Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)

Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)
Tentang David


__ADS_3

David saat ini ada dalam kondisi kritis, tanpa terasa air matanya terus mengalir walaupun matanya masih terpenjam dengan hidung yang tertutupi ventilator. Jika dia diberi kesempatan untuk hidup kembali dia ingin meminta maaf pada Karin karena telah hampir membuatnya mati.


Flashback on...


Masih terbayang saat pertemuan pertama dirinya dengan Karin, saat itu mereka kuliah satu di kampus yang sama, mungkin karena David orangnya bandel jadi banyak yang tidak suka padanya bahkan dia sering dihajar oleh para seniornya, satu lawan lima tentu saja David sangat kewalahan untuk melawan, namun siapa sangka sosok pahlawan yang menolongnya bukanlah laki-laki perkasa melainkan wanita cantik bak bidadari yang membuat David terpesona.


PLAK...


PLAKKK...


PLAKKK...


Karin menampar ke lima pria yang selalu bikin ulah secara bergiliran, mereka tidak berani melawan bukan karena takut Karin tapi sosok Karin memang disegani karena dia adalah anak dari K Grup, salah satu investor di kampus itu. Yang pada akhirnya mereka meminta maaf pada Karin dan segera pergi.


Karin mengulurkan tangan kepada David yang sedang terduduk di sudut halaman belakang kampus, dia babak belur habis dihajar oleh mereka, dengan ragu-ragu David menerima uluran tangan itu sambil terus memandangi wajah Karin.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Karin.


"A-aku tidak apa-apa." David sangat gugup sekali.


Semenjak itulah dia sangat menyukai Karin, bahkan mencari tahu apa saja yang disukai Karin, sampai dia mengikuti trek motor yang selalu diikuti Karin. Awalnya mereka sangat akrab tapi hubungan mereka menjadi renggang karena David yang memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya namun Karin tidak bisa membalas perasaan itu.


Flashback off...

__ADS_1


Saat ini Karin duduk di samping David, Bara mengizinkannya masuk sendirian ke ruang ICU itu, dengan mata yang berkaca-kaca Karin menatap David yang sudah tidak berdaya, "Jika kamu menganggap aku tidak pernah menganggap kehadiran kamu di hidupku, itu salah. Karena bagiku kamu adalah teman. Jujur saja aku membencimu karena telah hampir membuat aku mati, kamu harus hidup untuk menebus kesalahanmu dan memperbaiki dirimu. Aku tidak memaafkan kamu jika kamu mati."


Ternyata David bisa mendengar apa yang dibicarakan Karin kepadanya. Karin melihat jemari David bergerak, dia segera memberitahu Bara yang sedang menunggu di luar.


Kebetulan Bara yang meminta tolong pada Jesika agar dia yang menangani David walaupun disana ada penjagaan ketat, ada beberapa polisi berjaga di luar ruangan ICU, tapi bisa saja Elsa berbuat jahat pada David.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Bara pada Jesika, saat itu mereka sedang ada di ruang Direktur Rumah Sakit, ada Karin juga disana.


"Kondisinya mulai membaik. Mungkin secara sepintas David seperti menderita serangan jantung yang bisa langsung mati dalam sekejap, tapi karena aku sudah mengecek masalah racun yang dibawa Karin kemarin, aku mencari tau obat penawar racun itu. Akhirnya David bisa terselamatkan, aku akan menyerahkan bukti itu padamu nanti." jawab Jesika karena dia mengetahui David adalah tersangka atas kecelakaan Karin karena itu dia mencurigai David terkena racun walaupun racun itu sama sekali tidak terdeteksi.


"Aku ingin meminta bantuanmu, bilang saja kondisi David masih kritis dan tidak boleh ada satu orangpun masuk ke ruang ICU selain kamu, dokternya. Dia harus benar-benar sembuh setelah keluar dari ruang ICU itu tanpa ada satu orangpun yang tau." Bara meminta bantuan pada Jesika karena Jesika Direktur di rumah sakit itu yang memiliki kekuasaan untuk mengatur rumah sakitnya sendiri. Apalagi Bara akan menyewa beberapa Bodyguard untuk menjamin tidak akan ada penjahat yang masuk ke rumah sakit itu.


Jesika menghela nafas, itu termasuk sebuah kebohongan jika dia menyebut David masih kritis kepada polisi apalagi sekarang David sudah bisa membuka matanya. Tapi demi keselamatan David juga dia harus terpaksa berbohong. "Hmm ya sudah." Jesika mengangguk.


Jesika mengangguk, dia sebenarnya ingin menanyakan keberadaan Jo, tumben Jo tidak ikut bersama mereka, tapi dia malu takut dikira memiliki perasaan pada Jo walaupun sebenarnya iya, apalagi dia sebentar lagi akan menikah dengan Raka.


Saat itu Jo sedang menunggu Bara di basement rumah sakit, mereka akan pergi bersama ke kota C.


...****************...


Bara dan Jo berhasil membawa kartu memori yang berisi rekaman pembicaraan David dan Elsa di bagasi motor milik David, tentu saja tidak mudah, mereka harus terus mendekati omnya David agar bisa mengizinkannya untuk membuka bagasi motor David.


"Aku sudah memutuskannya, aku bersedia menerima tawaranmu itu." Terdengar suara David di rekaman suara itu.

__ADS_1


"Hmm baguslah, kapan kamu akan melakukannya?" terdengar suara Elsa juga disana.


"Nanti malam. Tapi kamu harus menepati janjimu untuk membayarku 200 juta. Itu tidak mudah buatku, apalagi aku harus membuat Karin celaka."


"Aku akan memberimu DP 100 juta, sisanya nanti setelah kamu melakukan tugasmu itu."


"Tapi Elsa, apa kamu yakin ingin aku membunuh Karin?"


"Bukannya kamu juga sama denganku, membenci wanita itu. Kamu tidak rela kan Karin akan menikah dengan pria lain? Dia akan hidup bahagia dengan pria lain, sementara kamu tidak pernah dianggap kehadiranmu oleh Karin."


Klik!


Bara mematikan rekaman suara itu, sebelumnya dia meminta bantuan pada omnya David untuk menyuruh Haikal, adiknya David, untuk pergi keluar agar mata-mata dari Bima mengikuti adiknya David, padahal Detektif Anan juga mengikuti mereka, dia tidak akan membiarkan adiknya David terluka. Karena itu Jo dan Bara bisa leluasa masuk ke rumah omnya David.


"Jadi beberapa hari ini ada yang mengikuti Haikal?" tanya omnya David, dia begitu gemetaran.


"Iya om, mereka hanya ingin memastikan David tidak angkat bicara mengenai kejahatan seseorang dengan mengacam akan melukai Haikal. Tapi om tenang saja, kami akan melindungi kalian," Tentu saja Detektif Anan tidak bekerja sendirian, dia memiliki anak buah yang banyak dan terlatih dalam bela diri, apalagi Bara sudah membayar mahal padanya.


"Jadi saya harap om pura-pura tidak tau masalah ini, dan bersikap biasa saja seolah tidak ada yang mengawasi kalian. Hanya sebentar, kami pasti akan memastikan orang-orang itu mendekam di penjara."


Omnya David mengangguk, " Iya."


Bara tidak memberi tahu masalah David yang sedang dirawat di rumah sakit karena tidak ingin mereka sedih dan tidak tenang mengkhawatirkan David, apalagi sekarang David sudah mulai baikan.

__ADS_1


__ADS_2