
Beberapa jam sebelum Bara dan Jo ke kota C....
Tanpa Bara sadari, Bara juga sedang diawasi oleh beberapa anak buah Bima karena ada laporan dari mata-mata Bima di lapas kalau Bara sudah dua kali mengunjungi David.
Elsa menghela nafas berat saat mendengar kabar tentang Bara yang menemui David di lapas, "Untuk apa Bara menemuinya? Apa dia masih mencurigai ada tersangka lain selain David?" Elsa mengacak-acak rambutnya sendiri, "Arghh... sial! Kenapa dia selalu menghalangi jalanku?"
Elsa merasa jalan hidupnya dengan Bara memang bertentangan, tidak ada yang bisa diharapkan lagi dari Bara. "Apa mungkin dia mencurigaiku?" Mengingat sikap Bara yang dari awal begitu dingin padanya.
Elsa menelpon Bima, "Bagaimana keadaan David sekarang?"
"Kami gak diberi akses untuk masuk kesana, dokter melarang siapapun masuk ke ruang ICU kecuali dirinya, penjagaan polisi disana sangat ketat, begitu juga ada banyak bodyguard disana seolah-olah mengetahui ada yang akan mencelakai David. Tapi aku dengar kondisi David kritis." Jawab Bima, saat itu dia ada di basement yang sama dengan Jo yang sedang menunggu Bara. Dan wajah Jo sangat familar baginya karena dulu Jo yang dia lukai kepalanya dengan pipa besi saat mengejar David.
Elsa semakin yakin bahwa Bara sedang mencurigai seseorang di balik kejahatan David, dan Elsa merasa bahwa orang yang dicurigai Bara itu dirinya.
Elsa menatap dirinya di depan cermin yang berada kamarnya, dia merasa bahwa kini dirinya sudah seperti seorang monster, padahal dia awalnya hanya ingin membunuh Karin dan papanya saja, dia pikir setelah mereka mati masalahnya akan selesai, dia akan hidup bahagia dengan mamanya dengan mengusai K Grup. Awalnya dia merasa kecewa karena papa tirinya dulu hanya menjadikannya penanggungjawab di hotel K-3 (Makanya Bara masih menempatkan Elsa disana waktu itu) , dia berharap bisa masuk ke kantor utama K Grup tapi sepertinya papanya kurang mempercayainya, ini akan membuat dia kesulitan untuk ada peluang menjadi seorang Direktur padahal gaji Elsa lumayan besar disana, makanya dia dan mamanya merencanakan untuk melenyapkan papanya yang tidak memberi dia kesempatan untuk masuk ke kantor utama K Grup apalagi menjadi Direktur disana, dia merasa Karin yang hidupnya tidak bisa diatur yang masih mementingkan hobbynya tidak pantas menjadi Direktur di K Grup.
Elsa merasa Karin hidupnya selalu beruntung, memiliki kesempatan menjadi Direktur tanpa harus bekerja keras hanya dikarenakan dia anak kandung dari pemilik K Grup dan juga masalah asmara pun dia tidak kesulitan untuk dicintai seorang pria. Hidup Karin nyaris sempurna, dia bisa mendapatkan apa saja yang dia sukai, hidupnya ceria tanpa beban. Membuat Elsa sangat iri padanya.
Dulu Elsa hanya meyakinkan hatinya dia hanya akan melenyapkan dua orang setelah itu dia tidak akan membunuh lagi. Rupanya dia kelalabakan karena ada banyak rasa takut di dirinya, bagaimana kalau David membocorkan rahasianya makanya dia harus melenyapkan David juga agar Elsa tidak masuk ke penjara, dan sekarang ada kemungkinan Bara tau juga kejahatannya membuat Elsa semakin frustasi, harta telah membuatnya menjadi monster. Dia harus melenyapkan siapapun yang tau kejahatan dia, jangan sampai terdengar oleh polisi yang ada rencananya selama ini gagal total.
"Tolong awasi Bara, kalau ada yang mencurigakan kamu boleh membunuhnya!" suruh Elsa. Dia sudah memutuskan untuk melenyapkan Bara daripada nantinya dia yang akan terancam selama Bara masih hidup.
Karena itu Bima terus mengikuti Bara, termasuk saat pergi ke kota C menemui omnya David. Hal itu semakin mencurigakan kalau Bara sedang merencanakan sesuatu walaupun dia tidak tau apa saja yang dibicarakan disana. Yang jelas Bara tidak mungkin pergi kesana jika tidak ada hal yang penting.
...****************...
"Tuan, sepertinya ada mobil yang mengikuti kita."
__ADS_1
"Kita percepatan saja!" perintah Bara. Bara mengirim pesan pada Detektif Anan.
[Ada yang mengikuti kami, cepat kerahkan anak buahmu. Kami berada di pertengahan jalan tidak jauh dari kota C]
Jo segera menaikan kecepatan, namun...
Ckiiittt...
Jo menghentikan mobilnya secara mendadak karena ada mobil menghadang mereka di depan, mereka tidak bisa lari karena ada mobil penjahat juga di belakang mobil mereka. Rupanya mereka berdua sudah dikepung.
Orang-orang yang ada di dalam mobil itu langsung keluar dengan badan yang berotot besar dan berjumlah 8 orang.
Mereka membawa pipa besi, Bima merusak kaca mobil Bara sampai hancur. "Cepat keluar!"
Bara berusaha bersikap tenang, dia dan Jo segera keluar dari mobil. "Ada apa ini? Kalian siapa? " tanya Bara , pura-pura tidak tau apa-apa.
Bugh...
"Arghhhh... " Bima meringis kesakitan. Membuatnya sangat emosi "Serang mereka!"
"Cepat maju , Jo!" bisik Bara. Jo memang asisten plus plus, bisa jadi bodyguard Bara makanya dulu dia sangat sigap saat mendengar Bara sedang terancam yang ternyata terancam oleh hantu. Karena itu dia dilatih Bela diri dari kecil, dan juga bisa jadi kakak juga teman Bara yang selalu mendengarkan keluh kesahnya.
"Lah tuan saja, saya belum menikah. tuan juga pernah saya ajarkan bela diri bukan?" Jo malah balik berbisik pada Bara.
"Hhh... ada angin dari mana jadi memikirkan mau nikah."
"Tuan sendiri yang bilang aku harus memperjuangkan Jesika!"
__ADS_1
"Mereka banyak sekali, aku hanya pernah berkelahi denganmu saja. Belum pernah berkelahi dengan orang lain."
"Namanya juga menyerang ya harus banyak!"
"Cepat lawan mereka, kalau tidak aku potong gajimu!"
"Tidak, tuan saja. Aku tidak mau ikut campur."
Mereka malah berdebat dan saling dorong. Sebenarnya mereka sengaja untuk membuang waktu menunggu bantuan datang.
Sementara anak buah Bima yang mau menyerang malah kebingungan karena kedua lawannya malah bertengkar.
"Cepat serang!" bentak Bima saat melihat anak buahnya pada bengong.
Ketiga anak buah Bima menunggu di belakang Bima, sementara empat orang menyerang. Kini Bara dan Jo terpaksa harus melawan.
Jo melawan dua orang yang menyerangnya dengan menahan satu orang yang akan melayang pipa besi padanya, dan kakinya langsung menendang mereka.
Bugh...
Sementara itu Bara, dia menjatuhkan dirinya dengan membawa pasir di bawah dan melemparkan pasir itu ke mata para lawannya sampai mereka meringis karena perih dibagian matanya, Bara menendang mereka berdua yang mencoba untuk menyerangnya.
Bima menyuruh ketiga anak buahnya untuk maju, temasuk Bima. Dua lawan delapan, tentu saja kewalahan, apalagi anak buah Bima badannya begitu besar. Walaupun Bara dan Jo tidak menyerah untuk terus melawan mereka.
Sampai akhirnya Bara dan Jo terluka, bahkan tubuh mereka beberapa kali terkena hantaman dari pipa besi tersebut, walaupun mereka masih tidak menyerah menaklukkan beberapa orang anak buahnya Bima hingga tersisa ada lima orang saja yang melawan mereka.
Ckiiiit...
__ADS_1
Suara itu membuat perkelahian mereka berhenti seketika, rupanya Detektif Anan dan anak buahnya sudah tiba, tanpa aba-aba mereka langsung mengempung Bima dan anak buahnya.