Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)

Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)
Melakukanya Dengan Cinta


__ADS_3

"Perkataan saja tidak cukup, kamu harus membuktikannya kalau kamu memang tidak perawan lagi."


Karin membelalak mata saat mendengar tantangan dari Bara, bagaimana bisa dia membuktikan ucapannya sementara dia masih perawan, yang ada keperawanannya akan terenggut.


Karin telah terjebak ke dalam omongannya sendiri, sampai di mengerutkan dahinya dan menggigit bibir bawahnya, tidak menyangka bahwa Bara akan meminta bukti atas ucapannya.


Sementara itu Bara terus berjalan dengan tersenyum smirk mendekatinya, Karin reflek berjalan mundur. Dia mencoba berfikir mencari akal agar Bara tidak sampai menidurinya.


"Emm... tubuhku masih lemas, jadi aku belum bisa.. "


Karin tak meneruskan perkataannya karena tubuh Bara begitu dekat dengannya, dia tidak bisa ada di situasi seperti ini sampai di menendang kaki Bara dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai.


Brughhh...


"Arggghhh... " Bara tergeletak di lantai, dia memegang pinggangnya yang sakit.


Sebenarnya bisa saja dia menahannya tapi dia ingin mengulang lagi saat dulu Karin membanting tubuhnya seperti ini dulu saat dia masih menjadi arwah cantik.

__ADS_1


Karin merasa ini bukan pertama kalinya dia membanting tubuh Bara seperti ini sampai ada sekilas bayangan saat dia membanting tubuh Bara di rumah ini.


Mata Karin beredar memandangi kamar yang di tempati, rasanya dia pernah masuk ke kamar itu juga.


Ada apalagi ini? Dokter bilang aku tidak hilang ingatan. Tapi kenapa aku merasa ada memory ingatan yang telah aku lupakan.


Mungkin Karin bisa saja lupa, tapi perasannya pada Bara terus berjuang untuk mengingatnya.


Karin memperhatikan Bara yang bangkit sambil memegang pinggangnya yang sakit. "Akh... ini namanya KDRT!" Bara tidak menyangka bahwa Karin akan membanting tubuhnya dengan keras sampai badannya terasa remuk.


"Makanya jangan macam-macam padaku!" ancam Karin sambil memperlihatkan tinjunya pada Bara.


"Mau aku hajar lagi?" ancam Karin.


Bara malah tertawa kecil melihat Karin yang mengancamnya seperti itu, dia menarik tangan Karin yang sedang mengepalkan tinjunya pada Bara sampai badan mereka begitu sangat dekat. Karin tidak mengerti mengapa jantungnya selalu berdebar-debar di dekat Bara, apalagi sekarang mereka hampir berpelukan.


Bara melingkari pinggang Karin, memandangi Karin dengan tatapan yang begitu dalam "Dari sikapmu begini itu sudah membuktikan kamu masih perawan, jadi aku tidak perlu minta bukti lagi. Aku ingin kita melakukannya bukan karena bukti tapi karena kita sama-sama cinta."

__ADS_1


Karin terdiam, sampai dia menelan saliva dengan kasar mendengar ucapan Bara. Tatapan Bara membuat hatinya mendayu-mendayu seakan dia telah kehilangan arah tujuan. Karin menggelengkan kepalanya, dia tidak boleh jatuh cinta pada Bara, bagaimana dengan Revan yang setia padanya selama tiga tahun ini? Itu yang ada dipikiran Karin.


Berada dalam situasi seperti ini apalagi di dalam kamar membuat ada sesuatu yang mendesak di fikiran Bara dan tubuhnya, tapi Bara berusaha untuk menahannya, dia melepaskan tubuh Karin. "Bukannya kamu tidak memiliki pakain ganti?"


"Emm... iya, tadinya aku mau pulang ke rumah untuk membawa semua pakaian aku tapi aku sedang tidak ingin melihat mama dan kak Elsa. Aku rasa lebih baik beli online saja nanti."


Bara menyadari rupanya Doni sudah menceritakan semuanya tentang Bu Zora dan Elsa kepada Karin.


"Lebih baik kita belanja langsung saja ke mall. Aku tunggu kamu di mobil. Kau harus siap-siap. "


"Tapi... "


Bara tidak ingin mendengarkan bantahan dari Karin, dia segera pergi dari kamar itu.


...****************...


Reader: Othor kapan 21+ nya?

__ADS_1


Othor : Mohon besabar, ini ujian.


Mau yang singkat padat dan jelas? mau yang detail? Mau yang skip aja? Harus up malam hari pastinya!


__ADS_2