
Bara yang sudah mandi, hanya memakai handuk saja, dia tersenyum gemas melihat Karin yang masih tertidur , tubuh polosnya hanya ditutupi selimut saja, dia mencium pipi Karin lalu membangunkannya.
"Karin, ini sudah pagi, ayo bangun!" Bara mengusap-usap bahu Karin dengan lembut.
"Eughhh ..." Karin hanya menglengguh, mungkin dia kecapean karena Bara terus menggempur tubuhnya bahkan sampai dia tertidur karena merasa sangat lelah.
"Hari ini kamu akan menjadi CEO di K Grup, jangan sampai telat masuk ke kantor." Bara mencoba untuk memperingati Karin.
"Aku masih ngantuk." keluh Karin dengan mata yang masih terpenjam.
Bara menarik selimut Karin dan menggendong tubuh Karin yang belum memakai satu helai kainpun membawanya ke kamar mandi. Karin terkesiap reflek mengalungkan kedua tangannya ke leher Bara, pagi-pagi Karin sudah berhasil membangunkan juniornya tapi dia tidak ada waktu untuk bercinta di pagi hari ini, sebagai seorang CEO tentunya harus menjadi contoh yang baik kepada bawahannya dengan datang tepat waktu ke kantor.
Bara meletakan tubuh Karin ke bathup, Karin sangat malu sekali walaupun Bara sudah melihat semuanya tetap saja dia malu karena Bara terus memperhatikan tubuhnya, "Biar aku mandi sendiri."
Tapi Bara tidak mendengarkannya, dia mengoleskan sabun cair ke tangannya lalu menyabuni tubuh Karin dengan terus meraba-raba dan mengusap tubuh Karin yang berada di dalam bathup.
Karin beberapa kali menahan men de sah saat tangan itu mengusapkan sabunnya dia area dada dan bahkan Bara membersihkan area dibawah sana. Dia benar-benar seperti seorang bayi yang sedang dimandikan papanya.
Bara memakaikan bathrobe pada tubuh Karin dan menggendongnya lagi ke kamar membiarkan dia duduk di tepi ranjang, lalu mengeringkan rambutnya Karin dengan hairdryer.
"Bara, biar aku sendiri saja." Karin merasa tidak enak karena Bara telah memperlakukannya seperti seorang ratu.
"Kamu pasti kelelahan karena aku, apalagi kita harus melakukannya tiap hari." Bara tersenyum smirk memandangi Karin.
Karin hanya menganga, tidak merespon perkataan Bara.
"Kata orang kalau melakukannya tiap hari akan cepat memiliki anak." Bara mencoba mencari alasan walaupun dia juga memang mengharapkan secepatnya memiliki anak.
__ADS_1
"Anak?" Karin menelan saliva membayangkan tubuhnya yang ramping itu akan menjadi buncit, membuatnya ngeri.
"Bagaimana kalau perutku buncit?"
"Semua orang yang hamil akan buncit perutnya." Bara menanggapi perkataan Karin dengan santai.
"Tapi aku tidak akan menarik lagi nanti. Pasti aku terlihat agak gendut."
Bara membungkukkan badannya, membuat kedua wajah mereka begitu dekat, "Tidak apa-apa. Malah kamu akan menggemaskan jika gendut."
Berada di jarak berdekatan seperti itu membuat hasrat Bara memuncak lagi, Bara mencium bibir Karin , menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka, mungkin sudah tau rasanya malah lebih tersiksa jika menahannya, namun dia segera melepaskan ciuman itu takut mereka datang terlambat ke kantor.
"Kamu dibaju sendiri saja, aku tunggu kamu di mobil " Bara tidak bisa berlama-lama berduaan dengan Karin di kamar.
"Tunggu dulu Bara!" Karin malah mencegahnya pergi.
"Bukan begitu, masa kamu berangkat kerja hanya memakai handuk!" Karin menunjuk handuk Bara yang menutupi bagian pinggang dan pahanya saja.
Bara sangat malu sekali karena Karin menyadari dia sedang salah tingkah, "Oh iya aku lupa." Bahkan Bara lupa mereka belum sarapan.
Karin tertawa geli melihat tingkah laku suaminya yang kini tidak polos lagi.
...****************...
Bu Zora dan Elsa sedang sarapan pagi, Elsa lebih banyak diam dari kemarin karena merasa sakit hati atas penolakan Bara tapi yang namanya Elsa dia tidak akan tinggal diam sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Kemarin mama sudah memasukkan racun itu ke minuman Karin," cerita Bu Zora sambil terkekeh.
__ADS_1
Elsa langsung mengangkat alisnya saat mendengar kabar yang membuatnya gembira itu, "Wah bagus dong, Ma. Kita memang harus bertindak cepat."
"Lalu bagaimana dengan Bara? Apa dia sudah berhasil kamu provokasi?" Tanya Bu Zora karena dia ingin memprovokasi Bara dengan foto Karin yang sedang berduaan dengan Revan, berharap terjadi perceraian diantara mereka.
"Kemarin kelihatannya Bara marah sekali, aku rasa semalaman pasti mereka bertengkar hebat." Elsa mencoba menebaknya saat melihat sikap Bara yang kelihatan sangat marah walaupun dia bilang mempercayai istrinya tapi dari sikapnya Elsa sangat tau kalau Bara terbakar api cemburu.
"Hmm... baguslah, padahal melenyapkannya lebih gampang dari pada membuat mereka cerai." Bu Zora mengusulkan idenya agar lebih baik membunuh Bara saja dari pada harus menunggu mereka bercerai.
"Itu rencana kita kedua, Ma. Aku ingin menjalankan rencana pertama dulu untuk membuat mereka bercerai." Elsa masih tidak siap menugaskan Bima untuk membunuh Bara karena dia masih mengharapkan Bara bisa tergoda olehnya dan hidup bahagia memiliki Bara jika mereka bercerai nanti.
Bu Zora memandangi Elsa, dia merasa Elsa sudah jatuh hati pada adik iparnya itu, malah ini akan sedikit memperlambat rencana mereka.
Membunuh orang yang dicintai pastinya sangat menyakitkan seperti David yang hidupnya malah tersiksa dihantui merasa bersalah. Di balik jeruji besi, David duduk termenung memeluk kedua lututnya, dia masih membayangkan bagaimana waktu itu dia menyenggol motor Karin, tanpa terasa air mata David mengalir, dia sangat menyesal mengapa harus menerima tawaran dari Elsa yang malah membuat hidupnya tambah sengsara, bahkan dia malah tidak bisa menjaga adiknya lagi.
Setelah Elsa berangkat kerja, Bu Zora menyuruh pada pelayan untuk membereskan meja makan disana, Bu Zora duduk dengan santai di tepi kolam renang sambil menikmati birnya , "Sebentar lagi rumah ini dan K Grup akan resmi menjadi rumahku."
Bu Zora tertawa renyah, namun tiba-tiba dia terbatuk-batuk. "Ohokkk... ohokkk.... " Bu Zora memegang dadanya yang terasa sesak, "Kenapa dadaku terasa sesak sekali."
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...
__ADS_1