
Karin sudah membeli baju yang banyak untuk dirinya, ternyata benar dia orangnya boros, apa yang dia suka langsung dia bawa tanpa melihat harga atau bertanya dulu kepada Bara karena dia memang seperti itu. Dan Bara sama sekali tidak keberatan, dia malah senang jika Karin tidak bersikap canggung padanya.
Karin ingin membeli pakaian dalam wanita, tapi dia malu karena Bara terus mengikutinya, "Kenapa kamu tidak memilih pakaian buat kamu?" tanya Karin pada Bara agar Bara fokus memilih pakaian untuk dirinya sendiri sehingga dia bisa bebas memilih pakaian dalam untuk dirinya.
"Aku sudah banyak pakaian, malah banyak yang belum aku pakai."
"Emm... tapi... "
"Masa hanya pakaian luar saja, pakaian dalamnya tidak?" tanya Bara sambil berjalan ke tempat pakaian dalam wanita. Dia bersikap biasa saja tanpa menyadari kalau Karin sangat malu saat ini.
Karin mengernyitkan keningnya dan menggigit bibir bawahnya sambil mengikuti Bara yang sudah tiba di tempat pakaian dalam wanita.
"Emm... Bara, lebih baik kamu di luar saja. Biar aku... "
Bara memotong pembicaraan Karin, dia menunjuk sebuah pakaian dalam wanita berbentuk seperti kaca mata itu, "Nah ini cocok untukmu." Bara padahal mengucapkannya biasa saja tanpa ada fikiran mesum, masa di mall ada fikiran mesum. Dia melebarkan bra itu di dadanya sendiri tanpa sadar matanya melihat ke arah dada Karin. Yang memang terlihat besar jika dilihat dari luar. Bara segera mengalihkan pandangannya agar tidak fokus kesana.
__ADS_1
Tapi Karin yang mendengar ucapan Bara wajahnya langsung memerah seperti kepiting rebus, dia sangat merasa malu sekali dan salah tingkah, dari mana dia tau ukuran dadaku? Apa dia bisa mengukur tanpa melihatnya lebih dulu?
Bara fokus memilih bra untuk Karin dengan santai, dia jadi membayangkan bagaimana isinya, dia menggelengkan kepala untuk berhenti berfikiran kotor kepada istrinya itu.
"Biar aku saja." kata Karin dengan malu-malu.
Seorang pelayan toko memperhatikan mereka, dia tersenyum-senyum menghampiri mereka "Wah kalian pasti pengantin baru ya? Sangat romantis sekali sampai masnya ikut memilih pakaian dalam buat istri. Udah ganteng, romantis lagi, mbak beruntung memiliki suami kayak mas ini. "
Bara hanya tersenyum dengan ramah mendapatkan pujian itu, sementara Karin kelihatan salah tingkah. Ingin sekali dia menyembunyikan wajahnya di kantong kresek yang tersedia di meja kasir itu.
Karin langsung angkat bicara dengan panik, "Oh tidak! Yang itu biar aku saja!" Wajah yang putih itu tidak terlihat putihnya sama sekali, malah terlihat merah semua karena dia merasa malu pada Bara.
Pelayan wanita itu mengerti namanya pengantin baru pasti sangat malu-malu. Dia hanya tersenyum-senyum saja. "Oh iya udah, mau sekalian lingerienya?"
Bara menjawab iya, sementara Karin menjawab tidak. Membuat pelayan di mall itu menjadi kebingungan.
__ADS_1
"Beli saja, tolong pilihkan lingerie yang cocok untuk istriku." suruh Bara kepada pelayan itu.
"Aku tidak akan memakainya, kau saja yang pakai." ucap Karin sambil mendeliki Bara.
Pelayan di mall itu malah cekikikan, dia tertawa geli mendengar ucapan Karin yang menyuruh suaminya memakai lingerie. Menurutnya mereka itu pasangan pengantin yang unik dan lucu, tapi aneh.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...
__ADS_1