Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)

Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)
Kamu milikku


__ADS_3

"Tidak masalah, aku akan tetap menerimamu." ucap Bara dengan mantap, dia menarik tangan Karin dan melingkari pinggang Karin membuat tidak ada jarak sedikitpun diantara mereka, dia memang sangat tergoda dengan penampilan Karin, tidak bisa menahannya lagi "Apalagi sekarang aku akan membuat kamu tidak perawan lagi."


Bara mencondongkan wajahnya untuk mencium Karin, tapi dia teringat dengan Jo yang belum selesai membahas soal David, Bara takut Jo akan menganggu kegiatan bercinta mereka lagi, apalagi Jo kalau datang ke rumahnya selalu tanpa memberitahunya dulu.


"Tunggu sebentar!" ucap Bara menjauhkan jaraknya pada Karin, dia segera menelpon Jo. "Jo kamu dimana?" tanya Bara begitu Jo mengangkat teleponnya.


"Aku sebentar lagi sampai ke rumah tuan, ada yang harus aku bahas mengenai... "


Bara momotong pembicaraan Jo, "Besok saja kita bahasnya. "


"Tapi ini penting sekali, tuan."


"Ini juga sangat penting, aku bisa gila kalau kamu datang kesini. Malam ini aku ada acara penting dengan Karin. Lebih baik kamu temui Jesika, tanyakan apa obat itu sudah keluar hasilnya."


klik!


Bara mematikan ponselnya.


Jo hanya melongo dia tidak mengerti mengapa dia bisa membuat Bara gila, sepenting itukah acaranya dengan istrinya itu. Dan obat apa juga yang dibicarakan Bara.

__ADS_1


Karin malah tertawa geli mendengar perkataan Bara, Bara berjalan mendekati Karin lagi, "Mengapa kamu mentertawakanku?"


"Kamu sangat lucu," Karin memegang wajah tampan Bara.


"Itu karena aku ingin malam ini kamu menjadi milikku seutuhnya. Aku tidak ingin gagal lagi."


Tanpa aba-aba Bara mencium bibir Karin dengan ganas, dia sudah sangat kelaparan menahan hasratnya, dia memegang wajah Karin agar leluasa memperdalam ciumannya, mencecapnya dengan kuat, lalu menelusupkan lidahnya masuk ke dalam, mengabesennya di setiap rongga mulut Karin.


Karin tak tak bisa mengimbangi ciuman ganas Bara hingga dia hampir kehilangan keseimbangannya dan Bara menahan pinggangnya dengan kuat, bibir manis itu sungguh membuatnya sangat candu bagi Bara.


Sreekk...


Bara merebahkan tubuh Karin di atas ranjang dan dia langsung mememposisikan tubuhnya berada di atas Karin. Meraba ke setiap inci dan titik sensitif di tubuh Karin. Bahkan dia kini terus menyesap pu ting yang berwarna merah jambu itu, Karin menggeliatkan badannya dan terus meracau merasakan hisapan Bara yang begitu membuat bi ra hi nya semakin terbakar seakan meronta-ronta ingin meminta lebih dari itu.


Bara terus memuja semua keindahan tubuh Karin, kini dia menciumi perut Karin yang ramping dan mulus, Karin melenguh panjang, badannya tak bisa diam terus bereaksi terhadap apa saja yang Bara lakukan terhadap tubuhnya.


Karin semakin menggila saat tersadar kini Bara telah menenggelamkan kepalanya diantara kedua paha Karin di bawah sana.


"ouhhh.... Bara..." Karin sedikit menganga dan menengadah ke atas saat Bara menjilati miliknya, memasukan lidahnya ke dalam daging yang lembut dan mulai membasah itu, keluar masuk dengan lembut. Karin semakin melebarkan pahanya dan mencengkram rambut Bara. Hingga akhirnya telah mencapai kenikmatan nirwanya, dia melenguh panjang dengan nafas yang masih tersenggal-senggal.

__ADS_1


De sa han Karin bagaikan musik indah yang yang mengalun di telinga Bara, Bara memposisikan dirinya berada di antara kedua paha Karin dengan kondisi pusakanya yang telah siap berdiri dengan tegak, dengan perlahan Bara mulai melakukan penyatuan diantara mereka berdua sampai Karin menjerit merasa kesakitan.


"Oughhh... ini sakit, sakit sekali Bara!" Karin sedikit terisak merasakan perih dibawah sana.


Bara membiarkan, Karin terbiasa dulu dengan kehadiran juniornya, dia mencoba untuk menenangkan Karin dengan menghapus air mata Karin dan mencium kedua kelopak mata Karin secara bergiliran, dia mencium bibir Karin dan me re mas pa yu da ra Karin untuk merangsangnya kembali.


Begitu Karin mulia men de sah kembali, Bara mulai menggerakan pinggulnya dengan pelan, dan gerakan itu makin lama makin cepat menghantamnya semakin dalam, keluar masuk dengan sempurna, kedutan di dalam sana membuat mereka semakin mengerang.


Sungguh kenikmatan yang tidak bisa dijabarkan dengan sebuah perkataan dan tak ternilai dengan apapun, sampai peluh keringat membasahi tubuh mereka, malam ini begitu indah, lebih indah dari malam-malam sebelumnya. Mereka terus bergerak dengan indah menyatukan rasa cinta di hati dan tubuh mereka.


Sampai akhirnya mereka mencapai pelepasannya bersamaan.


"Akkkh... Ba-ra!"


"Arrrghh... Karinku!"


Mereka berciuman kembali dengan peluh keringat yang membasahi tubuh mereka, "Terimakasih sudah menyerahkan sesuatu yang sangat berharga untukku, dan akupun sama, tidak ada satu wanita pun yang membuat aku bergairah selain kamu, dan hanya kamu yang membuat aku tergila-gila." Bara mengatakannya sambil membelai dengan lembut rambut Karin.


Karin hanya mengangguk , dia memeluk tubuh Bara yang masih ada diatasnya.

__ADS_1


Tentu saja tidak cukup satu kali, mereka terus mengulanginya beberapa kali, sampai mereka kelelahan.


__ADS_2