Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)

Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik)
Bonchap - End


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan, Jesika dan Jo terdiam membisu, tidak satupun kata terucap dari bibir mereka. Mereka masih kebingungan dengan status mereka, benar kah mereka suami istri? Tapi rasanya tidak percaya padahal semalam mereka sama-sama menangis mengucapkan salam perpisahan mereka.


Begitu sampai di apartemen, Jesika dan Jo duduk di ruang tengah dengan terhalang jarak sekitar 30 cm, rasanya sungguh tidak percaya, padahal semalam mereka tidur bersama walaupun tidak melakukan apa-apa, tapi kenapa malam ini rasanya begitu mendebarkan padahal mereka kini telah menjadi suami istri.


"Emm papa mengirim pesan padaku katanya minggu depan akan diadakan resepsi pernikahan." kata Jesika dengan canggung.


"Emm... oh iya." Jo bingung harus menjawab apa lagi.


"Jo, apa kamu menyesal kita menikah secara mendadak seperti ini?"


"Tidak, malah aku senang. Aku tidak bisa berkata apa-apa karena aku masih tidak menyangka, kalau sekarang kamu adalah istriku."


Jesika tersenyum mendengarkan ucapan Jo. Jantungnya berdebar tidak karuan saat Jo mendekatkan jarak di antar berdua, "Tapi aku masih tidak terima kamu membohongiku. Sementara yang lainnya pada tau sebelum aku."


Jesika sangat grogi dengan tatapan Jo yang tidak biasanya dia menatapnya seperti itu, seakan menyiratkan sesuatu yang ingin dia curahkan.


"Emm... Jo, a-aku lelah, aku tidur dulu." Tanpa menunggu persetujuan dari Jo, Jesika segera melangkah pergi menuju kamar.


Dia terpekik kaget saat Jo mengikutinya dan menarik tangannya sehingga dia berhadapan dengan Jo.


"Jo!"


"Kita akan tidur bersama, aku ingin meluapkan segala yang sudah aku pendam selama ini."


Jesika bergidik ngeri mendengarnya, dia bingung harus menjawab apa, sampai dia merasakan ada benda kenyal mendarat di bibirnya, ciuman Jo mengapa terasa memabukkan malam ini. Begitu panas dan dengan rakus Jo terus menjelajahi bibir manis Jesika.


Mereka berciuman sambil berjalan menyeret Jesika membawanya masuk ke dalam kamar, bahkan Jo kini menciumi leher Jesika, menggigit sedikit leher itu membuat Jesika mendesah, Jo membuka kancing bajunya sampai begitu terlihat jelas badannya yang berotot itu, Jesika dengan malu-malu meraba-raba dada Jo sambil berciuman kembali, Jo membuka kancing baju Jesika satu persatu dan mulut itu terus menciumi Jesika dari bibir turun ke leher lalu ke bagian dada Jesika.


Jesika men de sah, baginya sangat memalukan. Tapi dia sangat menikmatinya saat Jo menghisap dadanya dengan lembut.


Ting-Tong


Suara bel telah mengganggu konsentrasi mereka. Padahal mereka lagi berada di dalam situasi sedang panas-panasnya.


"Jo, cepat buka!" kata Jesika, dia memakai pakaiannya kembali. Begitu juga Jo, padahal dia saat ini begitu sangat menginginkan Jesika, hati maupun tubuhnya.


Dengan kesal Jo segera keluar dari kamar, dia mendengus kesal saat mengetahui siapa yang datang di balik layar depan pintu itu.


Ceklek!


Jo membuka pintu.

__ADS_1


"Hai Jo!" sapa Bara dan Karin, mereka membawa banyak makanan kesana.


"Karin!" sapa Jesika yang mengekori Jo.


"Kita gak ganggu kan?" tanya Karin.


"Oh tentu saja tidak, ayo masuk!" Jesika menyuruh Karin dan Bara masuk.


Padahal mereka sebenarnya sangat terganggu dengan desakan dari tubuhnya yang meronta-ronta ingin segera melanjutkan aksi panas tadi.


Sepertinya Bara ingin balas dendam karena Jo sudah beberapa kali menganggunya, dia terkekeh memandangi Jo.


"Aku bawa banyak makanan kesukaan kamu, Jesika. Apalagi hari ini aku dapat kabar baik."


"Kabar baik apaan?" tanya Jesika.


"Aku hamil, Jes!"


"Wah selamat ya." Jesika turut bahagia mendengarnya.


Sementara Bara dan Jo membicarakan soal bisnis, mereka bertamu sampai larut malam, Jo merasa senang akhirnya Bara dan Karin berpamitan untuk pulang. Dia mengantarkan Bara dan Karin sampai basement, dia ingin mengucapkan kata terimakasih karena Bara telah membantu dia untuk bersatu dengan Jesika.


Setelah kembali ke apartemen , Jo langsung mencari keberadaan Jesika, rupanya Jesika sudah berada di dalam kamar, dia sudah tertidur pulas. Jo tidak tega membangunkannya, masih ada hari esok dan seterusnya karena Jesika akan tinggal bersamanya.


...****************...


Revan memperhatikan Elsa yang sedang berada di Rumah Sakit Jiwa karena Elsa mengalami gangguan mental.


Dia tidak ada keberanian untuk menemuinya, dia hanya melihat Elsa dari kejauhan yang sedang tertawa terbahak-bahak lalu menangis, selalu begitu setiap waktu.


Revan merasa bersalah karena sudah mempermainkan Elsa, ada rasa peduli di hatinya karena Elsa pernah dekat sekali dengannya apalagi menjadi patner ranjangnya selama satu tahun.


Selama ini Revan belum pernah berkencan dengan siapapun, dihatinya masih ada Karin. Bahkan dia sering memperhatikan Karin dari kejauhan, hidupnya terasa begitu hambar, karena itu dia menjadi pecandu alkohol dan selalu menyebut nama Karin setiap dia mabuk. Dia sangat menyesal telah mengkhianati Karin.


...****************...


9 bulan kemudian....


Bara saat ini sedang ada dalam keadaan gelisah di depan ruang pesalinan, dia sangat mencemaskan istrinya yang sedang berjuang untuk menghadirkan satu nyawa ke muka bumi ini.


Tiada hentinya dia memohon kepada Tuhan, agar istri dan anaknya bisa selamat, ternyata begitu menegangkan, sampai dia tidak bisa berhenti berjalan mondar mandir sambil menggigit ujung jempolnya.

__ADS_1


"Oa... oa... "


Terdekat suara tangisan bayi di dalam sana, dia sudah tau dari hasil USG bahwa anaknya laki-laki, tapi dia sangat ingin taublebih jelas lagi.


"Dokter bagaimana keadaan istri dan anak saya, dokter?" tanya Bara dengan begitu cemas.


"Istri dan anak anda selamat dan sehat, Tuan Bara. Selamat akhirnya kamu menjadi seorang ayah."


Bara tidak tau harus apalagi sampai dia tidak bisa menghitung beberapa kali dia mengucapkan kata terimakasih kepada Tuhan, karena telah menyelamatkan istrinya yang tengah berjuang, melahirkan seorang anak yang sangat tampan seperti dirinya, mereka memberi nama Rafael Sebastian Keano.


Bara beberapa kali mencium kening dan pipi sang istri, dia sangat senang karena istrinya kini telah memiliki gelar sebagai seorang ibu begitu dirinya kini telah menjadi seorang ayah, yang akan memiliki tanggung jawab penuh terhadap istri dan anaknya. "Terimakasih sudah berjuang untuk anak kita, sayang. Aku sangat mencintaimu."


Karin hanya tersenyum sambil mengangggukan kepala.


Bara menggendong Rafael dengan sangat canggung , mungkin ini pertama kalinya dia menggendong seorang bayi.


"Bayi kita mirip sekali dengan aku, sangat tampan." katanya dengan percaya diri.


"Hmm iya aku memiliki dua jagoan di rumah sekarang." jawab Karin. sambil memperhatikan Bara yang sedang menggendong Rafael.


Lalu Jesika datang bersama Jo untuk menjenguk Karin dan bayinya. Rupanya Jesika tengah mengandung empat bulan sekarang. Mereka saling bercengkrama dengan begitu bahagia karena hidup mereka kini telah bahagia bersama pasangan mereka masing-masing.


..._________________ Tamat _________________...


Yang belum mampir...


Kisah anaknya Bara- Karin ada disini, Jo Jesika juga. Hasrat Cinta Satu Malam With Calon Ipar.



Jangan lupa mampir ke Gairah Cinta Adik Ipar, cinta terlarang antara adik ipar tampan dengan kakak iparnya yang cantik dan masih perawan. Rate 21+



Dan juga ranjang balas dendam sang mafia (mencintaimu atau membunuhmu) yang ini banyak part no sensor dan part basahnya jadi harus bawa es batu biar gak gerah hehe... di campur sirup tambah mantap. tentang seorang mafia yang sengaja menikahi anak musuhnya untuk membunuhnya. Disini bukan hanya romance, ada actionnya juga.



Dan maaf di novel ini othor gak buat give away, kebetulan novel ini novel lomba khusus pria. Jadi kayaknya gak muncul di branda khusus wanita. Mudah-mudahan di novel yang lainnya jika othor dapat rezeki othor buat give away lagi, dan teruntuk ke enam kakak cantik atau tampan ini yang memiliki gelar fans silver, othor mau kasih pulsa 20k, gak apa-apa ya sedikit juga ya? hehe...


__ADS_1


Silahkan lempar nomor kalian ke chat !


__ADS_2