kursi yang dulu di pakai papa tirinya. Kursi itu sungguh membuatnya nyaman.


"Karin, lebih bagus kamu mati. Kini K Grup akan menjadi milikku, lebih bagus aku memiliki suamimu juga. Pria yang angkuh, tapi aku suka sekali tantangan." Elsa juga tidak mengerti mengapa pesona Bara bisa menghipnotis dirinya saat di hari pernikahan Bara dan Karin, padahal dari dulu dia begitu sulit untuk melupakan Revan.


Elsa teringat dengan David, dia sudah beberapa kali mengirim pesan pada David tapi ternyata semua pesannya pada David tidak berhasil terkirim.


"Rupanya dia ganti nomor, apa dia sengaja pergi untuk melindungi adiknya? Pengecut sekali dia."


Dan waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Hari ini di meeting room , semua para pemilik saham dan para staf jajaran tertinggi sudah hadir semua.


Semuanya bertepuk tangan saat Elsa berdiri di depan , di meeting room itu.


Doni, sang asisten yang setia pada Pak Tian, dia sangat tidak suka melihatnya. Dia juga memiliki saham disana karena Pak Tian yang memberikannya.


"Selamat siang, perkenalkan nama saya Elsa Parmadita, pemegang saham terbesar kedua di K Grup, berhubung pemegang saham terbesar pertama dia sedang sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh, apalagi dia juga adik saya... "


Ceklek!


Tiba-tiba ada yang membuka pintu, semua mata tertuju kepada siapa yang membuka pintu itu, pasti banyak yang mengetahui sosok Bara, pemilik Neo Grup, perusahaan yang sudah lama bekerjasama dengan K Grup, bahkan dulu pemiliknya bersahabat lama dengan pemilik K Grup makanya saat membuat perusahaan sama-sama memakai kata Grup.


Kenapa pemilik Neo Grup ikut meeting?


Yang hadir disana hatinya bertanya-tanya. Termasuk Elsa.


Bara datang bersama pengacara Aldo, pengacara pribadi Pak Tian. Dan dia juga membawa Jesika, sebagai Dokter yang bertanggung jawab atas Karin.


"Bara, kenapa masuk kesini? Kita ada meeting penting, kamu salah masuk ruangan." ucap Elsa dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


Bara tak menanggapinya, dia berdiri di depan yang jaraknya terpaut satu meter dengan Elsa.


"Saya Bara Sebastian, hadir disini bukan atas nama Neo Grup, tapi atas nama istri saya, Karin Juliana Keona, pemegang saham terbesar pertama di K Grup, semuanya telah Pak Tian berikan kepada Karin.... "


Namun ada yang memotong pembicaraan Bara, "Iya tapi saat ini dia sedang koma."


"Iya betul dia sedang koma, tapi dokter sudah bilang dia ada kemungkinan untuk tersadar secepatnya."


Bara menyuruh Jesika untuk menjelaskan kondisi Karin, bahkan Jesika disana menjelaskan kondisi Karin secara detail dan ada harapan yang tinggi pada kesembuhan Karin.


Sementara Elsa terpaksa duduk di kursi yang kosong.


"Jadi dia ada harapan untuk bisa sembuh lagi?"


"Iya, dia hanya mengalami geger otak ringan karena cidera dikepalanya, kurang lebih dalam satu bulan juga bisa dipastikan dia sembuh, bahkan tubuhnya tidak mengalami cidera yang parah, bisa dipastikan dia sehat kembali tanpa ada cacat sedikit pun. Saya bisa pastikan dia secepatnya pulih dan siuman." ucap Jesika.


Semua yang hadir disana jadi memikirkan kembali untuk menyetujui tidak Elsa menjadi Direktu Utama.


Setelah menjelaskan itu semua, Jesika tidak bisa berlama-lama disana, dia berpamitan pada Bara untuk kembali ke rumah sakit karena ada pesan dari suster yang menjaga Karin.


Bara terkejut mendengarnya, "Karin kenapa?"


"Nanti aku jelaskan. Aku harus pergi." Jesika segera keluar dari meeting room.


Sekarang pengacara Aldo yang angkat bicara. Sementara Bara tidak tenang, dia ingin tau kondisi Karin bagaimana sekarang.


Bara mengirim pesan pada Jo.


[Jo, bisa kah kau lihat keadaan Karin bagaimana sekarang? Aku sangat mengkhawatirkannya.]


Tak lama kemudian ada balasan pesan dari Jo.


[Iya, tuan.]


Bara kembali menyimak apa saja yang diucapkan pengacara Aldo. Pengacara Aldo menunjukkan surat wasiat dari Pak Tian.

__ADS_1


"Surat ini sudah disepakati dua pihak, Pak Bara dan Pak Tian, juga saksinya saya dan asisten Doni. Disini sudah dijelaskan bahwa Pak Bara sebagai suami Bu Karin, bertanggungjawab sepenuhnya pada Bu Karin, termasuk saham yang dimiliki Bu Karin, karena itu untuk sementara, selama Bu Karin belum sembuh total, Pak Bara yang akan mengantikan sementara posisi Direktur yang kosong ini."


Elsa tercengang mendengarnya, bagaikan disambar petir. Padahal dia sudah tidak bisa tidur semalam karena ingin segera menduduki kursi Direktur disana.


"Bukan kah Pak Bara memiliki perusahaan juga? Harusnya memiliki wakil direktur disini." ada satu pertanyaan di lontarkan oleh salah satu staf disana, mungkin takut pekerjaan di K Grup terbengkalai.


Hmmm... Untuk sementara menjadi wakil juga tidak apa-apa, kata hati Elsa.


Tanpa berfikir panjang, Bara menujuk Doni, yang sudah lama menjadi Asisten Pak Tian.


"Saya rasa Pak Doni pantas menjadi wakil Direktur, dia sudah lama bekerja disini dan sudah tau pekerjaan Direktur seperti apa."


Elsa semakin geram pada Bara, dia fikir Bara akan menunjuknya , bagaimanapun dia adalah kakak karin, walaupun hanya saudara tiri.


Begitu juga Doni, dia tak percaya kalau Bara akan menunjuknya.


Setelah meeting selesai, Doni langsung bertanya kepada Bara, "Mengapa tuan memilih saya untuk menjadi wakil Direktur?"


"Kamu sudah lama kerja disini, dan menjadi orang kepercayaan papa mertuaku makanya dia memberikan sebagian sahamnya padamu, itu artinya papa tau ini akan terjadi."


Drrrtt... Drrrtt...


Ponsel Bara bergetar. Dia mendapatkan pesan dari Jo.


[Tuan, istri anda sudah siuman]


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...

__ADS_1


__ADS_2