
Bugh...
Bugh...
Bima memukul David sampai babak belur, dia dalam kondisi kaki dan tangan yang terikat.
"Arrrghhh... " David meringis kesakitan.
"Kamu siapa? Kenapa kamu menculikku?" tanya David dengan ketakutan.
Belum juga Bima menjawabnya, David dikejutkan dengan sosok perempuan yang baru saja datang, suara high heels itu begitu nyaring terdengar di gudang sana, Elsa berjalan berlenggok dengan santai, dia tersenyum puas saat melihat kondisi David seperti itu.
Elsa duduk di kursi di depan David, sementara Bima memilih keluar untuk menghargai privasi Elsa.
"Dasar wanita iblis, jadi kamu yang melakukan ini padaku!" David mengatakannya dengan nada tinggi dan penuh emosi.
__ADS_1
Elsa malah bersikap santai, dia cengengesan. "Ini yang aku sesalkan, kenapa aku harus menyuruhmu mencelakai Karin, seharusnya aku langsung saja ke orang yang profesional yang sudah terjamin menjaga mulutnya. "
"Ternyata kamu lebih jahat dibanding dugaanku Elsa!"
Elsa menghela nafas sebentar, dia menatap David dengan tajam. "Aku dari dulu terlahir miskin sampai banyak orang yang terus membuliku. Malah mamaku selalu mengalami KDRT dari ayahku yang seharusnya menjadi pelindung buat kami. Karena itu aku ingin menjadi wanita kuat yang memiliki kekuasaan agar aku tidak di suruh-suruh lagi dan agar mama tidak menderita lagi. Karena itu mama memutuskan untuk menikah dengan papanya Karin yang kekayaannya tidak di ragukan lagi. "
David sebenarnya tidak ingin mendengarkan cerita dari wanita licik itu, tapi dia memilih diam saja dari pada harus terluka lagi .
"Aku fikir setelah mama menikah dengan pengusaha kaya raya hidup aku akan bahagia, ternyata tidak, aku seperti hanya bayang-bayangan Karin saja. Karin selalu populer di sekolah bahkan di kampus, tapi tak ada satupun yang melirikku yang selalu ada di samping Karin. Bahkan aku yang selalu mengajarkannya belajar, tapi saat dia mendapatkan juara kelas, apa ada yang memujiku? Tidak! Hanya Karin yang di puji oleh papa tiriku. Bahkan saat aku menyukai seseorang dan berusaha untuk mendekatinya, tapi orang itupun sama malah menyukai Karin dan menyuruhku untuk membuatnya dekat dengan Karin. Semuanya selalu Karin, Karin, dan Karin. Karena itu aku harus mendapatkan apa yang dimiliki oleh Karin!"
"Itu karena Karin memang berbeda denganmu, dia tidak memiliki hati busuk seperti dirimu. Karena itu aku menyukainya!"
Elsa menampar David dengan keras, kalau saja tangannya tidak diikat, David sudah membalas tamparan itu.
"Kamu tidak ada bedanya dengan aku, David. Bahkan kamu rela mencelakai wanita yang kamu sukai itu demi uang!"
__ADS_1
"Saat aku mencelakai Karin, aku menangis , Sa. Aku menyesal. Jika aku bisa memutar waktu aku tidak akan menerima tawaran kamu itu, tapi kamu yang memprovokasiku dengan bilang Karin akan segera menikah. Makanya aku nekad mencelakainya agar Karin tidak dimiliki siapapun. Tapi menyesal tidak ada gunanya, aku terlanjur menjadi jahat gara-gara kamu, sampai hidup aku tidak tenang merasa ada yang terus mengawasi aku, makanya aku pindah-pindah tempat. Karena itu aku tidak memiliki uang sepeserpun sekarang makanya aku meminta lagi padamu karena kamu yang membuat aku begini."
Elsa mendengar dari Bima kalau yang mengincar David bukan hanya dirinya saja tapi ada orang lain juga, dia mencurgai itu suruhan Bara. Karena itu dia tidak bisa membunuh David, agar dia tidak di curgai oleng siapapun lagi otomatis harus ada tersangka atas kecelakaan itu.
Elsa memperlihatkan video kepada David, David sangat emosi dan panik saat melihat video itu, di video itu dia melihat adiknya berkumpul dengan temannya di sekolah barunya itu.
"Brengsek kamu Elsa! Kamu mau mengancam aku!" David mengatakannya dengan nafas yang sangat berat dan tersenggal-senggal menahan emosi.
"Aku sudah memperingatkan kamu dari awal. Aku tidak akan segan-segan menyuruh orang untuk mencelakai adikmu jika kamu tidak bisa menjaga mulutmu itu. "
Elsa mencodongkan badannya pada David dengan tersenyum licik, "Karena itu aku menyuruh seseorang untuk terus mengawasi adikmu dan mengikutinya. Jika kamu berani mengatakan sedikit saja namaku, aku akan menyuruhnya untuk membunuh adikmu. "
David sangat panik mendengarnya, "Ja-jangan Sa, aku mohon, jangan lakukan itu. Bunuh saja aku Sa. Tapi tolong jangan lukai adikku!"
Elsa menormalkan kembali badannya dengan duduk bersantai di kursi besi itu "Baik, aku akan membiarkannya tetap hidup, asalkan kamu harus menyerahkan diri ke polisi. Kamu bilang saja kamu yang mencelakai Karin karena kamu marah cinta kamu terus ditolak olehnya."
__ADS_1
David terpaksa mengiyakan perintah dari Elsa asalkan Elsa tidak menyakiti adiknya. "Iya, Sa. Aku akan melakukannya, asal kamu janji tidak akan menyakiti adikku!"
"Oke, awas saja kalau sampai kamu berani menyebut saja namaku satu kali saja. Aku jamin kamu tidak akan pernah bertemu dengan adik kamu lagi."