Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)

Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)
Merindukanmu


__ADS_3

"Kamu yakin akan menikah?" tanya Karin. Saat itu Jesika dan Karin sedang berada di rumah Bara.


"Iya, kami sudah melakukan fitting baju pengantin, membeli cincin , dan juga memesan undangan. Tinggal menunggu hari H saja." Saat itu mereka sedang masak bersama, Jesika mengajarkan Karin masak spagetti. Karena Jesika hanya bisa memasak itu.


"Tapi Jes, buat apa kamu menikah kalau tidak mencintai calon suami kamu itu?"


Karin memang memiliki sifat yang berbeda dengan dengan Jesika, dulu Karin terkesan hidupnya tidak bisa diatur dan ingin melakukan apapun sesuka hatinya walaupun dia harus sering kena omel papanya. Kalau Jesika terkesan peminim dan takut kepada papanya. Walaupun mereka tetap saja sama-sama menjadi nona yang manja.


"Hm bagaimana lagi aku tidak bisa menentang keputusan papa dan tidak ada yang harus aku perjuangkan juga. Jika aku memiliki kekasih mungkin ceritanya akan berbeda."


Karin jadi teringat dengan perjodohannya dengan Bara, tiga tahun yang lalu, dia rela tidak datang ke acara perjodohannya dengan Bara demi memperjuangkan Revan. Tapi mungkin kisah Jesika akan terbalik dengan dirinya.


"Bara bilang Jo memang tidak memiliki niat untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi kamu tau sendiri kan Bara juga seperti itu dulu, akhirnya dia luluh juga."


Jesika mengerutkan dahinya, dia tidak mengerti mengapa tiba-tiba Karin membahas soal Jo.


"Dan Bara juga bilang sepertinya Jo menyukaimu dari dulu."


Jesika tertawa kecil mendengarnya, walaupun sebenarnya dia berfirasat seperti itu setelah melihat di buku Jo ada banyak tulisan namanya.


"Bara bilang Jo selalu memperhatikan kamu, dari tatapannya Jo terlihat dia sangat menyukai kamu. Walaupun mungkin dia tidak bisa bilang cinta, mungkin dia memiliki alasan untuk memilih memendamnya daripada harus mengungkapkannya yang pada akhirnya mungkin dia harus kehilangan kamu."

__ADS_1


"Mengapa dia bisa berpikiran begitu?" Jesika tidak mengerti dengan alasan Jo itu.


"Mungkin untuk di posisi kamu, tidak mempermasalahkannya. Tapi tidak mudah buat Jo, dia tidak percaya diri dengan status kalian berdua yang berbeda. Apalagi dia mengetahui sosok calon menantu seperti apa yang diharapkan papamu untuk menjadi pendampingmu nanti, aku yakin sebenarnya Jo juga sangat sedih mendengar kamu akan menikah."


Jesika yang sedang memasak terdiam, jika benar Jo mencintai dirinya dari dulu dia pasti bisa membayangkan bagaimana sakit hatinya Jo selama ini apalagi dia dulu terang-terangan bilang pada Jo menyukai Bara, dia tau rasanya cinta bertepuk sebelah tangan, bedanya Jesika merasa lega dan bisa move on karena Bara sudah mengetahui isi hatinya, dia tidak penasaran lagi, hanya butuh waktu untuk memulihkan diri sendiri. Tapi Jo, dia pasti tersiksa karena dia mencintai Jesika tapi memilih terus memendamnya.


Sementara itu di kota C, Bara memutuskan untuk pulang di malam hari itu bersama Jo, jalan yang mereka lalui begitu sangat sepi, mungkin karena wilayah kota C itu masih banyak di penuhi pepohonan yang menjulang tinggi, apalagi di tepi jalan, bahkan nyaris tidak ada satu mobilpun yang lewat. Mungkin hanya ada satu mobil yang mereka lihat, di belakang mereka.


Bara berjaga-jaga takut terjadi sesuatu padanya, dia mengirim rekaman suara itu ke Karin lalu menghapus riwayat pengiriman tersebut.


"Rencana kita apa selanjutnya , tuan?" tanya Jo sambil menyetir mobil.


"Tentu saja melaporkan Elsa dan tante Zora ke polisi, kita sudah memegang banyak bukti. Tinggal nunggu David siuman." Bara menjawab itu sambil tersenyum memandangi foto Karin, dia baru menyadari selama ini mereka belum pernah difoto berdua dengan Karin.


Bara memperhatikan Jo yang sedang menyetir mobil, "Aku dengar Jesika akan menikah."


Jo hanya menganggukan kepala, "Hmm iya."


"Kenapa tidak memperjuangkannya?"


Jo menjadi gugup mendengar ucapan Bara, padahal dia tidak pernah bercerita masalah hatinya.

__ADS_1


"Sebelum janur kuning melengkung, kamu masih memiliki kesempatan untuk memperjuangkannya, aku yakin Jesika juga menyukai kamu. Aku tidak ingin kamu menyesalinya."


Jo terdiam, apa iya Jesika menyukainya juga? Jo memperhatikan kaca spion mobil, dia merasa curiga karena mobil itu terus saja berada dibelakangnya. Jo mencoba untuk memperlambat kecepatan, tapi mobil itu tidak menyalipnya malah ikut memperlambat kecepatan juga.


"Tuan, sepertinya ada mobil yang mengikuti kita."


"Kita percepatan saja!" perintah Bara.


Jo segera menaikan kecepatan, namun...


Ckiiittt...


Jo menghentikan mobilnya secara mendadak karena ada mobil menghadang mereka di depan, mereka tidak bisa lari karena ada mobil penjahat juga di belakang mobil mereka. Rupanya mereka berdua sudah dikepung.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...


__ADS_2